Surat Al-Muddatstsir Ayat 32

كَلَّا وَالْقَمَرِ

Arab Latin: Kallā wal-qamar

Terjemahan Arti: Sekali-kali tidak, demi bulan,

TERJEMAH TAFSIR

32-37. Perkaranya tidak seperti yang mereka katakan, berupa pendustaan kepada Rasulullah tentang apa yang beliau bawa. Allah bersumpah dengan rembulan, dengan malam ketika ia pergi dan berlalu, juga dengan Shubuh saat ia bersinar dan terbelah, sesungguhnya neraka merupakan salah satu perkara besar, sebagai peringatan dan ancaman bagi manusia, bagi siapa di antara kalian ingin mendekatkan dirinya kepada Tuhannya dengan melaksanakan ketaatan atau mundur dengan tidak melakukan kemaksiatan.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

32-33. Tidak! Ungkapan untuk menyanggah dan membantah mereka yang berkata: “Penjaga Saqar itu masih bisa dilawan, aku bersumpah demi bulan yang terang, dan demi malam yang gelap apabila berlalu dan juga menyelimuti.

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

32-37. Sekali-kali tidak, tidaklah urusannya sebagaimana kalian sangka wahai orang-orang musyrik, yaitu tidak mungkin di antara mampu menaklukkan para penjaga neraka jahannam; Aku bersumpah dengan bulan jika sinarnya menyinari alam, dengan malam jika muncul dan pergi dan dengan subuh jika matahari telah naik; Sungguh jahannam termasuk salah satu ujian dan musibah yang besar, dimana Allah menjadikan sebagai peringatan bagi siapa dari seorang hamba yang bersegera agar lolos darinya, yaitu dengan mentauhidkan Allah dan taat kepada-Nya, kemudian mengerjakan apa yang diperintahkan, dan menjauhi larangan-Nya; Atau bagi hamba yang menganggap remeh (dari peringatan jahannam) dan kemudian dia celaka karena sebab kesyirikan dan maksiat. Sungguh setiap apa yang terjadi di hari kiamat termasuk kondisi yang dahsyat, terhina yang memasukinya karena dahsyatnya segala keadaannya dan panas apinya yang menyambar-nyambar, yang cahaya apinya menyala siang dan malam, dan bahan bakaranya adalah manusia dan batu-batuan. Dan firman Allah : لِمَن شَآءَ, sebagai bantahan kepada jabariyyah yang mereka berkata : Sesungguhnya seorang hamba dikuasai dan tidak memiliki kehendak apapun baginya.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Maksud ‘tidak’ adalah bantahan terhadap ucapan orang-orang musyrik yang mengingkari hal-hal tersebut di atas. Ada pula yang mengatakan, bahwa kata “Kallaa” di ayat ini artinya “Alaa” (Ingatlah!).

Allah Subhaanahu wa Ta'aala bersumpah dengan bulan, dengan malam ketika berlalu dan dengan Subuh ketka semakin terang karena semuanya (bulan, malam dan Subuh) mengandung ayat-ayat Allah yang agung yang menunjukkan kesempurnaan Allah dan kebijaksanaan-Nya, luasnya keperkasaan-Nya, meratanya rahmat-Nya dan meliputnya ilmu-Nya. Yang disumpahi adalah neraka yang merupakan salah satu bencana yang sangat besar. Apabila Dia telah memberitahukan tentangnya dan kamu pun sudah mengetahuinya dengan jelas, maka barang siapa yang ingin maju dengan mengerjakan amal yang mendekatkan kepada Tuhannya, meraih keridhaan-Nya dan mendapatkan surganya, maka dipersilahkan, dan barang siapa yang ingin mundur dari itu sehingga ia mengerjakan maksiat dan mendekatkan dirinya ke neraka, maka dipersilahkan. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Dan katakanlah, "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.” (Terj. Al Kahfi: 29)

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

32-37. Untuk menafikan dugaan orang-orang kafir tentang kemampuan mereka menghadapi penjaga-penjaga neraka, atau untuk mengancam dan menghardik mereka yang memperolok-olokkan bilangan itu, maka Allah berfirman, sekali-kali tidak! aku bersumpah demi bulan, dan demi malam ketika telah berlalu, dan demi subuh apabila mulai terang, sesungguhnya saqar itu adalah salah satu bencana yang sangat besar, sebagai ancaman yang mengerikan dan sekaligus sebagai peringatan bagi manusia, yaitu bagi siapa di antara kamu yang ingin maju meraih kebajikan atau mundur sehingga enggan untuk meraihnya

Tafsir Ringkas Kemenag