Surat Al-Muddatstsir Ayat 11

Text Bahasa Arab dan Latin

ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian.

Tafsir Hidayatul Insan

Ayat ini dan beberapa ayat berikutnya diturunkan mengenai seorang kafir Mekah, pemimpin Quraisy bernama Al Walid bin Mughirah Al Makhzumiy; seorang yang menentang kebenaran dan memerangi Allah dan Rasul-Nya sehingga Allah Subhaanahu wa Ta'aala mencelanya dengan celaan yang berbeda dengan lainnya, dan itulah balasan bagi orang yang menentang kebenaran dan memeranginya; ia memperoleh kehinaan di dunia dan azab di akhirat.

Bisa juga diartikan, biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku ciptakan dia dalam keadaan sendiri, yakni tanpa harta, tanpa keluarga dan tanpa yang lainnya, dimana Aku mengurusnya dan membesarkannya dengan memberikan berbagai kenikmatan, sebagaimana disebutkan nikmat-nikmat itu di ayat selanjutnya.

Tafsir Kemenag

11-13. Di antara tokoh pendurhaka yang menjadi latar belakang turunnya ayat-ayat ini dan akan mengalami kesulitan pada hari kiamat adalah al-walid bin al-Mugirah. Terhadap tokoh ini dan siapa saja yang perilakunya sama dengan al-walid, maka Allah menegaskan demikian, biarkanlah aku yang bertindak terhadap orang yang aku sendiri telah menciptakannya, tanpa bantuan dari siapa pun. Penciptaan manusia pastilah melibatkan kedua orang tua, namun pada ayat ini peran itu dinafikan karena menunjukkan ancaman yang serius terhadap yang durhaka. Dan orang tersebut juga aku berikan baginya kekayaan yang melimpah melalui sebab-sebab yang telah ditetapkan, dan juga anugerah berupa anak-anak yang selalu bersamanya, 11-13

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018