Surat Al-Muddatstsir Ayat 7

Text Bahasa Arab dan Latin

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

Tafsir Hidayatul Insan

Terhadap menjalankan perintah dan menjauhi larangan, dan haraplah pahala dan keridhaan Allah dengan kesabaranmu itu. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan perintah Tuhannya, segera melakukannya dan memberikan peringatan kepada manusia serta menerangkan kepada mereka semua tuntutan ilahi dengan ayat-ayat yang jelas, Beliau juga mengagungkan Allah Ta’ala dan mengajak manusia untuk mengagungkan-Nya, dan Beliau bersihkan amal Beliau baik yang tampak maupun yang tersembunyi dari semua keburukan serta menjauhi semua yang dapat menjauhikan diri dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala seperti patung dan para penyembahnya, keburukan dan para pelakunya. Beliau memiliki jasa terhadap manusia setelah nikmat Allah tanpa menuntut balasan dan rasa syukur dari mereka, Beliau juga bersabar karena Allah dengan sabar yang sangat sempurna; Beliau sabar dalam menjalankan perintah Allah, sabar dalam menjauhi larangan Allah dan terhadap taqdir Allah yang pedih sehingga Beliau melebihi para rasul ulul ‘azmi yang lain, maka semoga shalawat Allah dan salam dilimpahkan kepadanya.

Tafsir Kemenag

5-7. Dan petunjuk yang ketiga adalah, tinggalkanlah segala perbuatan yang keji seperti penyembahan berhala, betapa pun banyak yang melakukan. Petunjuk yang keempat, dan janganlah engkau, wahai nabi Muhammad, memberi yaitu usahamu dalam berdakwah dengan maksud untuk mendapatkan imbalan duniawi dari manusia. Dengan demikian engkau akan memperoleh balasan dari Allah, yang lebih banyak. Petunjuk terakhir, kelima, larangan memperoleh imbalan dapat menimbulkan kesulitan maka apabila menghadapi kesulitan ayat ini memberi petunjuk, dan hanya karena tuhanmu, maka bersabarlah, pasti engkau akan berhasil dalam dakwahmu. 8-10. Kesulitan dalam dakwah tidaklah seberapa, akan ada saat yang lebih sulit lagi, maka apabila sangkakala ditiup yaitu hari kiamat telah tiba, maka itulah hari yang serba sulit, bagi siapa saja. Terlebih bagi orang-orang kafir yaitu yang keras kepala mengingkari kebenaran, pada hari itu tidak mudah, keadaannya akan diliputi kesulitan yang dahsyat.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018