Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Insan

هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا

Arab-Latin: hal atā ‘alal-insāni ḥīnum minad-dahri lam yakun syai`am mażkụrā

Terjemah Arti:  1.  Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

1. Telah berlalu waktu yang panjang atas manusia sebelum ruh ditiupkan padanya, di mana saat itu dia bukan merupakan sesuatu apa pun yang dapat disebut, dan tidak diketahui jejaknya.

إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

innā khalaqnal-insāna min nuṭfatin amsyājin nabtalīhi fa ja’alnāhu samī’an baṣīrā

 2.  Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا

innā hadaināhus-sabīla immā syākiraw wa immā kafụrā

 3.  Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.

2-3. Sesungguhnya Kami menciptakan manusia dari setetes air yang merupakan gabungan antara sperma laki-laki dan sperma perempaun. Kami mengujinya dengan beban-beban syariat sesudah itu, karena itu Kami membuatnya mendengar dan melihat agar dia mendengar ayat-ayat dan melihat bukti-bukti. Sesungguhnya Kami menjelaskan dan mengenalkan kepadanya jalan hidayah dan kesesatan, kebaikan dan keburukan, agar dia menjadi Mukmin yang bersyukur atau kafir yang pengingkar.

إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَلَاسِلَ وَأَغْلَالًا وَسَعِيرًا

innā a’tadnā lil-kāfirīna salāsila wa aglālaw wa sa’īrā

 4.  Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.

4. Sesungguhnya Kami menyiapkan bagi orang-orang kafir itu pengikat untuk mengikat kaki-kaki mereka, belenggu-belenggu untuk membelenggu tangan mereka ke leher mereka, dan api neraka yang membakar mereka.

إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا

innal-abrāra yasyrabụna ming ka`sing kāna mizājuhā kāfụrā

 5.  Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur,

5. Sesungguhnya ahli ketaatan dan keikhlasan yang menunaikan hak Allah akan minum pada Hari Kiamat dari gelas yang berisi khamar yang bercampur dengan wewangian paling bagus, yaitu air kafur.

عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيرًا

‘ainay yasyrabu bihā ‘ibādullāhi yufajjirụnahā tafjīrā

 6.  (yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.

يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا

yụfụna bin-nażri wa yakhāfụna yaumang kāna syarruhụ mustaṭīrā

 7.  Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا

wa yuṭ’imụnaṭ-ṭa’āma ‘alā ḥubbihī miskīnaw wa yatīmaw wa asīrā

 8.  Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.

إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

innamā nuṭ’imukum liwaj-hillāhi lā nurīdu mingkum jazā`aw wa lā syukụrā

 9.  Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.

إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا

innā nakhāfu mir rabbinā yauman ‘abụsang qamṭarīrā

 10.  Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.

6-10. Minuman yang dicampur dengan kafur ini adalah mata air yang darinya para hamba Allah akan minum, mereka meng-alirkannya sebagaimana mereka kehendaki dengan mudah. Orang-orang itu dulu di dunia memenuhi apa yang mereka wajibkan atas diri mereka sendiri berupa ketaatan kepada Allah, mereka takut kepada azab Allah pada Hari Kiamat yang mudaratnya berat, keburukannya merata dan menyebar atas manusia, kecuali siapa yang dirahmati Allah. Mereka memberi makan, sekalipun mereka mencintai makanan itu karena mereka membutuhkannya, kepada orang miskin lemah yang tidak mampu berusaha yang tidak mempunyai apa yang mencukupinya, anak kecil yang bapaknya mati sementara dia belum baligh dan tidak berharta, serta tawanan yang ditawan dalam perang dari kalangan orang-orang kafir dan lainnya. Mereka berkata dalam diri mereka, “Kami berbuat baik kepada kalian demi mencari ridha dan pahala Allah, kami tidak mencari ganti, tidak menginginkan pujian dan sanjungan dari kalian. Sesungguhnya kami takut kepada (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang padanya wajah-wajah menjadi muram durja, serta kening-kening berkerut karena bebannya yang berat dan ketakutannya yang mencekam.”

فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَٰلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا

fa waqāhumullāhu syarra żālikal-yaumi wa laqqāhum naḍrataw wa surụrā

 11.  Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati.

وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا

wa jazāhum bimā ṣabarụ jannataw wa ḥarīrā

 12.  Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera,

مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ ۖ لَا يَرَوْنَ فِيهَا شَمْسًا وَلَا زَمْهَرِيرًا

muttaki`īna fīhā ‘alal-arā`ik, lā yarauna fīhā syamsaw wa lā zamharīrā

 13.  di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan.

وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلَالُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوفُهَا تَذْلِيلًا

wa dāniyatan ‘alaihim ẓilāluhā wa żullilat quṭụfuhā tażlīlā

 14.  Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.

11-14. Maka Allah melindungi mereka dari kesulitan-kesulitan di hari itu, Allah memberi mereka kebaikan dan cahaya pada wajah-wajah mereka, serta kebahagiaan dan suka cita dalam hati mereka. Allah memberi mereka pahala atas kesabaran mereka di dunia dalam menjalankan ketaatan berupa surga yang agung, di sana mereka makan apa yang mereka kehendaki, memakai kain sutra yang lembut, bersandar pada ranjang-ranjang yang terhias dengan kain-kain dan seprai-seprai yang indah. Di sana mereka tidak merasakan panasnya matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan, pohon-pohon surga dekat kepada mereka, menaungi mereka, mudah bagi untuk memetiknya.

وَيُطَافُ عَلَيْهِمْ بِآنِيَةٍ مِنْ فِضَّةٍ وَأَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيرَا

wa yuṭāfu ‘alaihim bi`āniyatim min fiḍḍatiw wa akwābing kānat qawārīrā

 15.  Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca,

قَوَارِيرَ مِنْ فِضَّةٍ قَدَّرُوهَا تَقْدِيرًا

qawārīra min fiḍḍating qaddarụhā taqdīrā

 16.  (yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya.

وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيلًا

wa yusqauna fīhā ka`sang kāna mizājuhā zanjabīlā

 17.  Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.

عَيْنًا فِيهَا تُسَمَّىٰ سَلْسَبِيلًا

‘ainan fīhā tusammā salsabīlā

 18.  (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil.

15-18. Mereka dikelilingi pelayan-pelayan dengan membawa nampan-nampan perak, gelas-gelas minuman dari kaca, kaca dari perak, para pemberi minum menakarnya dalam batas yang disukai oleh orang-orang yang meminumnya, tidak lebih, tidak kurang. Orang-orang baik itu diberi minum di surga dengan sebuah gelas yang penuh dengan khamar yang dicampur dengan jahe. Mereka minum dari mata air surga yang bernama Salsabila. Dinamakan demikian, karena airnya aman untuk diminum, mudah ditelan, dan lezat rasanya.

۞ وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَنْثُورًا

wa yaṭụfu ‘alaihim wildānum mukhalladụn, iżā ra`aitahum ḥasibtahum lu`lu`am manṡụrā

 19.  Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan.

19. Orang-orang baik itu dikelilingi anak-anak yang keadaan mereka tidak berubah, mereka melayani orang-orang beriman tersebut. Bila kamu melihat mereka, kamu menyangka bahwa mereka adalah mutiara-mutiara yang tersebar dan berkilau, karena bersihnya kulit mereka dan berbinarnya wajah mereka.

وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا

wa iżā ra`aita ṡamma ra`aita na’īmaw wa mulkang kabīrā

 20.  Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.

20. Bila kamu melihat bagian mana pun dari surga, niscaya kamu melihat kenikmatan yang tidak bisa dilukiskan, dan kerajaan agung luas yang tidak berbatas.

عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ ۖ وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا

‘āliyahum ṡiyābu sundusin khuḍruw wa istabraquw wa ḥullū asāwira min fiḍḍah, wa saqāhum rabbuhum syarāban ṭahụrā

 21.  Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih.

21. Tubuh mereka menjadi indah dengan pakaian-pakaian yang bagian dalamnya adalah sutra lembut, sedangkan bagian luarnya adalah sutra tebal, mereka dihiasi dengan perhiasan dari gelang-gelang perak, di samping semua kenikmatan itu, Tuhan mereka memberi mereka minuman yang tidak ada noda dan kotoran padanya.

إِنَّ هَٰذَا كَانَ لَكُمْ جَزَاءً وَكَانَ سَعْيُكُمْ مَشْكُورًا

inna hāżā kāna lakum jazā`aw wa kāna sa’yukum masykụrā

 22.  Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan).

22. Dikatakan kepada mereka, “Sesungguhnya ini disiapkan bagi kalian sebagai balasan atas amal-amal shalih kalian, dan amal kalian ketika di dunia diridhai dan diterima oleh Allah.”

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ تَنْزِيلًا

innā naḥnu nazzalnā ‘alaikal-qur`āna tanzīlā

 23.  Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Quran kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur.

23. Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu (wahai Rasul) al-Quran dari sisi Kami agar kamu mengingatkan manusia dengan apa yang ada padanya berupa janji pahala dan ancaman siksa, balasan dan hukuman.

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ آثِمًا أَوْ كَفُورًا

faṣbir liḥukmi rabbika wa lā tuṭi’ min-hum āṡiman au kafụrā

 24.  Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antar mereka.

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

ważkurisma rabbika bukrataw wa aṣīlā

 25.  Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.

24-25. Maka bersabarlah dalam menerima keputusan Tuhanmu yang merupakan takdirNya dan hukumNya yang merupakan agama, serta berjalanlah di atasnya. Jangan taati orang-orang musyrik yang tenggelam dalam hawa nafsu atau terbenam dalam kekafiran dan kesesatan. Teruslah berdzikir menyebut Nama Tuhanmu dan berdoa kepadaNya di pagi dan sore hari.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا

wa minal-laili fasjud lahụ wa sabbiḥ-hu lailan ṭawīlā

 26.  Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari.

26. Dan dari sebagian malam hari tunduklah kepada Tuhanmu dan shalatlah untukNya, bertahajudlah untukNya dalam waktu yang lama.

إِنَّ هَٰؤُلَاءِ يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَاءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيلًا

inna hā`ulā`i yuḥibbụnal-‘ājilata wa yażarụna warā`ahum yauman ṡaqīlā

 27.  Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat).

27. Sesungguhnya orang-orang musyrik itu mencintai dunia dan menyibukkan diri dengannya, mencampakkan usaha untuk meraih akhirat di balik punggung mereka, dan melalaikan apa yang menjadi sebab keselamatan mereka pada hari yang kesulitannya besar.

نَحْنُ خَلَقْنَاهُمْ وَشَدَدْنَا أَسْرَهُمْ ۖ وَإِذَا شِئْنَا بَدَّلْنَا أَمْثَالَهُمْ تَبْدِيلًا

naḥnu khalaqnāhum wa syadadnā asrahum, wa iżā syi`nā baddalnā amṡālahum tabdīlā

 28.  Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka, apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka.

28. Kami telah menciptakan mereka dan membaguskan penciptaan mereka. Bila Kami berkehendak, Kami dapat membinasakan mereka dan mendatangkan kaum lain yang taat dan melaksanakan perintah-perintah Allah.

إِنَّ هَٰذِهِ تَذْكِرَةٌ ۖ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًا

inna hāżihī tażkirah, fa man syā`attakhaża ilā rabbihī sabīlā

 29.  Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya.

وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

wa mā tasyā`ụna illā ay yasyā`allāh, innallāha kāna ‘alīman ḥakīmā

 30.  Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

يُدْخِلُ مَنْ يَشَاءُ فِي رَحْمَتِهِ ۚ وَالظَّالِمِينَ أَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

yudkhilu may yasyā`u fī raḥmatih, waẓ-ẓālimīna a’adda lahum ‘ażāban alīmā

 31.  Dan memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya (surga). Dan bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih.

29-31. Sesungguhnya surat ini merupakan nasihat bagi seluruh manusia. Barangsiapa menginginkan kebaikan bagi dirinya di dunia dan akhirat, tentu dia mengambil iman dan takwa sebagai jalan yang menyampaikannya kepada ampunan Allah dan ridhaNya. Mereka tidak menginginkan sesuatu kecuali dengan takdir Allah dan kehendakNya, Mahabijaksana dalam pengaturan dan perbuatanNya. Allah memasukkan siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya dalam rahmat dan ridhaNya, mereka adalah orang-orang Mukmin. Allah menyiapkan bagi orang-orang zhalim yang melampaui batasan-batasan Allah, azab yang pedih.

Related: Surat al-Mursalat Arab-Latin, Surat an-Naba Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat an-Naziat, Terjemahan Tafsir Surat ‘Abasa, Isi Kandungan Surat at-Takwir, Makna Surat al-Infithar

Category: Tafsir Per Surat

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!