Surat Al-Insan Ayat 20

Text Bahasa Arab dan Latin

وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.

Tafsir Hidayatul Insan

Yakni engkau akan melihat salah seorang di antara mereka mempunyai istana, tempat tinggal dan kamar-kamar yang indah yang sulit disifatkan. Demikian pula kebun-kebun yang indah, buah-buahan yang lezat yang mudah dipetik, sungai yang mengalir, dan lainnya yang menarik hati dan menggembirakan jiwa. Ia juga memiliki istri-istri yang sangat cantik dan baik yang menggabung antara keindahan luar dan dalam sehingga membuat hati senang, di samping dikelilingi para pelayan yang selalu melayani permintaannya sehingga ia merasakan ketenangan, ketenteraman dan kenyamanan. Dan yang paling besar di atas semua itu adalah dapat melihat Allah Subhaanahu wa Ta'aala, mendengar pembicaraan-Nya, merasakan kenikmatan di dekat-Nya serta meraih ridha-Nya. Maka Mahasuci Allah Yang Maharaja lagi Maha Memiliki, Yang Mahabenar lagi Maha Menerangkan yang tidak akan habis perbendaharaan-Nya dan tidak akan berkurang kebaikan-Nya. Oleh karena tidak akan habis sifat-sifat-Nya, maka tidak akan habis pula kebaikan dan ihsan-Nya. Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam surgamu dan jauhkanlah kami dari neraka. Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam surgamu dan jauhkanlah kami dari neraka. Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam surgamu dan jauhkanlah kami dari neraka.

Tafsir Kemenag

Dan di samping para pelayan yang menakjubkan, maka apabila engkau melihat keadaan di sana yaitu di surga, niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan yang sempurna dan kerajaan yang besar, luas tanpa batas yang belum pernah terlintas dalam benak manusia. 21. Hidangan dan pelayan sudah dijelaskan kini giliran dijelaskan tentang pakaian para penghuni surga. Mereka berpakaian sutera halus yang berwarna hijau dan sutera tebal dan juga memakai gelang terbuat dari perak masing-masing sesuai dengan kedudukannya, dan tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih dan suci yang benar-benar berbeda dengan minuman selainnya.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018