Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Fath

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا

Arab-Latin: innā fataḥnā laka fat-ḥam mubīnā

Terjemah Arti:  1.  Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata,

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Sesungguhnya Kami memberimu (wahai Rasul) kemenangan yang nyata, dalam kemenangan itu Allah meninggikan agamamu dan memenangkanmu atas musuhmu. Kemenangan ini adalah perjanjian damai Hudaibiyah yang menjamin keamanan manusia sebagian dari sebagian yang lain, yang membuat lingkaran dakwah Islam menjadi meluas, siapa yang ingin mengetahui kebenaran Islam bisa mengetahuinya, dalam masa tersebut manusia masuk ke dalam agama Allah dalam jumlah besar, karena itu Allah menamakannya dengan kemenangan yang nyata, yakni tampak dan jelas.

لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا

liyagfira lakallāhu mā taqaddama min żambika wa mā ta`akhkhara wa yutimma ni’matahụ ‘alaika wa yahdiyaka ṣirāṭam mustaqīmā

 2.  supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,

وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ نَصْرًا عَزِيزًا

wa yanṣurakallāhu naṣran ‘azīzā

 3.  dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).

2-3. Kami memberimu kemenangan itu dan memudahkannya bagimu, karena Allah hendak mengampuni dosa-dosamu yang telah berlalu dan yang akan datang, sebab kemenangan ini mengandung ketaatan-ketaatan yang banyak dan terwujud melalui perjuangan yang melelahkan. Allah menyempurnakan nikmatNya atasmu dengan meninggikan agamamu dan memenangkanmu atas musuh-musuhmu, membimbingmu ke jalan yang lurus, agama yang tidak bengkok. Allah memenangkanmu dengan kemenangan yang kuat yang padanya Islam tidak melemah.

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

huwallażī anzalas-sakīnata fī qulụbil-mu`minīna liyazdādū īmānam ma’a īmānihim, wa lillāhi junụdus-samāwāti wal-arḍ, wa kānallāhu ‘alīman ḥakīmā

 4.  Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

Dia-lah Allah Yang menurunkan ketenangan pada hati orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya di hari Hudaibiyah, hati mereka pun menjadi tenang, keyakinan bersemayam kokoh didalamnya, agar pembenaran mereka kepada Allah dan sikap mereka mengikuti RasulNya semakin bertambah di samping pembenaran dan sikap mengikuti mereka yang sudah ada. Hanya milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, yang dengan mereka Allah memenangkan hamba-hambaNya yang beriman. Allah Maha Mengetahui kebaikan hamba-hambaNya, Mahabijaksana dalam pengaturan dan penciptaanNya.

لِيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَيُكَفِّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عِنْدَ اللَّهِ فَوْزًا عَظِيمًا

liyudkhilal-mu`minīna wal-mu`mināti jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā wa yukaffira ‘an-hum sayyi`ātihim, wa kāna żālika ‘indallāhi fauzan ‘aẓīmā

 5.  supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah,

Allah hendak memasukkan orang-orang beriman; laki-laki dan perempuan ke dalam surga-surga yang sungai-sungai mengalir di bawah istana-istana dan pohon-pohonnya, mereka tinggal disana selamanya. Allah menghapus keburukan yang pernah mereka kerjakan, sehingga Dia tidak menghukum mereka atasnya. Balasan tersebut di sisi Allah merupakan keselamatan dari segala kepedihan dan kemenangan meraih segala yang diinginkan.

وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ ۚ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ ۖ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

wa yu’ażżibal-munāfiqīna wal-munāfiqāti wal-musyrikīna wal-musyrikātiẓ-ẓānnīna billāhi ẓannas-saụ`, ‘alaihim dā`iratus-saụ`, wa gaḍiballāhu ‘alaihim wa la’anahum wa a’adda lahum jahannam, wa sā`at maṣīrā

 6.  dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.

Dan Allah mengazab orang-orang munafik; laki-laki dan perempuan, orang-orang musyrik; laki-laki dan perempuan yang berburuk sangka kepada Allah bahwa Allah tidak akan memenangkan NabiNya dan orang-orang beriman yang bersamanya atas musuh-musuhnya, dan Allah tidak akan meninggikan agamaNya. Orang-orang tersebut akan dikepung oleh azab dan apa yang memburukkan mereka, Allah murka terhadap mereka, mengusir mereka dari rahmatNya, menyiapkan bagi mereka api Neraka Jahanam sebagai tempat kembali, dan itu adalah tempat tinggal paling buruk.

وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

wa lillāhi junụdus-samāwāti wal-arḍ, wa kānallāhu ‘azīzan ḥakīmā

 7.  Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Allah memiliki bala tentara langit dan bumi, yang dengan mereka Allah menolong hamba-hambaNya. Allah Mahaperkasa atas makhlukNya lagi Mahabijaksana dalam mengatur urusan mereka.

إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا

innā arsalnāka syāhidaw wa mubasysyiraw wa nażīrā

 8.  Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan,

لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

litu`minụ billāhi wa rasụlihī wa tu’azzirụhu wa tuwaqqirụh, wa tusabbiḥụhu bukrataw wa aṣīlā

 9.  supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang.

8-9. Sesungguhnya Kami mengutusmu (wahai Rasul) sebagai saksi atas umatmu bahwa kamu telah menyampaikan, juga sebagai penjelas bagi mereka tentang apa yang dengannya Kami mengutusmmu kepada mereka, juga sebagai pemberi kabar gembira berupa surga bagi siapa yang menaatimu, juga sebagai pemberi peringatan berupa azab dunia dan akhirat bagi siapa yang mendurhakaimu; agar kalian beriman kepada Allah dan RasulNya, menolong Allah dan menolong agamaNya, mengagungkan Allah, dan bertasbih kepadaNya, di pagi dan petang hari.

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

innallażīna yubāyi’ụnaka innamā yubāyi’ụnallāh, yadullāhi fauqa aidīhim, fa man nakaṡa fa innamā yangkuṡu ‘alā nafsih, wa man aufā bimā ‘āhada ‘alaihullāha fa sayu`tīhi ajran ‘aẓīmā

 10.  Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.

Sesungguhnya orang-orang yang membai’atmu (wahai Nabi) di Hudaibiyah untuk berperang, hakikatnya mereka membai’at Allah, mengikrarkan akad janji kepadaNya demi mendapatkan surga dan ridha Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka. Allah bersama mereka mendengar perkataan-perkataan mereka, melihat tempat mereka, mengetahui lahir dan batin mereka. Barangsiapa membatalkan bai’at nya, akibat buruknya hanya akan kembali kepada dirinya sendiri. Sebaliknya, barangsiapa memenuhi apa yang telah dia janjikan kepada Allah berupa kesabaran saat bertemu musuh di jalan dan menolong NabiNya, Muhammad, niscaya Allah memberinya pahala besar, yaitu surga. Dalam Ayat ini menetapkan sifat “tangan” bagi Allah sesuai dengan keagunganNya tanpa menyamakan dan menentukan bentuk dan caranya.

سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الْأَعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا ۚ يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ ۚ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا ۚ بَلْ كَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

sayaqụlu lakal-mukhallafụna minal-a’rābi syagalatnā amwālunā wa ahlụnā fastagfir lanā, yaqụlụna bi`alsinatihim mā laisa fī qulụbihim, qul fa may yamliku lakum minallāhi syai`an in arāda bikum ḍarran au arāda bikum naf’ā, bal kānallāhu bimā ta’malụna khabīrā

 11.  Orang-orang Badwi yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan: “Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami”; mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Akan berkata kepadamu (wahai Nabi) orang-orang yang menolak berangkat bersamamu ke makkah dari kalangan orang-orang Arab Badui, jika kamu menegur mereka, “Harta dan keluarga kami telah menyibukkan kami. Mintalah ampunan kepada Tuhanmu untuk kami atas ketertinggalan kami.” Mereka mengucapkannya dengan lisan mereka tanpa diyakini oleh hati mereka. Katakanlah kepada mereka, “Siapa yang memiliki kesanggupan untuk melindungi kalian dari Allah bila Allah menginginkan keburukan atau kebaikan atas kalian?” perkaranya tidak sebagaimana yang dikira oleh orang-orang munafik itu, bahwa Allah tidak mengetahui apa yang mereka simpan dalam dada mereka, yaitu kemunafikan, sebaliknya Allah Mahateliti terhadap apa yang mereka kerjakan, tidak ada sedikitpun dari amal-amal makhlukNya yang samar bagiNya.

بَلْ ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَنْقَلِبَ الرَّسُولُ وَالْمُؤْمِنُونَ إِلَىٰ أَهْلِيهِمْ أَبَدًا وَزُيِّنَ ذَٰلِكَ فِي قُلُوبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ ظَنَّ السَّوْءِ وَكُنْتُمْ قَوْمًا بُورًا

bal ẓanantum al lay yangqalibar-rasụlu wal-mu`minụna ilā ahlīhim abadaw wa zuyyina żālika fī qulụbikum wa ẓanantum ẓannas-saụ`, wa kuntum qaumam bụrā

 12.  Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.

Dan tidaklah benar sebagaimana yang kalian klaim, yaitu karena kesibukan kalian dengan harta dan keluarga kalian, akan tetapi sebaliknya kalian mengira bahwa rasulullah dan para sahabat yang bersamanya akan binasa, tidak pulang kepada kalian selamanya. Setan membaguskan hal itu dalam hati kalian. Kalian menduga dengan dugaan buruk bahwa Allah tidak akan menolong hambaNya, Muhammad dan para sahabatnya atas musuh-musuh mereka. Kalian memang orang-orang celaka yang tidak ada kebaikan pada kalian.

وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ فَإِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَعِيرًا

wa mal lam yu`mim billāhi wa rasụlihī fa innā a’tadnā lil-kāfirīna sa’īrā

 13.  Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala.

barangsiapa tidak membenarkan Allah dan apa yang dibawa oleh Rasulullah, serta tidak mengamalakn syariatNya, maka sesungguhnya dia adalah kafir dan berhak untuk diazab. Sesungguhnya Kami menyiapkan azab yang membakar di neraka bagi orang-orang kafir.

وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

wa lillāhi mulkus-samāwāti wal-arḍ, yagfiru limay yasyā`u wa yu’ażżibu may yasyā`, wa kānallāhu gafụrar raḥīmā

 14.  Dan hanya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia memberikan ampun kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mengazab siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya. Dia memaafkan dengan rahmatNya siapa yang di kehendaki lalu menutupi dosanya, dan mengazab dengan keadilan-Nya siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun bagi siapa yang bertaubat kepadaNya lagi Maha Penyayang kepadanya.

سَيَقُولُ الْمُخَلَّفُونَ إِذَا انْطَلَقْتُمْ إِلَىٰ مَغَانِمَ لِتَأْخُذُوهَا ذَرُونَا نَتَّبِعْكُمْ ۖ يُرِيدُونَ أَنْ يُبَدِّلُوا كَلَامَ اللَّهِ ۚ قُلْ لَنْ تَتَّبِعُونَا كَذَٰلِكُمْ قَالَ اللَّهُ مِنْ قَبْلُ ۖ فَسَيَقُولُونَ بَلْ تَحْسُدُونَنَا ۚ بَلْ كَانُوا لَا يَفْقَهُونَ إِلَّا قَلِيلًا

sayaqụlul-mukhallafụna iżanṭalaqtum ilā magānima lita`khużụhā żarụnā nattabi’kum, yurīdụna ay yubaddilụ kalāmallāh, qul lan tattabi’ụnā każālikum qālallāhu ming qabl, fa sayaqụlụna bal taḥsudụnanā, bal kānụ lā yafqahụna illā qalīlā

 15.  Orang-orang Badwi yang tertinggal itu akan berkata apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan: “Biarkanlah kami, niscaya kami mengikuti kamu”; mereka hendak merubah janji Allah. Katakanlah: “Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami; demikian Allah telah menetapkan sebelumnya”; mereka akan mengatakan: “Sebenarnya kamu dengki kepada kami”. Bahkan mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.

Orang-orang yang tidak berangkat berjihad akan berkata kepadamu (wahai Nabi) manakala kamu dan para sahabatmu berangkat untuk mengambil harta rampasan Perang Khaibar yang telah Allah janjikan kepada kalian, “Izinkanlah kami bersama kalian ke Khaibar.” Mereka hendak merubah janji Allah kepada kalian. Katakanlah kepada mereka, “Kalian tidak boleh ikut (berangkat) bersama Kami ke Khaibar, karena Allah telah berfirman kepada kami sebelum kami pulang ke Madinah bahwa harta rampasan perang Khaibar hanya untuk siapa yang ikut dalam perjanjian HUdaibiyah bersama kami.” Mereka akan berkata, “Perkaranya tidak seperti itu, Allah tidak memerintahkannya kepada kalian. Kalian hanya ingin menghalang-halangi kami berangkat karena kalian hasad terhadap kami, agar kami tidak mendapatkan harta rampasan perang bersama kalian.” Urusannya tidak seperti yang mereka sangka, mereka memang tidak memahami dari Allah apa yang menjadi hak mereka dan apa yang menjadi kewajiban mereka dari masalah agama, kecuali sedikit.

قُلْ لِلْمُخَلَّفِينَ مِنَ الْأَعْرَابِ سَتُدْعَوْنَ إِلَىٰ قَوْمٍ أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ تُقَاتِلُونَهُمْ أَوْ يُسْلِمُونَ ۖ فَإِنْ تُطِيعُوا يُؤْتِكُمُ اللَّهُ أَجْرًا حَسَنًا ۖ وَإِنْ تَتَوَلَّوْا كَمَا تَوَلَّيْتُمْ مِنْ قَبْلُ يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

qul lil-mukhallafīna minal-a’rābi satud’auna ilā qaumin ulī ba`sin syadīdin tuqātilụnahum au yuslimụn, fa in tuṭī’ụ yu`tikumullāhu ajran ḥasanā, wa in tatawallau kamā tawallaitum ming qablu yu’ażżibkum ‘ażāban alīmā

 16.  Katakanlah kepada orang-orang Badwi yang tertinggal: “Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu) niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu telah berpaling sebelumnya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih”.

Katakanlah kepada orang-orang yang tidak berangkat berperang dari orang-orang Arab Badui, “Kalian akan diajak berperang melawan suatu kaum yang punya kekuatan besar dalam peperangan, kalian memerangi mereka atau mereka akan masuk Islam tanpa perang. Bila kalian menaati Allah terhadap apa yang Dia serukan kepada kalian, yaitu memerangi kaum tersebut, niscaya Allah memberi kalian surga, namun bila kalian bermaksiat kepadaNya sebagaimana yang kalian lakukan saat kalian menolak berangkat Rasulullah ke Makkah, niscaya Allah mengazab kalian dengan azab yang menyakitkan.

لَيْسَ عَلَى الْأَعْمَىٰ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَمَنْ يَتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا أَلِيمًا

laisa ‘alal-a’mā ḥarajuw wa lā ‘alal-a’raji ḥarajuw wa lā ‘alal-marīḍi ḥaraj, wa may yuṭi’illāha wa rasụlahụ yudkhil-hu jannātin tajrī min taḥtihal-an-hār, wa may yatawalla yu’ażżib-hu ‘ażāban alīmā

 17.  Tiada dosa atas orang-orang yang buta dan atas orang yang pincang dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih.

Tidak ada dosa atas orang buta, pincang dan sakit dari kalian (wahai manusia) bila yang bersangkutan tidak berangkat berjihad bersama orang-orang beriman, karena mereka tidak memiliki kesanggupan. Barangsiapa menaati Allah dan RasulNya, niscaya Allah memasukannya ke dalam surga-surga yang sungai-sungai mengalir di bawah istana-istana dan pohon-pohonnya, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya, dimana dia tidak berangkat berjihad bersama orang-orang beriman, niscaya Allah mengazabnya dengan azab pedih yang menyakitkan.

۞ لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

laqad raḍiyallāhu ‘anil-mu`minīna iż yubāyi’ụnaka taḥtasy-syajarati fa ‘alima mā fī qulụbihim fa anzalas-sakīnata ‘alaihim wa aṡābahum fat-ḥang qarībā

 18.  Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).

وَمَغَانِمَ كَثِيرَةً يَأْخُذُونَهَا ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

wa magānima kaṡīratay ya`khużụnahā, wa kānallāhu ‘azīzan ḥakīmā

 19.  Serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

18-19. Sungguh Allah telah meridhai orang-orang beriman saat mereka membai’atmu (wahai Nabi) dibawah pohon itu. Bai’at ini adalah bai’at ar-Ridhwan di Hudaibiyah. Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati orang-orang beriman tersebut, yaitu iman, kejujuran, dan kesetiaan. Maka Allah menurunkan ketenangan kepada mereka, meneguhkan hati mereka dan menjanjikan mengganti apa yang tidak terwujud dengan perjanjian Hudaibiyah dengan sebuah kemenangan yang dekat, yaitu kemenangan pada Perang Khaibar dan harta rampasan perang yang besar yang mereka raih dari harta orang-orang Yahudi Khaibar. Allah MahaPerkasa dalam membalas musuh-musuhNya, Mahabijaksana dalam mengatur urusan makhlukNya.

وَعَدَكُمُ اللَّهُ مَغَانِمَ كَثِيرَةً تَأْخُذُونَهَا فَعَجَّلَ لَكُمْ هَٰذِهِ وَكَفَّ أَيْدِيَ النَّاسِ عَنْكُمْ وَلِتَكُونَ آيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ وَيَهْدِيَكُمْ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا

wa ‘adakumullāhu magānima kaṡīratan ta`khużụnahā fa ‘ajjala lakum hāżihī wa kaffa aidiyan-nāsi ‘angkum, wa litakụna āyatal lil-mu`minīna wa yahdiyakum ṣirāṭam mustaqīmā

 20.  Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.

وَأُخْرَىٰ لَمْ تَقْدِرُوا عَلَيْهَا قَدْ أَحَاطَ اللَّهُ بِهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا

wa ukhrā lam taqdirụ ‘alaihā qad aḥāṭallāhu bihā, wa kānallāhu ‘alā kulli syai`ing qadīrā

 21.  Dan (telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) yang lain (atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat menguasainya yang sungguh Allah telah menentukan-Nya. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

وَلَوْ قَاتَلَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوَلَّوُا الْأَدْبَارَ ثُمَّ لَا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

walau qātalakumullażīna kafarụ lawallawul-adbāra ṡumma lā yajidụna waliyyaw wa lā naṣīrā

 22.  Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah) kemudian mereka tiada memperoleh pelindung dan tidak (pula) penolong.

20-22. Allah menjanjikan harta rampasan perang yang besar kepada kalian yang kalian ambil pada saat yang telah Allah tetapkan, maka Allah menyegerakan harta rampasan Perang Khaibar dan Allah menahan tangan-tangan manusia dari kalian, kalian tidak ditimpa keburukan yang disembunyikan oleh musuh-musuh kalian, yaitu peperangan, mereka juga tidak mengganggu apa yang kalian tinggalkan di belakang kalian di Madinah, agar kekalahan musuh kalian, kemenangan kalian atas mereka dan harta rampasan perang yang kalian dapat bisa menjadi sebuah pelajaran bagi kalian, petunjuk bahwa Allah menjaga dan melindungi kalian, membimbing kalian ke jalan lurus yang tidak bengkok. Allah juga menjanjikan kalian harta rampasan perang yang lain yang kalian tidak berkuasa atasnya tetapi Allah menguasainya, ia dibawah pengaturan Allah dan kekuasanNya. Allah menjanjikan kepada kalian, dan apa yang Allah janjikan pasti akan terjadi. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang melemahkanNYa. Bila orang-orang kafir Quraisy memerangi kalian di Makkah, niscaya mereka akan kalah dan memberi kalian punggung-punggung mereka (karena melarikan dri dan kalah), sebagaimana yang dilakukan oleh pihak yang kalah dalam perang, kemudian mereka tidak memiliki penolong dan pembela selain Allah untuk membantu mereka memerangi kalian.

سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلُ ۖ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا

sunnatallāhillatī qad khalat ming qabl, wa lan tajida lisunnatillāhi tabdīlā

 23.  Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.

Sunnah Allah yang Dia tetapkan berlaku sebelumnya, bahwa Dia menolong dan memengkan bala tentaraNya atas musuh-musuhNya. Dan kamu wahai Nabi, tidak akan menemukan perubahan pada Sunnah Allah.

وَهُوَ الَّذِي كَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ عَنْهُمْ بِبَطْنِ مَكَّةَ مِنْ بَعْدِ أَنْ أَظْفَرَكُمْ عَلَيْهِمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا

wa huwallażī kaffa aidiyahum ‘angkum wa aidiyakum ‘an-hum bibaṭni makkata mim ba’di an aẓfarakum ‘alaihim, wa kānallāhu bimā ta’malụna baṣīrā

 24.  Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Allah yang menahan tangan (kejahatan) orang-orang musyrik terhadap kalian dan tangan kalian tehadap mereka di lembah Makkah sesudah kalian menangkap mereka, sehingga mereka berada dibawah kekuasaan kalian. Orang-orang musyrik itu adalah orang-orang yang hendak menyerang markas Rasulullah di Hudaibiyah, namun kaum Muslimin menangkap mereka, tetapi kaum Muslimin tidak membunuh mereka, sebaliknya melepaskan mereka, jumlah mereka sekitar 80 orang. Allah Maha Melihat perbuatan kalian, tidak ada sesuatu yang samar bagi Allah.

هُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَالْهَدْيَ مَعْكُوفًا أَنْ يَبْلُغَ مَحِلَّهُ ۚ وَلَوْلَا رِجَالٌ مُؤْمِنُونَ وَنِسَاءٌ مُؤْمِنَاتٌ لَمْ تَعْلَمُوهُمْ أَنْ تَطَئُوهُمْ فَتُصِيبَكُمْ مِنْهُمْ مَعَرَّةٌ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۖ لِيُدْخِلَ اللَّهُ فِي رَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ لَوْ تَزَيَّلُوا لَعَذَّبْنَا الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

humullażīna kafarụ wa ṣaddụkum ‘anil-masjidil-ḥarāmi wal-hadya ma’kụfan ay yabluga maḥillah, walau lā rijālum mu`minụna wa nisā`um mu`minātul lam ta’lamụhum an taṭa’ụhum fa tuṣībakum min-hum ma’arratum bigairi ‘ilm, liyudkhilallāhu fī raḥmatihī may yasyā`, lau tazayyalụ la’ażżabnallażīna kafarụ min-hum ‘ażāban alīmā

 25.  Merekalah orang-orang yang kafir yang menghalangi kamu dari (masuk) Masjidil Haram dan menghalangi hewan korban sampai ke tempat (penyembelihan)nya. Dan kalau tidaklah karena laki-laki yang mukmin dan perempuan-perempuan yang mukmin yang tiada kamu ketahui, bahwa kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesusahan tanpa pengetahuanmu (tentulah Allah tidak akan menahan tanganmu dari membinasakan mereka). Supaya Allah memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya mereka tidak bercampur-baur, tentulah Kami akan mengazab orang-orang yag kafir di antara mereka dengan azab yang pedih.

Orang-orang kafir Quraisy adalah orang-orang yang mengingkari keesaan Allah, menghalang-halangi kalian dari Masjidil Haram di hari Hudaibiyah, menghalang-halangi hewan hadyu, menahannya sehingga tidak bisa sampai ke tempat penyembelihannya, yaitu daerah al-Haram. Kalau bukan karena orang-orang lemah yang beriman dan kaum wanita yang beriman yang berada di tengah-tengah kaum musyrikin di Makkah yang menyembunyikan imannya karena takut terhadap diri mereka dan kalian tidak mengetahui mereka, lalu kalian menyerang Makkah dengan pasukan kalian dan membunuh mereka, akibatnya kalian melakukan dosa dan kerugian tanpa ilmu, niscaya Kami menguasakan kalian atas orang-orang musyrik tersebut. Allah hendak memasukkan siapa yang Dia kehendaki kedalam rahmatNya, Dia membimbing mereka kedalam iman sesudah kekafiran. Seandainya orang-orang beriman; laki-laki dan perempuan itu bisa dibedakan dengan orang-orang musyrik Makkah dan meninggalkan mereka, niscaya Kami mengazab orang-orang yang kafir dan mendustakan di antara mereka dengan azab yang pedih dan menyakitkan.

إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَىٰ وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

iż ja’alallażīna kafarụ fī qulụbihimul-ḥamiyyata ḥamiyyatal-jāhiliyyati fa anzalallāhu sakīnatahụ ‘alā rasụlihī wa ‘alal-mu`minīna wa alzamahum kalimatat-taqwā wa kānū aḥaqqa bihā wa ahlahā, wa kānallāhu bikulli syai`in ‘alīmā

 26.  Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

ketika orang-orang kafir itu mempertahankan fanatisme jahiliyah di dalam hati mereka, karena mereka tidak ingin mengakui risalah Muhammad, di antara buktinya adalah penolakan mereka untuk menulis dalam perjanjian Hudaibiyah ‘Bismillahirrahmanirrahim’. Mereka juga menolak ucapan, “Ini adalah perjanjian Muhammad Rasulullah.” Allah menurunkan ketenangan kepada Rasulullah dan orang-orang yang beriman bersamanya, membuat mereka memegang teguh kalimat La ilaha illallah yang merupakan pangkal segala ketakwaan. Rasulullah dan orang-orang yang beriman bersamanya lebih berhak atas kalimat takwa daripada orang-orang musyrik. Dan orang-orang beriman memang pemilik sah kalimat ini, bukan orang-orang musyrik. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak ada sesuatu yang samar bagiNya.

لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ ۖ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا

laqad ṣadaqallāhu rasụlahur-ru`yā bil-ḥaqq, latadkhulunnal-masjidal-ḥarāma in syā`allāhu āminīna muḥalliqīna ru`ụsakum wa muqaṣṣirīna lā takhāfụn, fa ‘alima mā lam ta’lamụ fa ja’ala min dụni żālika fat-ḥang qarībā

 27.  Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.

Allah telah membenarkan mimpi NabiNya yang Dia perlihatkan padanya dengan kebenaran bahwa engkau dan para sahabatmu pasti akan masuk ke Baitullah al-haram dengan aman; di mana kalian tidak takut terhadap orang-orang musyrik, kalian mencukur dan memendekkan rambut kalian. Allah mengetahui kebaikan dan kemaslahatan (di balik kegagalan kalian masuk Makkah pada tahun tersebut dan masuknya kalian pada tahun berikutnya) apa-apa yang tidak kalian ketahui. Allah menjadikan kegagalan kalian masuk makkah yang telah Dia janjikan kepada kalian pada tahun tersebut sebagai kemenangan yang dekat, yaitu perjanjian Hudaibiyah dan kemenangan pada Perang Khaibar.

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

huwallażī arsala rasụlahụ bil-hudā wa dīnil-ḥaqqi liyuẓ-hirahụ ‘alad-dīni kullih, wa kafā billāhi syahīdā

 28.  Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.

Dia-lah Yang mengutus RasulNya, Muhammad, dengan penjelasan yang terang dan agama Islam, untuk Allah menangkan atas seluruh agama. Cukuplah Allah bagimu wahai Nabi, sebagai saksi bahwa Dia pasti menolongmu dan memenangkan agamamu atas semua agama.

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

muḥammadur rasụlullāh, wallażīna ma’ahū asyiddā`u ‘alal-kuffāri ruḥamā`u bainahum tarāhum rukka’an sujjaday yabtagụna faḍlam minallāhi wa riḍwānan sīmāhum fī wujụhihim min aṡaris-sujụd, żālika maṡaluhum fit-taurāti wa maṡaluhum fil-injīl, kazar’in akhraja syaṭ`ahụ fa āzarahụ fastaglaẓa fastawā ‘alā sụqihī yu’jibuz-zurrā’a liyagīẓa bihimul-kuffār, wa’adallāhullażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti min-hum magfirataw wa ajran ‘aẓīmā

 29.  Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

Muhammad adalah rasulullah, dan orang-orang yang bersamanya di atas agamanya adalah orang-orang yang besikap keras dan tegas terhadap orang-orang kafir, tetapi mereka berkasih sayang di antara mereka. Anda melihat mereka rukuk dan sujud dalam shalat mereka, berharap Tuhan mereka melimpahkan karuniaNya kepada mereka lalu memasukkan mereka ke dalam surga dan meridhai mereka. Tanda ketaatan mereka terlihat pada wajah mereka berupa bekas sujud dan ibadah. Ini adalah sifat mereka di dalam Taurat. Sedangkan sifat mereka di dalam injil adalah seperti tanaman yang mengeluarkan batang dan cabangnya, kemudian cabangnya menjadi banyak sesudah itu, tanaman tersebut menguat, berdiri tegak kokoh di atas batang-batangnya, terlihat indah dipandang, dan para penanam mengaguminya. Allah hendak membuat orang-orang kafir jengkel dengan orang-orang beriman dalam jumlah mereka yang banyak dan kebaikan hidup mereka. Disini terkandung dalil yang menunjukkan kafirnya orang yang membenci para sahabat, karena siapa yang dibuat Allah jengkel dengan para sahabat, berarti di dalam dirinya terdapat sesuatu yang menjengkelkannya, yaitu kekafiran. Allah menjanjikan orang-orang yang beriman dari mereka kepada Allah dan rasulNya, mengamalkan apa yang Allah perintahkan kepada mereka dan menjauhi apa yang Allah larang, ampunan bagi dosa-dosa mereka, pahala besar yang tidak terputus, yaitu surga. Janji Allah adalah janji yang benar dan pasti, tidak diselisihi. Siapapun yang meniti jejak para sahabat, maka dia masuk dalam hukum mereka, yaitu berhak atas ampunan dari Allah dan pahala yang besar. Para sahabat itu memiliki keutamaan kepeloporan dan perjuangan membela Islam yang tidak dimiliki oleh seorang pun dari umat ini selain mereka. Semoga Allah meridhai mereka dan membuat mereka ridha.

Related: Surat al-Hujurat Arab-Latin, Surat Qaf Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Adz-Dzariyat, Terjemahan Tafsir Surat ath-Thur, Isi Kandungan Surat an-Najm, Makna Surat al-Qamar

Category: Tafsir Per Surat

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Surat  Al Fath Dan Artinya Quran Surat Al Fath Surat Alfath Translate Surat Al Fath K Bahasa Indonesia