Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Ayat Tentang Dakwah

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Arab-Latin: wa man aḥsanu qaulam mim man da'ā ilallāhi wa 'amila ṣāliḥaw wa qāla innanī minal-muslimīn

Terjemah Arti: Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Tidak ada yang lebih bagus perkataannya daripada seseorang yang mengajak kepada tauhid Allah dan penyembahan kepadaNya semata, lalu dia melakukan amal shalih dan dia berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang Muslim yang tunduk kepada perintah dan syariat Allah.” Ayat ini mengandung dorongan untuk berdakwah kepada Allah, menjelaskan keutamaan para ulama yang mengajak kepada Allah berdasarkan ilmu yang mantap (bashirah) sesuai dengan apa yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad. (Tafsir al-Muyassar)

33. Tidak ada orang yang lebih baik ucapannya daripada orang yang mengajak agar hanya menyembah Allah dan mengerjakan amal shalih yang diperintahkan olehNya. Dia berkata dengan lantang: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang tunduk kepada perintah Allah” Ini merupukan penggabungan antara akidah dan amal. {Man} adalah istifham yang mengandung makna nafi. Maknanya adalah tidak ada satupun yang ucapannya lebih baik. Ayat ini diturunkan untuk Rasulallah SAW dan para sahabatnya (Tafsir al-Wajiz)

وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا لَيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ

wa mā lakum allā ta`kulụ mimmā żukirasmullāhi 'alaihi wa qad faṣṣala lakum mā ḥarrama 'alaikum illā maḍṭurirtum ilaīh, wa inna kaṡīral layuḍillụna bi`ahwā`ihim bigairi 'ilm, inna rabbaka huwa a'lamu bil-mu'tadīn

Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.

Dan apa saja yang menghalangi kalian (wahai kaum muslimin), untuk memakan sembelihan yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah  telah menerangkan kepada kalian seluruh makanan yang diharamkannya atas kalian? Akan tetapi, dalam kondisi darurat yang disebabkan oleh kelaparan, dari barang-barang yang diharamkan atas kalian seperti bangkai, sesungguhnya menjadi boleh dimakan bagi kalian. Dan sesungguhnya kebanyakan orang-orang sesat pasti akan menyesatkan para pengikut mereka dari jalan Allah dalam urusan penghalalan barang-barang yang diharamkan dan pengharaman barang-barang halal dengan dorongan hawa nafsu mereka lantaran kebodohan mereka. Sesungguhnya tuhanmu (wahai rasul), lebih mengetahui orang yang melampaui batas dalam perkara tersebut. Dan Dia lah yang akan menangani perhitungan perbuatan orang itu dan balasan baginya. (Tafsir al-Muyassar)

Dan apa saja yang menghalangi kalian (wahai kaum muslimin), untuk memakan sembelihan yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah  telah menerangkan kepada kalian seluruh makanan yang diharamkannya atas kalian? Akan tetapi, dalam kondisi darurat yang disebabkan oleh kelaparan, dari barang-barang yang diharamkan atas kalian seperti bangkai, sesungguhnya menjadi boleh dimakan bagi kalian. Dan sesungguhnya kebanyakan orang-orang sesat pasti akan menyesatkan para pengikut mereka dari jalan Allah dalam urusan penghalalan barang-barang yang diharamkan dan pengharaman barang-barang halal dengan dorongan hawa nafsu mereka lantaran kebodohan mereka. Sesungguhnya tuhanmu (wahai rasul), lebih mengetahui orang yang melampaui batas dalam perkara tersebut. Dan Dia lah yang akan menangani perhitungan perbuatan orang itu dan balasan baginya. (Zubdatut Tafsir)

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

waltakum mingkum ummatuy yad'ụna ilal-khairi wa ya`murụna bil-ma'rụfi wa yan-hauna 'anil-mungkar, wa ulā`ika humul-mufliḥụn

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

Dan hendaklah di antara kalian (wahai kaum Mukminin), ada segolongan orang yang mengajak kepada kebaikan dan memerintahkan kepada yang ma’ruf, yaitu sesuatu yang telah diketahui kebaikannya menurut syariat dan akal, dan melarang dari kemungkaran, yaitu apa-apa yang diketahui keburukannya dari segi syariat maupun akal. Mereka itu adalah orang-orang yang beruntung menggapai surga yang penuh kenikmatan. (Tafsir al-Muyassar)

Dan hendaklah di antara kalian (wahai kaum Mukminin), ada segolongan orang yang mengajak kepada kebaikan dan memerintahkan kepada yang ma’ruf, yaitu sesuatu yang telah diketahui kebaikannya menurut syariat dan akal, dan melarang dari kemungkaran, yaitu apa-apa yang diketahui keburukannya dari segi syariat maupun akal. Mereka itu adalah orang-orang yang beruntung menggapai surga yang penuh kenikmatan. (Zubdatut Tafsir)

فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَائِي إِلَّا فِرَارًا

fa lam yazid-hum du'ā`ī illā firārā

maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran).

5-10. Nuh berkata, “wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah mengajak kaumku untuk beriman kepadaMu malam dan siang, tetapi ajakanku kepada mereka agar beriman tidak membuat mereka kecuali berlari dan berpaling. Setiap kali aku mengajak mereka agar beriman kepadaMu, agar dosa-dosa mereka diampuni, mereka meletakkan jari-jari mereka di telinga-telinga mereka, agar mereka tidak mendengar dakwah kebenaran, mereka menutup wajah mereka dengan kain agar tidak melihatku, mereka tetap bersikukuh di atas kekafiran mereka, menyombongkan diri dan menolak iman dengan kesombongan yang besar. Kemudia aku mengajak mereka agar beriman secara terang-terangan, tidak bersembunyi. Kemudian aku mengumumkan dakwah dengan suara tinggi dalam satu kondisi dan memelankannya dalam kondisi lainnya. Aku berkata kepada kaumku, ‘Mintalah ampunan dari dosa-dosa kalian, sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi siapa yang bertaubat dari hamba-hambaNya dan kembali kepadaNya. (Tafsir al-Muyassar)

6. Namun ajakanku tidak mendorong mereka untuk beriman dan bertauhid kecuali mereka lari dan menjauh dari keimanan dan ketaatan (Tafsir al-Wajiz)

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ۚ فَإِنْ يَكْفُرْ بِهَا هَٰؤُلَاءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَ

ulā`ikallażīna ātaināhumul-kitāba wal-ḥukma wan-nubuwwah, fa iy yakfur bihā hā`ulā`i fa qad wakkalnā bihā qaumal laisụ bihā bikāfirīn

Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmat dan kenabian Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.

Para nabi telah kami beri karunia kepada mereka dengan hidayah dan kenabian itu, mereka itulah orang-orang yang telah kami berikan kepada mereka kitab suci, seperti shuhuf (lembaran kitab suci) Ibrahim, taurat musa, zabur dawud, injil isa, dan kami telah anugerahkan kepada mereka pemahan kitab-kitab tersebut dan kami pilih mereka untuk menyampaikan wahyu kami. Wahi rasul, siapa saja yang mengingkari ayat-ayat al-qur’an ini dari orang-orang kafir dari kaummu, maka sesungguhnya kami akan menyerahkannya kepada kaum yang lain, yaitu kaum muhajirin dan anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka hingga hari kiamat, yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya. Sebaliknya, mereka betul-betul mengimaninya dan mengamalkan ajaran yang dikandungnya. (Tafsir al-Muyassar)

Para nabi telah kami beri karunia kepada mereka dengan hidayah dan kenabian itu, mereka itulah orang-orang yang telah kami berikan kepada mereka kitab suci, seperti shuhuf (lembaran kitab suci) Ibrahim, taurat musa, zabur dawud, injil isa, dan kami telah anugerahkan kepada mereka pemahan kitab-kitab tersebut dan kami pilih mereka untuk menyampaikan wahyu kami. Wahi rasul, siapa saja yang mengingkari ayat-ayat al-qur’an ini dari orang-orang kafir dari kaummu, maka sesungguhnya kami akan menyerahkannya kepada kaum yang lain, yaitu kaum muhajirin dan anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka hingga hari kiamat, yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya. Sebaliknya, mereka betul-betul mengimaninya dan mengamalkan ajaran yang dikandungnya. (Zubdatut Tafsir)

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ ۗ قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَالَمِينَ

ulā`ikallażīna hadallāhu fa bihudāhumuqtadih, qul lā as`alukum 'alaihi ajrā, in huwa illā żikrā lil-'ālamīn

Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran)". Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat.

Para nabi yang telah disebutkan nama-namanya tersebut, itulah orang-orang yang telah diberikan taufik oleh Allah  , untuk memegangi agama yang benar, maka hendaknya engkau (wahai rasul) mengikuti petunjuk mereka dan menapaki jalan mereka. Dan katakanlah kepada kaum musyrikin , ”Aku tidak meminta upah duniawi dari kalian dalam menyampaikan dakwah islam ini. Sesungguhnya balasanku hanyalah menjadi tanggungan Allah. Dan tidaklah islam itu, kecuali ajakan kepada semua manusia menuju jalan yang lurus dalam peringatan bagi kalian dan orang-orang yang serupa dengan kalian yang berdiri di atas kebatilan. Semoga kalian dapat mengambil pelajaran darinya hal-hal yang bermanfaat bagi kalian. ” (Tafsir al-Muyassar)

Para nabi yang telah disebutkan nama-namanya tersebut, itulah orang-orang yang telah diberikan taufik oleh Allah  , untuk memegangi agama yang benar, maka hendaknya engkau (wahai rasul) mengikuti petunjuk mereka dan menapaki jalan mereka. Dan katakanlah kepada kaum musyrikin , ”Aku tidak meminta upah duniawi dari kalian dalam menyampaikan dakwah islam ini. Sesungguhnya balasanku hanyalah menjadi tanggungan Allah. Dan tidaklah islam itu, kecuali ajakan kepada semua manusia menuju jalan yang lurus dalam peringatan bagi kalian dan orang-orang yang serupa dengan kalian yang berdiri di atas kebatilan. Semoga kalian dapat mengambil pelajaran darinya hal-hal yang bermanfaat bagi kalian. ” (Zubdatut Tafsir)

ثُمَّ إِنِّي دَعَوْتُهُمْ جِهَارًا

ṡumma innī da'autuhum jihārā

Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan,

5-10. Nuh berkata, “wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah mengajak kaumku untuk beriman kepadaMu malam dan siang, tetapi ajakanku kepada mereka agar beriman tidak membuat mereka kecuali berlari dan berpaling. Setiap kali aku mengajak mereka agar beriman kepadaMu, agar dosa-dosa mereka diampuni, mereka meletakkan jari-jari mereka di telinga-telinga mereka, agar mereka tidak mendengar dakwah kebenaran, mereka menutup wajah mereka dengan kain agar tidak melihatku, mereka tetap bersikukuh di atas kekafiran mereka, menyombongkan diri dan menolak iman dengan kesombongan yang besar. Kemudia aku mengajak mereka agar beriman secara terang-terangan, tidak bersembunyi. Kemudian aku mengumumkan dakwah dengan suara tinggi dalam satu kondisi dan memelankannya dalam kondisi lainnya. Aku berkata kepada kaumku, ‘Mintalah ampunan dari dosa-dosa kalian, sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi siapa yang bertaubat dari hamba-hambaNya dan kembali kepadaNya. (Tafsir al-Muyassar)

8. Kemudian aku mengajak mereka secara terang-terangan dengan suara yang tinggi untuk beriman kepadaMu ya Allah (Tafsir al-Wajiz)

فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا

fa kānat habā`am mumbaṡṡā

maka jadilah ia debu yang beterbangan,

4-6. apabila bumi diguncang dengan kuat sekali, gunung-gunung dihancurkan berkeping-keping, sehingga ia menjadi debu yang beterbangan di udara disapu angin. (Tafsir al-Muyassar)

6-7. Dan menjadi debu yang bertebaran kemana-mana. Kalian akan dikategorikan menjadi tiga golongan (Tafsir al-Wajiz)

إِنَّا قَدْ أُوحِيَ إِلَيْنَا أَنَّ الْعَذَابَ عَلَىٰ مَنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ

innā qad ụḥiya ilainā annal-'ażāba 'alā mang każżaba wa tawallā

Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling.

46-48. Allah berfirman kepada Musa dan Harun, “Janganlah kalian berdua takut kepada Fir’aun. Sesungguhnya Aku bersama kalian berdua, mendengar ucapan kalian berdua dan melihat tindakan-tindakan kalian berdua. Maka tetaplah pergi kepadanya dan katakanlah kepadanya, ‘Sesungguhnya kami berdua adalah utusan kepadamu dari Tuhanmu, agar kamu membebaskan orang-orang Bani Israil, dan janganlah membebani mereka pekerjaan-pekerjaan yang tidak dapat mereka pikul. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti mukjizat yang amat luar biasa dari Tuhanmu yang menunjukkan kebenaran kami dalam dakwah kami ini. Dan keselamatan dari siksaan Allah tercurah bagi orang yang mengikuti petunjukNya.’ Sesungguhnya Tuhanmu telah mewahyukan kepada kami bahwa siksaanNYa itu ditimpakan atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling dari dakwah dan ajaran syariatNya. (Tafsir al-Muyassar)

46-48. Allah berfirman kepada Musa dan Harun, “Janganlah kalian berdua takut kepada Fir’aun. Sesungguhnya Aku bersama kalian berdua, mendengar ucapan kalian berdua dan melihat tindakan-tindakan kalian berdua. Maka tetaplah pergi kepadanya dan katakanlah kepadanya, ‘Sesungguhnya kami berdua adalah utusan kepadamu dari Tuhanmu, agar kamu membebaskan orang-orang Bani Israil, dan janganlah membebani mereka pekerjaan-pekerjaan yang tidak dapat mereka pikul. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti mukjizat yang amat luar biasa dari Tuhanmu yang menunjukkan kebenaran kami dalam dakwah kami ini. Dan keselamatan dari siksaan Allah tercurah bagi orang yang mengikuti petunjukNya.’ Sesungguhnya Tuhanmu telah mewahyukan kepada kami bahwa siksaanNYa itu ditimpakan atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling dari dakwah dan ajaran syariatNya. (Zubdatut Tafsir)

48. Sungguh Allah memberi wahyu kepada kami bahwa kehancuran itu ada di dunia dan keabadian itu ada di neraka akibat pendustaan terhadap ayat-ayat Allah dan rasul-rasulNya, dan menolak untuk beriman dan berikrar mengesakan Allah SWT. Perlu diperhatikan bahwa Allah SWT itu memberikan kabar gembira tentang kesejahteraan untuk menyenangkan, lalu mengumumkan hukuman untuk memberikan ancaman. (Tafsir al-Wajiz)

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ

tabbat yadā abī lahabiw wa tabb

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.

Merugilah kedua tangan Abu Lahab dan sengsara, karena dia telah menyakiti Rasulullah sholallohu alaihi wasallam. Sungguh kerugian Abu Lahab telah terwujud. (Tafsir al-Muyassar)

1. Hancur dan merugilah Abu Lahab (yaitu Abu Al-Uzza bin Abdul Muthallib, paman Nabi SAW, namun dia adalah orang yang paling memusuhinya), maka sungguh merugilah dia. Ini adalah berita untuknya. Abu Lahab adalah julukan baginya karena saking merahnya wajahnya, julukan ini disebutkan untuk mengolok-olok dia. Kalimat pertama adalah doa yang abadi untuk Abu Lahab sampai hari kiamat. Ditetapkan dalam dua hadits shahih dan lainnya bahwa sesungguhnya Nabi SAW saat mengajak kaumnya di bukit Shafa untuk masuk Islam, Abu Lahab berkata:”Cih, apakah kamu mengumpulkan kami kecuali hanya untuk ini?” kemuidian turunlah surah ini. (Tafsir al-Wajiz)

Related: Ayat Tentang Kepemimpinan Arab-Latin, Ayat Tentang Isra’ Mi’raj Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Ayat Tentang Akhlak, Terjemahan Tafsir Ayat Tentang Keluarga, Isi Kandungan Tiga (3) Ayat Terakhir Surat al-Baqarah, Makna Ayat Al-Qur’an Yang Ditakuti Jin Jahat dan Setan

Category: Tafsir Topik

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Ayat Dakwah Ayat Al Qur An Tentang Dakwah Ayat Ayat Dakwah Dan Penafsiran Nya Surat Yang Menjelaskan Dakwah Menggembirakan Surat Tentang Kepemimpinan Islam Dalam Bahasa Latin