Surat Thaha Ayat 48

إِنَّا قَدْ أُوحِىَ إِلَيْنَآ أَنَّ ٱلْعَذَابَ عَلَىٰ مَن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ

Arab-Latin: Innā qad ụḥiya ilainā annal-'ażāba 'alā mang każżaba wa tawallā

Artinya: Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling.

« Thaha 47Thaha 49 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Penting Tentang Surat Thaha Ayat 48

Paragraf di atas merupakan Surat Thaha Ayat 48 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beraneka pelajaran penting dari ayat ini. Ditemukan beraneka penjabaran dari berbagai ulama tafsir terkait isi surat Thaha ayat 48, sebagiannya seperti terlampir:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

46-48. Allah berfirman kepada Musa dan Harun, “Janganlah kalian berdua takut kepada Fir’aun. Sesungguhnya Aku bersama kalian berdua, mendengar ucapan kalian berdua dan melihat tindakan-tindakan kalian berdua. Maka tetaplah pergi kepadanya dan katakanlah kepadanya, ‘Sesungguhnya kami berdua adalah utusan kepadamu dari Tuhanmu, agar kamu membebaskan orang-orang Bani Israil, dan janganlah membebani mereka pekerjaan-pekerjaan yang tidak dapat mereka pikul. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti mukjizat yang amat luar biasa dari Tuhanmu yang menunjukkan kebenaran kami dalam dakwah kami ini. Dan keselamatan dari siksaan Allah tercurah bagi orang yang mengikuti petunjukNya.’ Sesungguhnya Tuhanmu telah mewahyukan kepada kami bahwa siksaanNYa itu ditimpakan atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling dari dakwah dan ajaran syariatNya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

48. Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepada kami bahwa azab yang ada di dunia dan di akhirat itu ditimpakan kepada siapapun yang mendustakan ayat-ayat Allah, dan berpaling dari risalah yang dibawa oleh para rasul.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

48. إِنَّا قَدْ أُوحِىَ إِلَيْنَآ (Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami)
Yakni wahyu dari Allah.

أَنَّ الْعَذَابَ عَلَىٰ مَن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ( bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling)
Yakni kehancuran dan kebinasaan di dunia dan siksa yang kekal di neraka sebagai balasan atas pendustaan mereka terhadap ayat-ayat Allah dan rasul-Nya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

48. Sungguh Allah memberi wahyu kepada kami bahwa kehancuran itu ada di dunia dan keabadian itu ada di neraka akibat pendustaan terhadap ayat-ayat Allah dan rasul-rasulNya, dan menolak untuk beriman dan berikrar mengesakan Allah SWT. Perlu diperhatikan bahwa Allah SWT itu memberikan kabar gembira tentang kesejahteraan untuk menyenangkan, lalu mengumumkan hukuman untuk memberikan ancaman.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) kepada siapa saja yang mendustakan dan berpaling} berpaling dari keimanan


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

48. “Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami,” maksudnya berita (yang kami bawa) berasal dari Allah bukan dari saku kami sendiri. “bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling,” yaitu orang-orang yang mendustakan berita-berita (wahyu-wahyu) Allah dan kabar-kabar dari RasulNya, memalingkan mukanya dari kepatuhan dan mengikuti para rasul. Dalam ayat ini terdapat bujukan kepada Firaun untuk mau beriman dan membenarkan serta mengikuti mereka berdua (Musa dan Harun), (juga) peringatan dari sikap yang berlawanan dengannya. Akan tetapi, nasihat dan peringatan ini tidak membekaskan manfaat padanya. Fir’aun malah mengingkari Rabbnya dan mengkufuri serta mengajak debat dalam masalah ini sebagai (cerminan) sifat kezhaliman dan penentangannya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 45-48
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang nabi Musa dan nabi Harun, bahwa keduanya memohon perlindungan dan mengadu kepada Allah SWT: (sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melewati batas) Keduanya bermaksud bahwa keduanya takut jika Fir'aun langsung menyiksa atau menyerang keduanya, lalu menghukum keduanya. Sedangkan keduanya tidak bisa berhak mendapat hal itu.
Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengatakan bahwa makna (an yafratha) adalah segera.
Mujahid berkata yaitu Fir'aun menangkap kami. Adh-Dhahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa makna (An-Yathgha) yaitu menyerang.
(Allah berfirman, "Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat” (46)) yaitu, janganlah kalian takut kepadanya, sesungguhnya Aku selalu bersama kalian, Aku mendengar pembicaraan kalian dan dia, dan Aku melihat tempat kalian dan tempatnya, tidak ada sesuatu dari perkara kalian yang tersembunyi bagiKu. Ketahuilah bahwa ubun-ubun Fir'aun berada di dalam genggamanKu. Maka tidaklah dia berbicara, bernafas, memukul kecuali dengan seizinKu dan sesudah perintahKu. Aku selalu bersamamu melalui pemeliharaan, pertolongan dan dukunganKu.
Firman Allah: (Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu) yaitu bukti dan mukjizat dari Tuhanmu (Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk) yaitu keselamatan dilimpahkan kepadamu jika kamu mengikuti petunjuk.
(Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling (48)) yaitu, bahwa Allah memberitahukan kepada kami dalam apa yang diwahyukan kepada kami berupa pemeliharaan, bahwa azab itu akan ditimpakan khusus kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan enggan taat kepadaNya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Adapun orang yang melampaui batas (37) dan lebih mengutamakan kehidupan dunia (38) maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya) (39)) (Surah An-Nazi'at: 37-39) dan (Maka Kami memperingatkan kalian dengan neraka yang menyala-nyala (14) Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka (15) yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman) (16)) (Surah Al-Lail: 14-16)
Allah SWT berfirman: (Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al-Qur'an) dan tidak mau mengerjakan salat (31) tetapi ia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran) (32)) (Surah Al-Qiyamah) yaitu mendustakan dengan hatinya dan berpaling dengan perbuatannya.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Thaha ayat 48: Atau mendustakan berita-berita Allah dan Rasul-Nya.

Maksudnya, tidak mempedulikan dan tidak mengikuti ajaran dan petunjuk rasul. Nabi Musa ‘alaihis salam mentarghib (mendorong) Fir’aun untuk beriman dan mengikutinya serta mentarhib(menakut-nakuti)nya jika tidak mau beriman dan mengikuti. Akan tetapi nasehat itu tidak dipedulikannya, ia tetap ingkar dan kafir kepada Tuhannya dan membantahnya karena kezaliman dan kedurhakaannya seperti yang disebutkan dalam ayat selanjutnya.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Thaha Ayat 48

Kami tidak berdusta. Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa Allah itu akan ditimpakan kepada siapa pun yang tidak beriman pada-Nya, mendustakan ajaran yang kami bawa, dan berpaling darinya serta enggan melaksanakannya. ''49. Fir'aun ingin mendapat kejelasan tentang Allah, tuhan yang mahakuasa tersebut. Dia berkata, 'siapakah tuhanmu berdua yang mengutusmu untuk menyampaikan dakwah itu, wahai musa''


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah beragam penjelasan dari banyak pakar tafsir berkaitan makna dan arti surat Thaha ayat 48 (arab-latin dan artinya), moga-moga menambah kebaikan bagi kita. Dukunglah dakwah kami dengan memberikan link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Banyak Dikaji

Kami memiliki berbagai topik yang banyak dikaji, seperti surat/ayat: An-Nisa 36, Al-Buruj, Al-Baqarah 177, Al-Isra, Yasin 82, Ibrahim 7. Ada juga Ar-Rahman 13, Ayat 15 (Lima Belas), Al-Qashash 77, Fatir 37, Innallaha Ma’ash Shabiriin, Ar-Rum 21.

  1. An-Nisa 36
  2. Al-Buruj
  3. Al-Baqarah 177
  4. Al-Isra
  5. Yasin 82
  6. Ibrahim 7
  7. Ar-Rahman 13
  8. Ayat 15 (Lima Belas)
  9. Al-Qashash 77
  10. Fatir 37
  11. Innallaha Ma’ash Shabiriin
  12. Ar-Rum 21

Pencarian: ayat pertama surat al ashr, surat suhufi ibrahima wa musa, al-kafirun ayat 3, ayat lima 15, ayat7

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: