Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-An’am Ayat 89

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ۚ فَإِنْ يَكْفُرْ بِهَا هَٰؤُلَاءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَ

Arab-Latin: Ulā`ikallażīna ātaināhumul-kitāba wal-ḥukma wan-nubuwwah, fa iy yakfur bihā hā`ulā`i fa qad wakkalnā bihā qaumal laisụ bihā bikāfirīn

Terjemah Arti: Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmat dan kenabian Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Para nabi telah kami beri karunia kepada mereka dengan hidayah dan kenabian itu, mereka itulah orang-orang yang telah kami berikan kepada mereka kitab suci, seperti shuhuf (lembaran kitab suci) Ibrahim, taurat musa, zabur dawud, injil isa, dan kami telah anugerahkan kepada mereka pemahan kitab-kitab tersebut dan kami pilih mereka untuk menyampaikan wahyu kami. Wahi rasul, siapa saja yang mengingkari ayat-ayat al-qur’an ini dari orang-orang kafir dari kaummu, maka sesungguhnya kami akan menyerahkannya kepada kaum yang lain, yaitu kaum muhajirin dan anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka hingga hari kiamat, yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya. Sebaliknya, mereka betul-betul mengimaninya dan mengamalkan ajaran yang dikandungnya.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

89. Para nabi tersebut merupakan orang-orang yang Kami beri kitab suci, hikmah, dan status sebagai nabi. Jika kaummu mengingkari ketiga pemberian itu, niscaya Kami akan menyiapkan kaum-kaum lain yang tidak mengingkarinya, tetapi mengimaninya dan berpegang teguh kepadanya. Yaitu kaum Muhajirin, kaum Ansar, dan orang-orang mengikuti mereka dengan baik sampai hari Kiamat.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

89. أُو۟لٰٓئِكَ (Mereka itulah)
Yakni para nabi yang telah Kami sebutkan sebelumnya itu telah Kami berikan kepada mereka kitab-kitab Kami.

وَالْحُكْمَ (dan al-hikmah)
Yakni ilmu.

وَالنُّبُوَّةَ(dan kenabian)
Yakni risalah.

فَإِن يَكْفُرْ بِهَا هٰٓؤُلَآءِ (Jika orang-orang itu mengingkarinya)
Yakni orang-orang kafir quraisy yang durhaka kepada Rasulullah.

فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا(maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum)
Yakni Kami berikan taufik kepada seuatu kaum untuk beriman.

لَّيْسُوا۟ بِهَا بِكٰفِرِينَ(yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya)
Sebuah pendapat mengatakan mereka adalah kaum Muhajirin dan Anshar, Kami beri mereka taufik untuk mengemban risalah ini hingga seakan-akan merekalah yang telah diserahi dengan risalah tersebut.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

1 ). Imam Ahmad menafsirkan firman Allah : { فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَ } "maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya" beliau berkata : mereka adalah Penduduk Madinah, Ibnu 'Aqil kemudian mengomentari perkataan ini : Penduduk Madinah lah yang pertama kali menerimanya, dan adapun orang-orang yang datang setelah mereka yang menerima serahan ini tergantung bagaimana keilmuan, amalan, dan dakwah mereka menyebarkan risalah ini.

2 ). Islam ini bagaiman sehelai pakaian yang tidak akan terbuang di atas tanah, maka jika satu kaum melepaskannya, Allah akan memakaikannya kepada umat lainnya.

Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim

89 Mereka itulah delapan belas Nabi dan para pengikutnya yang telah Kami berikan jenis kitab yang sama yaitu kitab samawi, ilmu, dan risalah. Jika orang-orang kafir Quraisy dan orang-orang musyrik itu mengingkarinya, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya. Mereka adalah kaum Muhajirin dan Anshor. Telah Kami pilih mereka untuk membawa risalah iman seakan mereka adalah wakil atas risalah itu

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Seperti kaum Muhajirin dan Anshar.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Peringatan bahkan ancaman tersebut wajar diberikan karena mereka itulah orang-orang yang telah kami berikan kitab baik secara langsung kepada mereka maupun tidak langsung yaitu mereka terima melalui rasul yang lain, dan hikmah, yaitu kemampuan mengamalkan petunjuk Allah tersebut dengan bijak, dan juga kenabian. Jika orang-orang, yakni penduduk mekah, yang engkau seru, wahai nabi Muhammad, itu mengingkarinya, maka kami akan menyerahkannya kepada kaum yang tidak mengingkarinya di antara mereka adalah para shiddiqun, syuhada, dan para ulama yang menjadi penerus tugas para nabi. Ayat ini ditujukan kepada rasulullah yang nama beliau tidak disebut dalam rangkaian ayat di atas. Mereka itulah para nabi yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka khususnya yang berkaitan dengan sikap mereka dalam berdakwah, yakni tidak meminta imbalan atas dakwah yang disampaikan. Untuk itu, katakanlah, hai Muhammad, kepada semua yang engkau ajak, aku tidak meminta imbalan kepadamu dalam menyampaikan dakwah khususnya ajaran alqur'an, karena dakwah yang kusampaikan dan Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk semua umat di seluruh alam.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-An’am Ayat 90 Arab-Latin, Surat Al-An’am Ayat 91 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-An’am Ayat 92, Terjemahan Tafsir Surat Al-An’am Ayat 93, Isi Kandungan Surat Al-An’am Ayat 94, Makna Surat Al-An’am Ayat 95

Category: Surat Al-An'am

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!