Daftar Isi > Tafsir Topik > Tentang Sabar

Ayat Tentang Sabar

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Arab-Latin: yā ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Pelajaran Menarik Tentang Ayat Tentang Sabar

Tersedia berbagai penjelasan dari banyak ulama tafsir terkait kandungan ayat tentang sabar, di antaranya seperti terlampir:

Wahai sekalian orang-orang yang beriman, Mintalah bantuan dari Allah dalam seluruh urusan kalian dengan bersabar dalam menghadapi berbagai bala dan musibah, dan  bersabar dalam meninggalkan maksiat-maksiat dan dosa-dosa ,serta bersabar dalam menjalankan ketaatan dan ibadah-ibadah serta amalan yang mendekatkan kepada Allah, dan dengan shalat yang menyebabkan jiwa-jiwa menjadi tentram, serta dapat menahan diri dari perbuatan keji dan munkar. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar dengan pertolongan Nya,  Taufik dan tuntunan Nya kepada jalan yang lurus. Dalam ayat ini terdapat dalil penetapan “Ma’iyyah” (kebersamaan) Allah yang khusus bagi kaum Mukminin, yang mendatangkan apa yang telah disebutkan. Adapun “ma’iyyah” (kebersamaan) yang bersifat umum yang bermakna mengetahui dan meliputi, maka itu berlaku umum pada semua makhluk. (Tafsir al-Muyassar)

Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan kesabaran dan salat untuk melakukan ketaatan kepada-Ku dan tunduk pada perintah-Ku. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Dia senantiasa membimbing dan menolong mereka. (Tafsir al-Mukhtashar)

Wahai orang-orang mukmin, saling tolong menolonglah dengan penuh kesabaran dalam menanggung beban yang disyariatkan seperti shalat, puasa dan jihad, serta dengan melakukan shalat yang bisa mempererat hubungan dengan Allah, menghilangkan kesedihan, dan kebingungan. Sesungguhnya Allah menemani dan menyelamatkan orang-orang yang bersabar (Tafsir al-Wajiz)

اسْتَعِينُوا۟ بِالصَّبْرِ وَالصَّلَوٰةِ ۚ (jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu) Yakni dalam menjalankan perintah-Nya dan cobaan yang Dia berikan kepada kalian. إِنَّ اللَّـهَ مَعَ الصّٰبِرِينَ (sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) Yakni dengan memberikan apa yang mereka inginkan (Zubdatut Tafsir)

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

Arab-Latin: wa lanabluwannakum bisyai`im minal-khaufi wal-jụ'i wa naqṣim minal-amwāli wal-anfusi waṡ-ṡamarāt, wa basysyiriṣ-ṣābirīn

Artinya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

Dan kami akan benar-benar menguji kalian dengan sedikit rasa takut, kelaparan dan kekurangannya harta karena kesulitan dalam mendapatkannya atau hilang sama sekali. Dan dari jiwa dengan terjadinya kematian atau mati syahid dijalan Allah, dan dengan berkurangnya buah-buahan kurma, anggur, dan biji-bijian karena sedikitnya hasil panen atau rusak. Dan berilah kabar gembira -wahai nabi- kepada orang-orang yang bersabar dalam menghadapi persoalan ini dan persoalan-persoalan yang serupa dengan apa-apa yang membahagiakan mereka dan menyenangkan mereka berupa kesudahan yang baik di dunia dan akhirat. (Tafsir al-Muyassar)

Sungguh Kami benar-benar akan menguji kalian dengan aneka musibah. Yakni dengan sedikit rasa takut kepada musuh, rasa lapar karena kekurangan makanan, kekurangan harta benda karena hilang atau sulit mendapatkannya, berkurangnya jiwa akibat bencana yang menelan korban jiwa atau gugur di medan jihad fi sabilillah, dan berkurangnya buah-buahan yang tumbuh di muka bumi. Dan berikanlah -wahai Nabi- kabar gembira kepada orang-orang yang sabar menghadapi musibah tersebut, bahwa mereka akan mendapatkan sesuatu yang menyenangkan hati mereka di dunia dan di akhirat. (Tafsir al-Mukhtashar)

Dan supaya Kami bisa membuat kalian berinteraksi dengan ujian untuk mengetahui orang yang kuat dan lemah imannya dengan diselimuti oleh ketakutan (yaitu bahaya dari musuh atau hal lain) kelaparan (kelaparan dan kehausan) atau kekurangan harta yang kalian miliki seperti binatang ternak dan kehilangan nyawa karena mati terbunuh dalam jihad, sakit, serta kekurangan buah karena wabah penyakit. Wahai rasulullah berilah kabar gembira untuk orang-orang yang bersabar dengan kemenangan atas surga, ampunan dan rahmat (Tafsir al-Wajiz)

وَلَنَبْلُوَنَّكُم (Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu) Yakni Kami akan menguji kalian. الْخَوْفِ (ketakutan) Yakni apa yang kalian takutkan dari bahaya musuh dan yang lainnya. وَالْجُوعِ (kelaparan) Yakni kelaparan dan kekeringan. وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوٰل (kekurangan harta) Yakni berkurangnya harta ketika kalian mengeluarkan zakat dan lainnya. وَالْأَنفُسِ (jiwa) Yakni kematian dan pembunuhan yang terjadi di medan jihad. وَالثَّمَرٰتِ (dan buah-buahan) Yakni yang disebabkan oleh penyakit. Pendapat lain mengatakan maknanya adalah kematian anak keturunan. (Zubdatut Tafsir)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ حَسْبُكَ ٱللَّهُ وَمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Arab-Latin: yā ayyuhan-nabiyyu ḥasbukallāhu wa manittaba'aka minal-mu`minīn

Artinya: Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.

Wahai nabi, sesungguhnya Allah akan mencukupimu dan mencukupi orang-orang mukmin yang bersamamu dari keburukan musuh-musuh mereka. (Tafsir al-Muyassar)

Wahai Nabi! Sesungguhnya Allah melindungimu dari kejahatan musuh-musuhmu dan juga melindungi orang-orang mukmin yang bersamamu. Maka percayalah kepada Allah dan bersandarlah kepada-Nya. (Tafsir al-Mukhtashar)

64 Hai Nabi, cukuplah Allah menjadi Pelindung atas kejahatan mereka, bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu. Al Kalbiy berkata: ayat ini turun di padang pasir sebelum peperangan di medan Badr (Tafsir al-Wajiz)

يٰٓأَيُّهَا النَّبِىُّ حَسْبُكَ اللهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu) Yakni Allah dan orang-orang beriman cukup bagimu. Dan juga maknanya bisa berarti bahwa Allah cukup bagi kamu dan bagi orang-orang beriman. (Zubdatut Tafsir)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ حَرِّضِ ٱلْمُؤْمِنِينَ عَلَى ٱلْقِتَالِ ۚ إِن يَكُن مِّنكُمْ عِشْرُونَ صَٰبِرُونَ يَغْلِبُوا۟ مِا۟ئَتَيْنِ ۚ وَإِن يَكُن مِّنكُم مِّا۟ئَةٌ يَغْلِبُوٓا۟ أَلْفًا مِّنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُونَ

Arab-Latin: yā ayyuhan-nabiyyu ḥarriḍil-mu`minīna 'alal-qitāl, iy yakum mingkum 'isyrụna ṣābirụna yaglibụ mi`ataīn, wa iy yakum mingkum mi`atuy yaglibū alfam minallażīna kafarụ bi`annahum qaumul lā yafqahụn

Artinya: Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.

Wahai nabi, doronglah orang-orang yang beriman kepadamu untuk berperang. Jika dari kalian ada duapuluh orang yang teguh bersabar ketika menghadpi musuh, niscaya mereka akan mengalahkan dua ratus orang dari mereka (musuh). lalu bila dari kalian ada seratus mujahid yang teguh bersabar, niscaya mereka akan mengalahkan seribu orang dari orang-orang kafir. Hal itu karena mereka itu (kaum kafir) adalah orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan dan tidak memiliki pemahaman sedikitpun tentang kenikmatan yang disediakan Allah bagi orang-orang yang berjihad di jalanNya. sedang mereka berperang demi meraih martabat tinggi di dunia dan melakukan kerusakan di dalamnya. (Tafsir al-Muyassar)

Wahai Nabi! Doronglah orang-orang mukmin untuk maju ke medan perang. Kobarkanlah semangat juang mereka dengan hal-hal yang dapat menguatkan tekad mereka dan menggugah semangat mereka. Jika di antara kalian -wahai orang-orang mukmin- ada dua puluh orang yang sabar dalam bertempur melawan dua ratus orang-orang kafir niscaya mereka akan mampu mengalahkan orang-orang kafir itu. Dan jika di antara kalian -wahai orang-orang mukmin- ada seratus orang yang sabar niscaya mereka akan mampu mengalahkan seribu orang kafir. Hal itu disebabkan karena orang-orang kafir itu adalah orang-orang yang tidak memahami sunatullah dalam menolong kekasih-kekasih-Nya dan menghancurkan musuh-musuh-Nya. Dan mereka juga tidak mengerti apa tujuan dari perang yang mereka lakukan. Karena mereka berperang hanya untuk menggapai kejayaan di dunia saja. (Tafsir al-Mukhtashar)

65 Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk memerangi orang musyrik dan musuh sekutunya . Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu wahai orang mukmin, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti hikmah dari peperangan, dan mereka berperang tanpa menggunakan mata hati (Tafsir al-Wajiz)

يٰٓأَيُّهَا النَّبِىُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ ۚ (Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang) Allah mendorong dan memotifasi mereka, kemudian memberi mereka kabar gembira sebagai peneguh hati dan menenang fikiran mereka dengan firman-Nya: إِن يَكُن مِّنكُمْ عِشْرُونَ صٰبِرُونَ يَغْلِبُوا۟ مِا۟ئَتَيْنِ إِن يَكُن مِّنكُمْ عِشْرُونَ صٰبِرُونَ يَغْلِبُوا۟ مِا۟ئَتَيْنِ ۚ( Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh) Kabar gembira ini berisi jumlah tertentu, namun berlaku dengan jumlah berapapun. وَإِن يَكُن مِّنكُم مِّا۟ئَةٌ يَغْلِبُوٓا۟ أَلْفًا(Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu) Dan jika kaum muslimin dikalahkan dengan jumlah yang lebih sedikit dari jumlah ini maka itu dikarenakan lemahnya iman, kesabaran, persiapan, perselisihan yang terjadi diantara mereka, atau sebab-sebab lain yang telah disebutkan sebagiannya dalam surat ini. Pendapat lain mengatakan bahwa kabar gembira dalam ayat ini bermakna perintah, mereka diperintah oleh Allah agar mereka tetap teguh dalam perang ketika menghadapi musuh mereka yang sepuluh kali lipat lebih banyak. (Zubdatut Tafsir)

وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَنَٰزَعُوا۟ فَتَفْشَلُوا۟ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَٱصْبِرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Arab-Latin: wa aṭī'ullāha wa rasụlahụ wa lā tanāza'ụ fa tafsyalụ wa taż-haba rīḥukum waṣbirụ, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn

Artinya: Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Dan berpegang teguhlah kalian untuk taat kepada Allah dan taat kepada rasulNya dalam seluruh keadaan kalian, dan janganlah kalian saling bersilang pendapat diantara kalian sehingga tercerai berai persatuan kalian dan bertentangan isi hati kalian, sehingga kalian akan melemah serta kekuatan dan kemenangan kalian akan sirna.Dan bersabarlah ketika mengahadpi musuh. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar dengan bantuan, pertolongan dan dukunganNya, serta tidak akan menelantarkan mereka. (Tafsir al-Muyassar)

Dan tetaplah taat kepada Allah dan taat kepada rasul-Nya dalam ucapan-ucapan, perbuatan-perbuatan, dan seluruh hal ihwal kalian. Dan janganlah kalian berselisih pendapat. Karena perselisihan akan membuat kalian menjadi lemah, takut, dan kehilangan kekuatan kalian. Dan bersabarlah ketika kalian berhadapan dengan musuh kalian. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar dalam bentuk pertolongan, dukungan, dan bantuan. Dan barangsiapa yang Allah menyertai-Nya, maka ialah orang yang pasti meraih kemenangan dan mendapatkan pertolongan. (Tafsir al-Mukhtashar)

46 Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dalam hal perintah maupun larangan tanpa penyepelan. Janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu sehingga kalian tidak mendapatkan pertolongan. Serta bersabarlah atas kesempitan dan kesulitan perang. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar dengan memberi pertolongan (Tafsir al-Wajiz)

وَلَا تَنٰزَعُوا۟ فَتَفْشَلُوا۟ (dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar) Allah melarang mereka saling berselisih pendapat kerena itu menjadi sebab kekalahan dalam perang. وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ( dan hilang kekuatanmu) Makna (الريح) yakni kekuatan dan kemenangan. Dan mendapat lain mengatakan yakni negara yang pelaksanaan pemerintahannya diserupakan dengan hembusan angin. (Zubdatut Tafsir)

وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ

Arab-Latin: wasta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, wa innahā lakabīratun illā 'alal-khāsyi'īn

Artinya: Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',

Dan mintalah pertolongan atas segala urusan kalian melalui  kesabaran dengan seluruh jenisnya dan juga shalat, sesungguhnya hal tersebut  amat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu. Yaitu orang  yang takut kepada Allah dan mengharapkan apa-apa yang ada di sisi-Nya, serta meyakini bahwa mereka benar-benar akan berjumpa dengan Tuhan mereka setelah  kematian, dan bahwasanya mereka akan kembali kepadanya pada hari kiamat untuk menghadapi perhitungan dan pembalasan amal perbuatan mereka. (Tafsir al-Muyassar)

Mintalah pertolongan dalam menghadapi segala situasi yang berkaitan dengan masalah agama dan dunia kalian dengan kesabaran dan salat yang dapat mendekatkan dan menghubungkan diri kalian dengan Allah. Maka Allah akan menolongmu dalam mengatasi setiap kesulitan yang menderamu. Sesungguhnya salat itu benar-benar sulit dan berat kecuali bagi orang-orang yang tunduk dan patuh kepada Rabb mereka. (Tafsir al-Mukhtashar)

Saling tolong-menolonglah kalian dengan bersabar dalam ketaatan dan menahan nafsu syahwat; dan melakukan shalat pada waktunya dengan khusyu’ karena dalam keduanya ada sesuatu yang dapat mengendalikan diri kalian, menahan ketidaknyamanan kalian, menghentikan kalian untuk berbuat buruk dan (mendorong) melakukan kebaikan. Shalat itu amat sangat berat kecuali bagi mereka yang menundukkan diri untuk mengagungkan Allah dan takut dengan siksaNya (Tafsir al-Wajiz)

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ (Jadikanlah sabar (sebagai penolongmu)) Yakni dengan menahan syahwat dan mengarahkannya kepada ketaatan. وَالصَّلَاةِ (dan shalat sebagai penolongmu) Yakni dengan menjalankan dengan penuh rasa cinta kepada Allah agar dapat membantumu dalam iman kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ (Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat) Yakni sholat itu berat bagi orang yang tidak beriman kepada Allah dan menyombongkan diri dalam menjalankan ketaatan-Nya. إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِين (kecuali bagi orang-orang yang khusyu’) Yakni orang-orang yang merasa diri mereka kecil dihadapan kebesaran Allah dan merasa tentram dalam keadaan itu. (Zubdatut Tafsir)

وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا۟ بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُم بِهِۦ ۖ وَلَئِن صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِّلصَّٰبِرِينَ

Arab-Latin: wa in 'āqabtum fa 'āqibụ bimiṡli mā 'ụqibtum bih, wa la`in ṣabartum lahuwa khairul liṣ-ṣābirīn

Artinya: Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.

Dan bila kalian (wahai kaum mukmimin) hendak membalas terhadap orang-orang yang bertindak zhalim kepada kalian, maka janganlah membalas melebihi apa yang mereka perbuat terhadapt kalian. Dan bila kalian mau bersabar itu benar-benar lebih baik bagi kalian di dunia dengan mendapat kemenangan, dan di akhirat dengan mendapat pahala besar. (Tafsir al-Muyassar)

Bila kalian hendak menghukum perlakukan musuh kalian maka hukumlah dengan hukuman seperti yang mereka lakukan terhadap kalian tidak lebih, namun bila kalian bersabar dengan tidak membalas mereka padahal kalian mampu untuk membalasnya, maka hal itu lebih baik bagi orang-orang yang sabar di antara kalian. (Tafsir al-Mukhtashar)

Dan jika kalian menghendaki untuk memberi balasan wahai orang-orang muslim, maka balaslah dengan tindakan dan balasan buruk yang serupa. Dan jika kalian memilih sabar dan tidak membalas, maka kesabaran itu lebih baik dari pada balas dendam. Ayat ini turun ketika Hamzah mati syahid di tangan seseorang dan disiksa, lalu Nabi SAW bersabda: “Sungguh aku akan kulakukan hal serupa kepada 70 orang di antara mereka seperti yang mereka lakukan kepada Hamzah” lalu Nabi bertaubat dari janjinya dan tidak jadi balas dendam. Dan kalimat {‘Uuqibtum bihi} yaitu kalian disakiti dengan hal serupa itu. Hal ini untuk menamai penyebab menggunakan nama akibat dan hasil dari tindakan itu, seperti contoh: Langit menyirami tanaman. Maksudnya yaitu air hujan yang menyebabkan tumbuhnya tanaman. (Tafsir al-Wajiz)

وَإِنْ عَاقَبْتُمْ (Dan jika kamu memberikan balasan) Yakni jika kalian ingin membalas seseorang. فَعَاقِبُوا۟ بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُم بِهِۦ ۖ( maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu) Yakni seperti apa yang dilakkukan terhadapmu tanpa melebihkannya. وَلَئِن صَبَرْتُمْ(Akan tetapi jika kamu bersabar) Dan tidak mengambil hak kalian atas orang yang telah menzalimi kalian pada saat kalian mampu membalasnya. لَهُوَ خَيْرٌ لِّلصّٰبِرِينَ(sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar) Yakni kesabaran lebih baik bagi kalian daripada menuntut balas. (Zubdatut Tafsir)

قُلْ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Arab-Latin: qul yā 'ibādillażīna āmanuttaqụ rabbakum, lillażīna aḥsanụ fī hāżihid-dun-yā ḥasanah, wa arḍullāhi wāsi'ah, innamā yuwaffaṣ-ṣābirụna ajrahum bigairi ḥisāb

Artinya: Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

Katakanlah (wahai nabi) kepada hamba-hamba-Ku yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya ‘Takutlah kalian kepada Rabb kalian dengan menaati-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini dengan beribadah kepada Rabb mereka dan menaati-Nya ada kebaikan di akhirat, yaitu surga dan kebaikan di dunia berupa kesehatan, rizki, kemenangan dan sebagainya. Dan Bumi Allah itu luas, maka berhijrahlah kalian ke tempat di mana kalian bisa menyembah Rabb kalian dan memungkinkan kalian untuk melaksanakan agama kalian. Sesungguhnya hanya Orang-orang yang sabar yang diberi pahala di akhirat tanpa batasan, hitungan dan kadar. Ini adalah pengagungan terhadap balasan bagi orang-orang yang sabar dan pahala mereka. (Tafsir al-Muyassar)

Katakanlah -wahai Rasul- kepada hamba-hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dan kepada rasul-rasul-Ku, “Bertakwalah kalian kepada Rabb kalian dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Orang-orang yang membaguskan amal perbuatan di dunia akan mendapat balasan kebaikan di dunia berupa kemenangan, keselamatan dan harta kekayaan, dan di akhirat berupa surga. Bumi Allah itu luas, maka silahkan kalian berhijrah di sana sehingga kalian menemukan tempat yang baik untuk beribadah kepada Allah, tidak ada yang mengganggu kalian. Dan orang-orang yang sabar diberi balasan mereka pada hari Kiamat tanpa hitungan dan kadar, karena banyak dan bermacam-macam.” (Tafsir al-Mukhtashar)

Wahai muhammad, sampaikanlah sabdaKu ini: wahai hambaKU yang mukmin, takutlah kalian akan adzab Allah dengan tetap taat padaNya, bagi mereka yang selalu taat maka di dunia akan mendapatkan kebaikan dan pahala surga di akhirat. Yakni berupa pahala kebaikan dan kebahagiaan di dunia, dan bumi Allah ini luas, maka barang siapa kesulitan untuk taat kepada Allah di suatu daerah, maka hendaklah dia hijrah ke daerah lain sekiranya dia bisa beribadah dan menjalankan syariat Allah, meninggalkan kemunkaran, sesungguhnya Allah menepati janji bagi mereka yang bersabar dan pahala bagi mereka tanpa batas dan ketetapan sebelumnya. Maka pemberian Allah yang luas tak terbatas dan tak terhitung (Tafsir al-Wajiz)

قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ اتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ (Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”) Yakni katakanlah kepada mereka firman-Ku ini. لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ( Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan) Yakni memperoleh surga atau kebaikan di dunia berupa kesehatan dan keselamatan, serta kemenangan dan harta ghanimah. وَأَرْضُ اللهِ وٰسِعَةٌ(Dan bumi Allah itu adalah luas) Maka berhijrahlah ke tempat yang memungkinkanmu untuk menyembah Allah dan menjalankan apa yang Dia perintahkan serta meninggalkan apa yang Dia larang. إِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ (Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas) Yakni Allah akan menyempurnakan pahala mereka tanpa batas sebagai balasan atas kesabaran mereka. Yakni pahala yang tidak akan mampu dihitung seseorang. (Zubdatut Tafsir)

قَالَ إِنَّكَ لَن تَسْتَطِيعَ مَعِىَ صَبْرًا

Arab-Latin: qāla innaka lan tastaṭī'a ma'iya ṣabrā

Artinya: Dia menjawab: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.

Khadir berkata kepadnya, ”sesungguhnya engkau wahai musa, tidak akan mampu bersabar dalam mengikuti dan menyertaiku. ” (Tafsir al-Muyassar)

Khaḍir berkata, "Sungguh engkau tidak akan sanggup bersabar atas ilmu yang engkau akan lihat dariku, karena tidak akan sesuai dengan ilmu yang engkau miliki. (Tafsir al-Mukhtashar)

(Tafsir al-Wajiz)

قَالَ إِنَّكَ لَن تَسْتَطِيعَ مَعِىَ صَبْرًا (Dia menjawab: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku) Yakni kamu tidak akan sanggup untuk bersabar atas apa yang akan kamu lihat dari ilmuku, sebab ilmu yang kamu miliki tidak sesuai dengan hal itu. (Zubdatut Tafsir)

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا۟ ۖ وَكَانُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا يُوقِنُونَ

Arab-Latin: wa ja'alnā min-hum a`immatay yahdụna bi`amrinā lammā ṣabarụ, wa kānụ bi`āyātinā yụqinụn

Artinya: Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.

Dan Kami mengangkat di kalangan Bani Israil para pembimbing dan para penyeru kepada kebaikan yang diteladani oleh manusia. Dan mereka mengajak manusia kepada tauhid, menyembah kepada Alah semata dan menaatiNya. Mereka mendapatkan derajat yang tinggi ini saat mereka bersabar atas perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-laranganNya, berdakwah kepada Allah dan teguh menghadapi gangguan di jalanNya, disamping mereka juga membenarkan dengan penuh keyakinan kepada ayat-ayat dan hujjah-hujjah Allah. (Tafsir al-Muyassar)

Dan Kami jadikan dari Bani Israil para pemimpin-pemimpin yang diikuti oleh manusia dalam hal kebenaran, mereka menunjukkan pada kebenaran ketika mereka bersabar dalam menaati segala perintah-Nya dan menghindari segala larangan-Nya, dan bersabar ketika menjalani cobaan di jalan dakwah, dan mereka beriman kepada ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada rasul-rasul mereka. (Tafsir al-Mukhtashar)

Dan Kami telah menjadikan Bani Israil sebagai contoh dalam urusan agama, mereka adalah para Nabi yang memberikan petunjuk pada manusia, mengajak mereka pada Tauhid, menyembah Allah dan menjalankan syari’at dan hukum-hukum Allah, untuk menjalankan perintah Kami, agar mereka sabar atas beban kewajiban dan siksa dunia, dan mereka membenarkan ayat-ayat yang telah diturunkan dengan penuh keyakinan, dank arena kecermatan mereka dalam melihatnya (Tafsir al-Wajiz)

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا (Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami) Yakni sebagai pemimpin-pemimpin dalam kebaikan yang menyeru kepada petunjuk dengan seruan yang mereka sampaikan dari hukum-hukum yang ada dalam Taurat. لَمَّا صَبَرُوا۟ ۖ( ketika mereka sabar) Yakni Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin berkat kesabaran mereka dalam menjalankan kewajiban dan dalam menyeru orang lain kepada petunjuk. Atau berkat kesabaran mereka terhadap kenikmatan dunia. وَكَانُوا۟ بِـَٔايٰتِنَا(Dan adalah mereka terhadap ayat-ayat Kami) Yakni ayat-ayat yang Allah turunkan. يُوقِنُونَ(merupakan orang-orang yang meyakini) Yakni mereka mempercayai ayat-ayat Allah dan mengetahui bahwa ayat-ayat itu benar dan berasal dari Allah, sebab mereka selalu menghayatinya. (Zubdatut Tafsir)

GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Demikian pelbagai penafsiran dari beragam mufassirun berkaitan kandungan dan arti ayat tentang sabar (arab, latin, artinya), moga-moga membawa manfaat untuk kita semua. Bantu dakwah kami dengan mencantumkan hyperlink menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Dapatkan pahala jariyah dengan mengajak membaca al-Qur'an dan tafsirnya. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis

Rahasia Rezeki Berlimpah

Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Alhamdulillaah, kini semakin mudah membaca Al-Quran dengan tafsirnya. Tinggal klik link yang berwarna biru, pilih surat dan ayat yg mau dibaca, maka akan keluar tafsir lengkapnya.
 
*Klik » tafsirweb.com/start*
 
Dapatkan pahala jariyah dengan share info berharga ini

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah: