Surat Az-Zukhruf Ayat 58

وَقَالُوٓا۟ ءَأَٰلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هُوَ ۚ مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًۢا ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ

Arab-Latin: Wa qālū a ālihatunā khairun am huw, mā ḍarabụhu laka illā jadalā, bal hum qaumun khaṣimụn

Artinya: Dan mereka berkata: "Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?" Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.

« Az-Zukhruf 57Az-Zukhruf 59 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Menarik Berkaitan Dengan Surat Az-Zukhruf Ayat 58

Paragraf di atas merupakan Surat Az-Zukhruf Ayat 58 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa pelajaran menarik dari ayat ini. Didapati beberapa penjabaran dari banyak pakar tafsir terhadap makna surat Az-Zukhruf ayat 58, misalnya sebagaimana tertera:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Orang-orang musyrik dari kaummu (wahai rasul) berkata, ”apakah tuhan-tuhan yang kami sembah ini lebih baik atau isa yang disembahi oleh kaumnya? bila isa di dalam neraka maka kami dan tuhan-tuhan kami juga di neraka.” mereka tidak membuat perumpamaan tersebut kecuali hanya untuk membantah, karena mereka adalah yang selalu membantah dengan kebatilan.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

58. Dan mereka berkata, “Mana yang lebih baik, sesembahan kami ataukah Isa?” Dan tidaklah Ibnu Az-Ziba'ra dan semisalnya membuat permisalan ini untukmu karena keinginan untuk sampai pada kebenaran, akan tetapi karena senang berdebat. Mereka adalah kaum yang mempunyai tabiat suka berdebat.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

58. وَقَالُوٓا۟ ءَأٰلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هُوَ ۚ (Dan mereka berkata: “Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?”)
Yakni apakah tuhan-tuhan Kami atau Isa al-Masih yang lebih baik?
Mereka menentangnya dengan mengatakan: “jika memang semua yang disembah selain Allah akan masuk neraka, maka kami rela tuhan-tuhan kami akan berkumpul bersama Isa al-Masih, ‘Uzair, dan para malaikat.

مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًۢا ۚ( Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja)
Yakni mereka tidak membuat perumpamaan bagimu tentang Isa melainkan agar mereka dapat membantahmu, dan bukan untuk mencari kebenaran, sebab Isa datang membawa tauhid dan mewasiatkan kaumnya dengan tauhid itu dengan ucapannya: “Allah adalah Tuhan kita, Tuhan yang satu.”

بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ(sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar)
Yakni orang-orang yang sering berselisih dan berdebat namun tidak mengharapkan kebenaran.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

58. Mereka berkata: “Mana yang lebih baik, Tuhan kami atau Isa yang mereka jadikan Tuhan. Jika Tuhan mereka masuk neraka, tentunya Tuhan kami akan bersamanya di neraka. Allah kemudian menjawabnya bahwa orang-orang musyrik hanya bermaksud membantah dengan permisalan tersebut bukan untuk mencari kebenaran. Mereka adalah kaum yang suka bertengkar dalam kebatilan dan suka mencari musuh


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Mereka berkata,“Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau dia” Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu, kecuali untuk membantah saja. Sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar} suka berpegang pada pertengkaran dan kebathilan


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

58. “dan mereka berkata,’manakah yang lebih baik dari sesembahan-sesembahan kami atau dia?” yakni, nabi isa, di mana mereka dilarang untuk menyembah semuanya (termasuk nabi isa) serta kebersamaan mereka dalam ancaman yang menyembah mereka. Saat itu turun juga firman Allah, ”sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan jahanam, kamu pasti masuk kedalamnya,” (al-anbiya:98)
Sisi kezhaliman hujjah mereka adalah karena mereka bekata,”sudah menjadi ketetapan bagi kami dan bagimu, wahai Muhammad bahwa Isa adalah salah seoang hamba Allah yang mendekatkan diri, yang memiliki kesudahan yang baik, lantas mengapa kau samakan antara isa dengan patung dalam larangan penyembahan tersebut semuanya, andai hujjahmu benar tentu tidak ditentang, lantas mengapa kau juga bekata,” sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan jahanam, kamu pasti masuk kedalamnya,” (al-anbiya:98)
Nash ayat ini menurut mereka mencakup patung-patung dan nabi isa, ini tidak lain adalah kontradiksi dan kontadiksinya dalam hujjah menunjukkan bahwa ia batil. Inilah puncak syubhat yang mereka yakini, mereka yang bergembira karenannya dan mereka juga menghadang dan saling memberi kabar gembira. Tapi alhamdulillah syubhat tersebut yang paling lemah dan batil karena penyamaan antara larangan untuk menyembah isa dan larangan untuk menyembah patung adalah karena penyembahan merupakan hak Allah semata, dan tidak berhak bagi salah satu makhlukpun, tidak pula para malaikat yang mendekatkan diri,tidak pula para nabi yang diutus dan tidak pula makhluk lain selain mereka. Syubhat macam apa yang menyamakan larangan penyembahan nabi isa dan lainnya?


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 56-65
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang kekeras kepalaan orang-orang Quraisy dalam kekafiran mereka dan kesengajaan mereka yang bersikap ingkar dan mendebat (Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quarisy) bersorak karenanya (57)) Banyaj irang meriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, As-Suddi, dan Adh-Dhahhak bahwa mereka tertawa, yaitu heran dengan hal itu.
Qatadah berkata bahwa mereka terkejut dan tertawa
ibnu Ishaq menyebutkan dalam kitab As-Sirah terkait ucapan Abdullah bin Az-Zib'ara berkata, "Tanyakanlah kepada Muhammad, “Apakah semua yang disembah selain Allah dimasukkan ke dalam neraka Jahanam bersama orang yang menyembahnya?” Kita menyembah para malaikat, orang-orang Yahudi menyembah Uzair, dan orang-orang Nasrani menyembah Al-Masih Isa bin Maryam" Maka Al-Walid bersama orang-orang yang bersamanya di majelis itu heran terhadap ucapan Abdullah bin Az-Zib'ara, dan mereka berpandangan bahwa dia telah mendebat dan menentang. Lalu diceritakan kepada Rasulullah SAW, Lalu Allah SWT menurunkan firmanNya: (Sesungguhnya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka (101)) (Surah Al-Anbiya’) yaitu nabi Isa, Uzair dan orang-orang yang disembah bersama keduanya dari kalangan para rahib dan orang-orang yang telah menjalani ketaatan kepada Allah SWT, Lalu orang-orang yang setelah mereka dari kalangan orang-orang yang tersesat menjadikan mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah. Telah disebutkan di dalamnya bahwa mereka menyembah para malaikat yang mereka anggap sebagai anak-anak perempuan Allah: (Dan mereka bekata, "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak”, Maha Suci Allah Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan (26)...) (Surah Al-Anbiya’) Disebutkan tentang perkara nabi Isa bahwa dia disembah selain Allah. Maka Al-Walid dan orang-orang yang ada di dalam majelis itu merasa heran dengan hujjah dan pertentangannya (Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya (57)) yaitu mereka menyoraki ucapanmu itu. kemudian disebutkan tentang perkara nabi Isa: (Ia tiada lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil (59) Dan kalau kami kehendaki. benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun (60) Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat) yaitu mukjizat-mukjizat yang telah diberikan kepadanya, berupa menghidupkan orang-orang mati dan menyembuhkan beragam penyakit. Hal itu cukup sebagai bukti yang menunjukkan atas pengetahuan tentang hari kiamat. Lalu Allah berfirman: (Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus)
Imam Ahmad berkata bahwa Ibnu Abbas pernah berkata,"Sungguh aku mengetahui suatu ayat dari Al-Qur'an, tidak ada seorangpun yang menanyakannya kepadaku. Dan aku tidak mengetahui apakah orang lain telah mengetahuinya sehingga mereka tidak menanyakannya, ataukah memang mereka tidak mengetahuinya sehingga mereka tidak menanyakannya?" Kemudian dia melanjutkan pembicaraannya dengan kami, dan ketika dia bangkit meninggalkan kami, maka kami saling mencela, mengapa kami tidak menanyakan tentang itu. Lalu aku berkata,"Akulah yang akan menanyakannya besok" Dan keesokan harinya aku bertanya,"Wahai Ibnu Abbas, kemarin kamu mengatakan bahwa ada suatu ayat Al-Qur'an yang tidak ada seorangpun menanyakannya kepadamu, sedangkan kamu tidak mengetahui apakah orang lain telah mengetahuinya atau tidak" Aku bertanya,"Maka beritahukanlah kepadaku tentang itu dan ayat yang telah kamu baca sebelumnya"
Ibnu Abbas berkata,”Iya, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda kepada orang-orang Quraisy:”Wahai orang-orang Quraisy, sesungguhnya tidak ada seorangpun yang disembah selain Allah terdapat kebaikan padanya” Dan orang-orang Quraisy mengetahui bahwa orang-orang Nasrani menyembah nabi Isa bin Maryam dan apa yang mereka katakan terhadap nabi Muhammad SAW. Maka mereka berkata,"Wahai Muhammad, bukankah kamu mengira bahwa Isa putra Maryam adalah seorang nabi dan hamba Allah yang shalih? Maka jika kamu benar, dia adalah tuhan mereka seperti apa yang mereka katakan " Maka Allah SWT menurunkan firmanNya: (Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya) Aku bertanya,"Apakah makna “yashiddun"? Dia menjawab, "Mereka tertawa" (Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat) Ibnu Abbas berkata bahwa makna yang dimaksud adalah munculnya nabi Isa bin Maryam sebelum hari kiamat.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Wahai orang-orang Quraisy, sesungguhnya tidak ada seorangpun yang disembah selain Allah itu pada dirinya ada kebaikan” Maka mereka berkata kepadanya,"Bukankah kamu meyakini bahwa nabi Isa bin Maryam adalah seorang nabi dan hamba Allah yang shalih yang disembah selain Allah? Maka Allah SWT menurunkan firmanNya: (Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya (57))
Mujahid berkata tentang firmanNya (Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya (57)) bahwa orang-orang Quraisy berkata,"Sesungguhnya Muhammad menginginkan agar dirinya kita sembah, sebagaimana Isa disembah kaumnya" Hal yang sama juga dikatakan Qatadah. Firman Allah: (Dan mereka berkata, "Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau dia?”) Qatadah berkata bahwa orang-orang Quraisy berkata, "Tuhan-tuhan kami lebih baik daripada dia"
Firman Allah: (Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu, melainkan dengan maksud membantah saja) yaitu dengan maksud membantah, padahal mereka mengetahui bahwa nabi Isa tidak termasuk ke dalam ayat ini, karena ayat ini ditujukan kepada yang tidak berakal, yaitu firmanNya (Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan Jahanam) (Surah Al-Anbiya: 98) Kemudian orang yang diajak bicara ini adalah kepada orang-orang Quraisy, dan mereka tidak lain hanya menyembah berhala-berhala dan tandingan-tandingan. Mereka sama sekali tidak menyembah Al-Masih, sampai mereka menyebutkannya, maka ucapan mereka tidak lain hanya sebagai bantahan dari mereka, bukan berarti mereka meyakini kebenarannya
Firman Allah: (Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepada nya nikmat) yaitu tidaklah nabi Isa itu melainkan hanya seorang hamba Allah yang diberi karunia berupa kenabian dan kerasulan (dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil) yaitu dalil, hujjah, dan keterangan yang menunjukkan kekuasaan Kami terhadap apa yang Kami kehendaki.
Firman Allah: (Dan kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu) yaitu pengganti kalian (di muka bumi malaikat-malaikat yang turun)
As-Suddi berkata bahwa makna yang dimaksud adalah mereka menggantikan kalian padanya.
Ibnu Abbas dan Qatadah berkata bahwa makna yang dimaksud adalah sebagian dari mereka mengganti sebagian lain, sebagaimana sebagian dari kalian mengganti sebagian lain. Pendapat ini sama dengan pendapat yang pertama.
Mujahid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah mereka memakmurkan bumi sebagai pengganti kalian.
Firman Allah: (Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat) Telah disebutkan tafsir Ibnu Ishaq bahwa yang dimaksud dari hal itu adalah mukjizat yang diberikan Allah kepada nabi Isa, yaitu menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang yang buta dan orang yang berpenyakit supak serta penyakit-penyakit lainnya. Tetapi pendapat ini masih perlu ditinjau. Tafsir yang paling jauh adalah apa yang diriwayatkan Qatadah dari Hasan Al-Bashri dan Sa'id bin Jubair, bahwa dhamir yang ada pada lafaz (innahu) merujuk kepada Al-Qur'an, bahkan yang benar dhamir itu kembali kepada nabi Isa karena konteks kalimat itu sedang menyebutkan tentang dia. Kemudian yang dimaksud dengan itu adalah bahwa turunnya nabi Isa adalah sebelum hari kiamat, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya) yaitu sebelum nabi Isa mati, Kemudian (Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka) (Surah An-Nisa’: 159) Makna ini diperkuat dengan bacaan lain (Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat) yaitu sebagai tanda dan dalil yang menunjukkan terjadinya hari kiamat.
Mujahid berkata tentang firmanNya: (Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat) yaitu, pertanda terjadinya hari kiamat adalah munculnya nabi Isa sebelum hari kiamat. Demikian juga diriwayatkan dari Abu Hurairah, Ibnu Abbas, Abu Malik, Ikrimah, Al-Hasan, dan lainnya. Disebutkan dalam beberapa hadits mutawattir yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memberitakan turunnya nabi Isa sebelum hari kiamat sebagai seorang pemimpin dan hakim yang adil.
Firman Allah: (Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang hari kiamat itu) yaitu, Janganlah kalian meragukan hari kiamat, sesungguhnya hari kiamat itu pasti terjadi (dan ikutilah aku) dalam apa yang aku sampaikan kepada kalian (Inilah jalan yang lurus (61) Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh setan) yaitu dari mengikuti kebenaran (Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu (62) Dan tatkala Isa datang membawa keterangan, dia berkata,"Sesungguhnya aku. datang dengan membawa hikmah”) yaitu kenabian (dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya) Ibnu Jarir berkata bahwa makna yang dimaksud adalah perkara agama, bukan perkara dunia. Apa yang dikatakan Ibnu Jarir ini baik.
Firman Allah: (maka bertakwalah kepada Allah) yaitu dalam semua hal yang aku perintahkan kepada kalian (dan taatlah (kepada) ku) yaitu dalam semua yang aku beritahukan kepada kalian (Sesungguhnya Allah, Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu. Maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus (64)) yaitu aku dan kalian adalah hamba-hamba Allah dan butuh kepadaNya, sama-sama diperintahkan untuk menyembah hanya kepadaNya, tidak ada sekutu bagiNya (ini adalah jalan yang lurus) yaitu, yang aku sampaikan kepada kalian yaitu jalan yang lurus, yaitu menyembah hanya kepada Allah SWT.
Firman Allah: (Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka) yaitu beberapa golongan dari mereka berselisih sehingga mereka menjadi tercerai-berai tentang itu. Sebagian di antara mereka ada yang mengakui bahwa nabi Isa adalah hamba dan rasul Allah itu adalah yang benar. Dan sebagian yang lain mengatakan bahwa dia adalah anak Allah, sebagian lainnya mengatakan bahwa dia adalah Allah, Maha Suci Allah lagi Maha Tinggi dari ucapan mereka dengan ketinggian yang Maha Besar. Oleh karena itu Allah berfirman: (lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim, yakni siksaan hari yang pedih (kiamat))


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Az-Zukhruf ayat 58: (Dan mereka berkata, 'Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia?') yakni nabi Isa, maka karenanya kami rela tuhan-tuhan kami bersama dia (Mereka tidak memberikan perumpamaan itu) atau misal tersebut (kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja) atau menyanggah kamu dengan cara yang batil, karena mereka telah mengetahui, bahwa berhalaberhala yang tidak berakal itu tidak akan dapat menyamai Nabi Isa a.s. (sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar") sangat gemar bertengkar.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Ayat 57 dan 58 di atas menceritakan kembali kejadian ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membacakan di hadapan orang-orang Quraisy surah Al Anbiya ayat 98 yang artinya, “Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah bahan bakar Jahannam.” Maka seorang Quraisy bernama Abdullah bin Az Zab'ari menanyakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang keadaan Isa yang disembah orang Nasrani apakah beliau juga menjadi bahan bakar neraka Jahannam seperti halnya sembahan-sembahan mereka. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terdiam dan mereka pun mentertawakannya; lalu mereka menanyakan lagi mengenai mana yang lebih baik antara sembahan-sembahan mereka dengan Isa ‘alaihis salam? Pertanyaan-pertanyan mereka ini hanyalah mencari perbantahan saja, bukan mencari kebenaran. Jalan pikiran mereka itu adalah kesalahan yang besar. Nabi Isa ‘alaihis salam yang disembah oleh orang-orang Nasrani sesungguhnya tidak rela dijadikan sesembahan.

Di samping itu, penyamaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala antara larangan menyembah berhala dan larangan menyembah Nabi Isa ‘alaihi salam adalah karena ibadah adalah hak Allah Subhaanahu wa Ta'aala saja, tidak dimiliki oleh seorang pun dari makhluk, baik malaikat yang didekatkan, para nabi yang diutus maupun lainnya, dimanakah letak syubhat ketika pelarangan diratakan baik menyembah patung maupun menyembah Isa ‘alaihis salam? Tidak ada bukan? Dan lagi kelebihan Nabi Isa ‘alaihis salam dan keadaannya yang dekat dengan Allah Subhaanahu wa Ta'aala tidaklah menunjukkan dibedakannya Beliau dalam masalah ini, karena Beliau sebagaimana diterangkan dalam lanjutan ayat adalah seorang hamba yang Allah berikan nikmat kepadanya dengan kenabian, hikmah, ilmu dan amal.

Adapun firman Allah Ta’ala di surah Al Anbiya: 98, “Innakum wa maa ta’buduuna minduunillahi hashabu Jahannam” (artinya: Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah bahan bakar Jahannam.) maka dapat dikaji sebagai berikut:

Pertama, firman-Nya tersebut menggunakan kata “maa” (apa) yang biasa digunakan untuk sesuatu yang tidak berakal, sehingga tidak termasuk ke dalamnya Nabi Isa ‘alaihis salam.

Kedua, ayat ini tertuju kepada orang-orang musyrik yang tinggal di Mekah dan sekitarnya, dimana mereka menyembah patung dan berhala dan tidak menyembah Al Masih.

Ketiga, bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala setelah ayat tersebut berfirman, “Bahwa orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka,” (Terj. Al Anbiyaa’: 101) Tidak diragukan lagi bahwa Isa dan para nabi yang lain serta para wali tergolong ke dalam ayat ini.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Az-Zukhruf Ayat 58

Dan mereka berkata, 'manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami, berupa berhala-berhala yang kami sembah atau dia, yakni isa'' mereka tidak memberikannya, yakni perumpamaan itu, kepadamu, Muhammad, melainkan dengan maksud membantah saja, bukan untuk menunjukkan kebenaran keyakinan mereka, tetapi untuk memelesetkan apa yang disampaikan kepada mereka. Bahkan sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. 59. Lalu Allah menunjukkan kepada mereka bahwa dia, yaitu isa, tidak lain hanyalah seorang hamba, bukan tuhan seperti keyakinan orang-orang nasrani, yang kami berikan nikmat ke nabian kepadanya dan kami jadikan dia sebagai contoh pelajaran yang sangat mengagumkan bagi bani israil, baik yang hidup pada masa isa maupun yang sesudahnya.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Demikianlah sekumpulan penjabaran dari kalangan mufassirin berkaitan makna dan arti surat Az-Zukhruf ayat 58 (arab-latin dan artinya), semoga berfaidah bagi ummat. Dukunglah perjuangan kami dengan memberikan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Terbanyak Dikunjungi

Telaah banyak konten yang terbanyak dikunjungi, seperti surat/ayat: An-Najm 39-42, Ali Imran 26-27, Al-Qalam, Al-Baqarah 261, Al-Ahzab 43, Al-Anbiya 19. Termasuk Al-Baqarah 285, Al-Hujurat 11, Ar-Ra’d 31, Ar-Rahman 33, Al-Baqarah 282, Al-‘Ashr 3.

  1. An-Najm 39-42
  2. Ali Imran 26-27
  3. Al-Qalam
  4. Al-Baqarah 261
  5. Al-Ahzab 43
  6. Al-Anbiya 19
  7. Al-Baqarah 285
  8. Al-Hujurat 11
  9. Ar-Ra’d 31
  10. Ar-Rahman 33
  11. Al-Baqarah 282
  12. Al-‘Ashr 3

Pencarian: al maidah ayat 69, albaqarah 228, albaqarah ayat 158, ar rad 39, tafsir bismillah-بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ-

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: