Surat Al-Ma’idah Ayat 69

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَادُوا۟ وَٱلصَّٰبِـُٔونَ وَٱلنَّصَٰرَىٰ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Arab-Latin: Innallażīna āmanụ wallażīna hādụ waṣ-ṣābi`ụna wan-naṣārā man āmana billāhi wal-yaumil-ākhiri wa 'amila ṣāliḥan fa lā khaufun 'alaihim wa lā hum yaḥzanụn

Artinya: Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

« Al-Ma'idah 68Al-Ma'idah 70 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Tafsir Mendalam Mengenai Surat Al-Ma’idah Ayat 69

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Ma’idah Ayat 69 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada kumpulan tafsir mendalam dari ayat ini. Ada kumpulan penjelasan dari banyak ulama mengenai isi surat Al-Ma’idah ayat 69, antara lain seperti berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Sesungguhnya orang-orang yang beriman (yaitu kaum muslimin) orang-orang yahudi dan kalangan shabi’in juga (mereka adalah kaum yang masih bertahan diatas fitrah mereka, tanpa ada agam ajaran tertentu yang mereka ikuti) dan orang-orang nasrani (para pengikut Isa al-masih ), siapa saja yang beriman diantara mereka kepada Allah dengan keimanan yang sempurna, yaitu tauhid dan membenarkan kenabian Muhammad dan risalah yang dia bawa dan beriman kepada hari akhir, serta mengerjakan amal shalih, maka tidak ada rasa takut pada mereka terhadap kengerian-kengerian hari kiamat dan mereka tidak bersedih hati terhadap apa yang mereka tinggalkan di belakang mereka di kehidupan dunia.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

69. Setelah Allah menjelaskan bahwa mereka tidak dianggap beragama selama mereka belum beriman, maka kemudian Allah menjelaskan jalan keimanan dan balasan bagi orang yang beriman.

Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasulullah, orang-orang Yahudi, orang-orang selain orang Yahudi dan Nasrani yang merupakan para penyembah bintang-bintang dan Malaikat, dan orang-orang Nasrani; mereka semua yang beriman kepada Allah dan mengakui keesaan-Nya, dan beriman kepada Rasulullah, serta beramal shalih, maka mereka tidak ada ketakutan dari azab akhirat dan tidak ada kesedihan atas kenikmatan dunia yang mereka lewatkan.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

69. Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Ṣābi’īn dan orang-orang Nasrani, siapa pun di antara mereka yang percaya kepada Allah dan hari Akhir, serta beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka mengenai apa yang kelak akan mereka hadapi dan mereka pun tidak bersedih hati atas kekayaan dunia yang luput dari jangkauan mereka.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

69. وَالَّذِينَ هَادُوا۟( orang-orang Yahudi)
Yakni orang-orang yang memeluk agama Yahudi.

وَالصّٰبِـُٔونَ(dan Shabiin)
Tafsir dari kata ini telah dijelaskan di surat al-Baqarah.

مَنْ ءَامَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَعَمِلَ صٰلِحًا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ (yang beriman kapada Allah dan hari akhir dan mengerjakan amal shaleh maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka)
Yakni tidak ada kekhawatiran terhadap mereka saat bertemu dengan Allah.

وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ(dan tidak (pula) mereka bersedih hati)
Maka barangsiapa yang beriman dari golongan-golongan tersebut dengan keimanan yang tulus sebagaimana mestinya serta beramal shalih niscaya ia tidak akan mendapat kekhawatiran dan kesedihan.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

69. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya, yaitu orang muslim, orang Yahudi, orang Nasrani, dan kaum Shabi’ para penyembah planet dan bintang, barangsiapa di antara mereka beriman kepada Allah dan hari akhir dengan haq, dan beramal shalih sebagaimana yang diperintahkan Allah, maka tidak ada ketakutan baginya dari azab hari kiamat selamanya, dan mereka tidak akan bersedih atas kelezatan dan kenikmatan dunia.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, Sabiin} kelompok yang masih dalam fitrahnya, tidak ada agama yang mereka ikuti {dan Nasrani, siapa saja yang beriman kepada Allah, hari akhir, dan beramal shalih, tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan mereka pun tidak bersedih


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

69. Allah memberitakan tentang umat yang diberi kitab dari kalangan pengikut Al-Quran, Taurat dan Injil bahwa kebahagiaan dan keselamatan mereka adalah pada jalan dan dasar yang satu, yaitu beriman kepada Allah dan Hari akhir, serta beramal shalih. Barangsiapa di antara mereka yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, serta beramal shalih, maka baginya keselamatan. Tidak ada ketakutan bagi mereka dalam menghadapi perkara-perkara masa depan yang menakutkan dan tidak ada kesedihan bagi mereka pada apa yang telah mereka tinggalkan. Ini adalah hukum yang mencakup seluruh masa.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 68-69
Allah SWT berfirman (Katakanlah) wahai Muhammad (Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun) yaitu dalam agama (hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil) yaitu sampai kalian beriman kepada semua yang ada pada kalian berupa kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah kepada para nabiNya, dan mengerjakan yang terkandung di dalamnya, di antara yang terkandung di dalamnya adalah perintah untuk mengikuti nabi Muhammad SAW, beriman kepada pengutusannya dan menaati syariatnya.
Oleh karena itu, Laits bin Abi Sulaim, dari Mujahid, tentang firmanNya: (dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu) yaitu Al-Qur’an, dan firmanNya (Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka) Tafsir ayat itu telah disebutkan.
(maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir) yaitu janganlah kamu bersedih karena mereka dan jangan sampai menghalangimu menghadapi mereka karena itu. Kemudian Allah berfirman: (Sesungguhnya orang-orang mukmin) yaitu orang-orang muslim (orang-orang Yahudi) mereka membawa Taurat (orang-orang Shabi’) dimaana jaraknya jauh, maka ‘athafnya lebih baik dengan rafa'. Orang-orang Shabi’ adalah kelompok dari orang-orang Nasrani dan orang-orang Majusi yang tidak memiliki agama. Hal ini dikatakan oleh Mujahid. Diriwayatkan juga dari Mujahid disebutkan yaitu antara orang-orang Yahudi dan Majusi.
Sa'id bin Jubair berkata, yaitu dari orang-orang Yahudi dan Nasrani.
Qatadah berkata mereka adalah kaum yang menyembah malaikat dan melaksanakan shalat menghadap selain kiblat dan membaca Zabur.
Dikatakan hal lain tentang itu, bahwa orang-orang Nasrani, dikenal bahwa mereka membawa Injil. Maknanya adalah bahwa setiap kelompok beriman kepada Allah dan hari akhir yaitu hari dikembalikan semua makhluk dan hari pembalasan. Kelompok mereka mengerjakan amal shalih, tapi hal itu tidak seperti itu sehingga sesuai dengan syariat nabi Muhammad SAW setelah pengutusan orang yang memiliki syariat itu (nabi Muhammad SAW) kepada semua makhluk. Maka siapa saja yang disifati dengan itu (maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka) dalam hal yang akan mereka hadapi, dan tidak pula atas apa mereka tinggalkan (dan tidak (pula) mereka bersedih hati (69)) Penjelasan tentang itu telah disebutkan dalam tafsir surah Al-Baqarah sehingga tidak perlu diulangi di sini.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Ma’idah ayat 69: Ada yang mengatakan, bahwa mereka adalah salah satu firqah (golongan) orang-orang Yahudi.

Dalam ayat ini, Allah Ta'ala memberitahukan tentang orang-orang yang diberikan kitab, baik kitab Taurat, Injil maupun Al Qur'an, bahwa kebahagiaan dan keselamatan mereka terletak pada satu jalan, yaitu beriman kepada Allah, termasuk beriman kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, beriman kepada hari akhir dan mengerjakan amal saleh, maka tidak ada kekhawatiran bagi mereka terhadap hal-hal yang akan datang yang mengkhawatirkan, dan mereka pun tidak perlu bersedih hati terhadap hal yang telah mereka tinggalkan. Ketentuan ini berlaku di setiap zaman.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Ma’idah Ayat 69

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa sesungguhnya orang-orang yang beriman, yaitu umat islam, orang-orang yahudi, sha'bi'in, dan orang-orang nasrani, barang siapa di antara mereka yang beriman kepada Allah dengan selalu mengesakan dan beribadah hanya kepada-Nya, percaya kepada hari kemudian sebagai wahana untuk pemberian ganjaran atau hukuman dari perbuatan mereka, dan selalu berbuat kebajikan sesuai dengan tuntunan Allah yang terdapat dalam taurat, injil, dan Al-Qur'an, maka tidak ada rasa khawatir sedikit pun pada mereka dan mereka tidak perlu untuk bersedih hati karena Allah selalu akan memberikan jalan keluar terbaik bagi semua persoalan yang dihadapi. Allah menegaskan bahwa sesungguhnya kami telah mengambil perjanjian dari bani israil, yaitu berupa ikrar mereka untuk beriman kepada Allah dan melaksanakan ajaran taurat yang merupakan syariat bagi mereka, dan untuk mengingatkannya, telah kami utus kepada mereka rasul-rasul yang diberi tugas untuk menjelaskan ajaran kitab suci itu. Akan tetapi, kenyataannya ternyata tidak seperti yang diinginkan. Setiap datang seorang rasul kepada mereka untuk mengingatkan ikrar tersebut dengan membawa atau menyampaikan ajaran agama, tetapi jika apa yang dibawa atau disampaikan itu adalah yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, maka sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan ajaranajarannya dan bahkan sebagian yang lain, seperti nabi zakaria dan nabi yahya, mereka bunuh dengan keji.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah variasi penjelasan dari banyak ulama berkaitan makna dan arti surat Al-Ma’idah ayat 69 (arab-latin dan artinya), moga-moga bermanfaat bagi kita. Bantu kemajuan kami dengan memberikan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Sering Dibaca

Terdapat ratusan materi yang sering dibaca, seperti surat/ayat: An-Nahl 114, Al-A’raf 54, At-Tin 4, An-Nisa, Al-Fatihah 4, At-Taubah. Termasuk Al-Humazah, Al-Ma’idah 48, Al-Muthaffifin, Ali ‘Imran 190, Al-Anbiya 30, Al-Fatihah 5.

  1. An-Nahl 114
  2. Al-A’raf 54
  3. At-Tin 4
  4. An-Nisa
  5. Al-Fatihah 4
  6. At-Taubah
  7. Al-Humazah
  8. Al-Ma’idah 48
  9. Al-Muthaffifin
  10. Ali ‘Imran 190
  11. Al-Anbiya 30
  12. Al-Fatihah 5

Pencarian: terjemahan al maidah ayat 2, surat al hajj ayat 22, qs al isra 23, surat al ahzab ayat 35, surah yunus 57

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: