Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-‘Ashr Ayat 3

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Arab-Latin: Illallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr

Terjemah Arti: Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Kecuali orang orang yang beriman kepada Allah, beramal shalih, dan sebagian berwasiat kepada sebagian lainnya agar berpegang teguh kepada kebenaran, beramal dengan manaati Allah serta bersabar dalam hal tersebut.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

3. Kecuali orang yang beriman kepada Allah dan para Rasul-Nya, mengerjakan amal saleh, saling berwasiat di antara mereka dengan kebenaran dan kesabaran dalam menjalani kebenaran. Orang-orang yang mempunyai sifat-sifat ini pasti selamat dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah asuhan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

3. Sesungguhnya manusia itu merugi, kecuali orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya; beramal shalih sesuai yang telah diperintahkan oleh Allah; saling menasehati dalam kebenaran, yaitu beramal sesuai syari’at Allah, berupa keimanan dan bertauhid, mengerjakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya, dan semua ini mengandung kebaikan dan keutamaan; dan saling menasehati manusia dengan sabar dalam ketaatan, menjauhi kemaksiatan, dan menghadapi musibah. (Kesabaran) Ini adalah sesuatu yang khusus yang berpengaruh terhadap sesuatu yang umum, karena kesabaran merupakan salah satu karakteristik kebenaran

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang berhasil dan menang secara hakiki adalah mereka yang di sifati dengan empat sifat dan ia adalah : Yang pertama manusia yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul ﷺ dan beramal dengan syariat islam, yang kedua yaitu mereka yang beramal dengan amalan shalih, yang ketiga yaitu yang berwasiat dengan wasiat (di atas) kebenaran atau mewasiatkan sebagiannya atas sebagian yang lainnya agar kokoh di atas kebenaran, yang keempat yaitu mereka yang berwasiat dengan kesabaran di atas tekanan. Aku meminta kepada Allah agar sebagaimana (kondisi) mereka. Imam Syafi’i berkata : Kalau seandainya Allah tidak menurunkan kepada manusia kecuali surat ini, maka sudah mencukupi mereka (manusia); Karena kesempurnaannya yang terkandung atas seluruh ilmu-ilmu di dalam Al Qur’an.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

1-3
1 ). Surah al-'Ashr secara khusus adalah surah yang paling mencakup didalamnya segala kebaikan, dan segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kitab-Nya mencukupi apapun selainnya , sebagai penawar untuk segala penyakit , juga sebagai petunjuk kepada kebenaran.

2 ). Allah telah bersumpah dengan al-'Ashr yaitu masa bahwasanya manusia itu berada dalam kerugian, hal itu menandakan bahwa kerugian yang mereka hadapi datang bersamaan dengan masa, dan bukan kerugian harta yang akan terganti dan tidak pula kerugian hilangnya kekasih yang dilupakan, melainkan kerugian yang akan memusnahkan kebaikan kehidupan seseorang itu sendiri.

3 ). Dua hal yang mesti selalu saling berdampingan : { وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ } yaitu memberi nasehat dengan kebenaran dan kesabaran; maka memberi wasiat atau nasehat kepada kebenaran tanpa adanya kesabaran bagaikan seseorang yang menyembah Allah dengan berada di tepi, dan orang yang memberi nasehat dengan kesabaran tanpa kebenaran seperti orang yang mengatakan : { أَنِ امْشُوا وَاصْبِرُوا عَلَىٰ آلِهَتِكُمْ } “Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu" [ Shad : 6 ] , kedua hal ini dapat mencetuskan seseorang kepada kerugian jika keduanya saling berpisah.

4 ). Tadabburilah surah al-'Ashr { وَالْعَصْرِ , إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ } ketika disampingkan dari golongan orang-orang yang merugi orang-orang yang tergolong dalam empat sifat itu, maka akan jelas bagimu siapa diantara mereka yang beruntung.

Li Yaddabbaru Ayatih / Lajnah Ilmiah Markaz Tadabbur

1-3. Allah bersumpah dengan masa, yaitu malam dan siang sehingga tempat terjadinya perbuatan-perbuatan manusia, bahwa manusia itu rugi. Orang yang rugi adalah kebalikan orang yang beruntung. Tingkatan orang yang rugi bermacam-macam;
ada yang rugi secara mutlak seperti kondisi orang yang rugi di dunia dan akhirat. Ia tidak mendapatkan kenikmatan dan berhak mendapatkan Neraka Jahim.
Ada yang rugi di sebagian sisi saja. Karena itu Allah menyebutkan kerugian untuk setiap manusia secara umum kecuali orang yang memiliki empat sifat:
~ Iman terhadap apa yang diperintahkan Allah dengan beriman kepadaNya. Dan iman tidak ada tanpa adanya ilmu. Ilmu adalah bagian dari iman yang tanpanya keimanan menjadi tidak sempurna.
~ Amal shalih. Dan ini mencakup seluruh perbuatan baik, zahir maupun batin, yang berkaitan dengan hak-hak Allah dan hak-hak hambaNya, yang wajib dan yang dianjurkan.
~ saling menasehati dengan kebenaran yang merupakan iman dan amal shalih, yakni sebagian orang menasihati sebagian yang lain dengan kebenaran, mendorong, dan menganjurkannya.
~ Saling menasihati dengan kesabaran adalah dalam ketaatan terhadap Allah, bersabar menjauhi maksiat, dan bersabar atas ketentuan-ketentuan Allah yang menyakitkan.
Dengan dua hal pertama, seseorang menyempurnakan dirinya sendiri dan dengan dua hal kedua, seseorang menyempurnakan orang lain dan dengan melengkapi keempat hal tersebut, seseorang terhindar dari kerugian dan mendapatkan keuntungan besar.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Semua manusia berada dalam kerugian, { إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا } Kecuali orang-orang yang beriman kepada Alllah - عز وجل - , dan kepada nama-nama Nya dan sifat-sifat Nya, mereka beribadah menyembah kepada-Nya dengan sebenar-benarnya penghambaan, sedangkan mereka yang tetap pada kekafiran dan kesyirikan mereka berada dalam kerugian yang dimaksud oleh ayat yang agung ini.

{ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا } Kecuali orang-orang yang mengimani ketuhanan dan keesaan Allah ﷻ.

{ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ } Dan mereka tidak saja beriman kepada Allah, tetapi juga mengerjakan amal shalih, karena iman tidak cukup tanpa amal shalih begitu juga amal shalih tidak cukup tanpa keimanan kepada Allah - عز وجل - .

Maka sesorang harus berbegang pada dua hal : yaitu iman dan amal shalih, oleh karena itu dalam pengertian ulama : "Iman adalah dengan menyatakannya dengan lisan, dan meyakininya dengan hati, serta mengerjakannya dengan anggota badan, iman itu akan bertambah dengan ketaatan, dan akan berkurang dengan kemaksiatan" , pengertian inilah yang dipegang oleh "Ahlussunnah wal jamaah" , bahwasanya amal shalih itu tidak akan terlepas dari keimanan sesorang kepada Allah - عز وجل - , karena keimanan tidak bermanfaat tanpa amal, dan tidak pula amal shalih sesorang akan memberi manfaat tanpa keimanan kepada Allah - عز وجل -.

Jika amal itu masuk dalam perkara iman, lalu kenapa dalam beberapa ayat keduanya disebutkan secara terpisah ? , hal itu dikarenakan keutamaan yang besar pada amal shalih seseorang , maka penyebutannya sebanyak dua kali : penyebutannya masuk dalam iman, kemudian penyebutannya secara terpisah karena keutamannya.

Sama halnya dengan firman Allah pada surah Al-Baqarah : 238 { حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ } ( Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’ ) , pada permulaan ayat Allah menyebutkan "الصَّلَوَاتِ " yaitu bentuk jamaka dari kata "الصَّلَاةِ" yakni pelihalarah semua waktu shalat, akan tetapi setelahnya Allah menyebutkan secara terpisah "Shalat Wustha" yaitu dalam pendapat jumhur ulama adalah shalat Asar, hala itu dikarenakan keutamaan yang lebih pada shalat wustha.

Maka Allah menyebut amal shalih secara terpisah karena keutamaan yang terkandung didalamnya, dan bukan berarti bahwa amal shalih itu terpisah dari keimanan, dan pendapat itu yang dikatakan oleh kelompok "Murjiah" yang sesat.

Dalam sebuah hadits Nabi ﷺ bersabda : (( عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ، أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ )) Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih, atau enam puluh cabang lebih. Yang paling utama yaitu perkataan Lâ ilâha illallâh, dan yang paling ringan yaitu menyingkirkan gangguan dari jalan.Dan malu itu termasuk bagian dari iman". [ Hadits riwayat Bukhori dan Muslim ] .

Hadits diatas menggabungkan 3 perkara penting yaitu bahwasanya iman adalah : ucapan dan amal dan keyakinan, derajat yang paling tinggi adalah mengucapkan : "Lailahaillallah" , dan derajat yang paling rendah dari iman itu adalah : menyingkirkan gangguan dari jalan, itu adalah amalan shalih, dan malu adalah bagian dari amalan hati. \

Dana dalam firman-Nya Allah - عز وجل - berkata : { إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ } ( Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar ) [ Al-Hujurat : 15 ] , jihad adalah bagian dari amal shalil seorang hamba, sangat banyak lagi ayat-ayat Al-Qur'an yang menrangkan bahwasanya iman itu selalu bersama dengan amal shalih.

{ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ } Selain beriman dan mengerjakan amal shalih mereka juga saling mensehati kepada kebenaran, dalam ayat lain Allah ﷻ berfirman : { وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ } ( Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar ) [ At-Taubah : 71 ] dan mereka juga saling menyerukan kepada keimanan kepada Allah ﷻ , maka hendaknya setiap hamba tidak mementingkan dirinya seorang saja, karena menyerukan kepada kebenaran adalah wajib atas setiap mukmin.

{ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ } Dan setelah mereka mengerjakan wasiat yang 3 , kemudian mereka harus bersabar dalam menjalankan kewajiban-kewajiban tersebut, sabar dengan dirinya dan memberi nasehat kepada orang lain untuk bersabar.

Oleh karena itu Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengatakan dalam risalahnya yang singkat : ketahuilah bahwasanya setiap kita wajib mengetahui 4 perkara dan melaksanakannya :
1. Ilmu
2. Amal
3. Dakwah
4. Sabar terhadap cobaan yang melintas.

Dari karena keutamaan surah inilah para sahabat sering kali ketika mereka dalam suatu majlis dan akan berpisah satu sama lainnya, mereka saling membacakan surah ini satu sama lainnya.

Dan Imam Syafi'i berkata : "Kalau sekiranya Allah - عز وجل - tidak menurunkan ayat-ayat lain selain surah ini kepada hamba-Nya niscaya surah ini telah cukup bagi mereka", surah ini cukup sebagai dalil atau hujjah atas hamba-hamba Allah dimuka bumi, yaitu bahwasanya tidak akan selamat seseorang dari kerugian kecuali yang termasuk dalam 4 sifat itu, dan semua sifat-sifat tersebut mencakup seluruh bagian dari agama ini secara ringkas dan setiap kita tentunya menghafal surah ini, akan tetapi apakah setiap dari kita mentadabburi ayat-ayat dari surah ini kemudian mengamalkannya ? semoga kita termasuk didalamnya.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Yaitu beriman kepada apa yang diperintahkan Allah untuk diimani, dan iman tidak dapat terwujud kecuali dengan ilmu (belajar), sehingga ia merupakan bagian yang menyempurnakannya. Dalam ayat ini terdapat dalil untuk mendahulukan ilmu sebelum beramal.

Amal saleh mencakup semua perbuatan yang baik yang tampak maupun yang tersembunyi; yang terkait dengan hak Allah maupun hak manusia, yang wajib maupun yang sunat.

Yaitu iman dan amal saleh, yakni saling menasihati untuk melakukan hal itu dan mendorongnya.

Yakni bersabar untuk tetap menaati Allah, bersabar untuk tetap menjauhi larangan Allah dan bersabar terhadap taqdir Allah yang pedih. Kedua hal yang sebelumnya, yaitu iman dan amal saleh dapat menyempurnakan diri seseorang, sedangkan kedua hal yang setelahnya dapat menyempurnakan orang lain. Dengan keempat perkara itulah seseorang akan selamat dari kerugian dan memperoleh keberuntungan.

Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab dalam Al Ushul Ats Tsalaatsah berdalih dengan surah ini untuk menerangkan kewajiban seorang muslim, yaitu ilmu, amal, dakwah dan sabar.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Semua manusia rugi, kecuali orang-orang yang beriman dengan sejati dan mengerjakan kebajikan sesuai ketentuan syariat dengan penuh keikhlasan, serta saling menasihati satu sama lain dengan baik dan bijaksana untuk memegang teguh kebenaran sebagaimana diajarkan oleh agama dan saling menasihati untuk kesabaran dalam melaksanakan kewajiban agama, menjauhi larangan, menghadapi musibah, dan menjalani kehidupan. 1. Celakalah bagi setiap pengumpat atau pencaci, baik dengan ucapan atau isyarat, dan demikian pula pencela dengan menampilkan keburukan orang lain untuk menghinakannya. Perbuatan ini berdampak buruk dalam pergaulan karena mencoreng wibawa dan kehormatan seseorang, serta menghilangkan kepercayaan kepada orang tersebut.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Humazah Ayat 1 Arab-Latin, Surat Al-Humazah Ayat 2 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Humazah Ayat 3, Terjemahan Tafsir Surat Al-Humazah Ayat 4, Isi Kandungan Surat Al-Humazah Ayat 5, Makna Surat Al-Humazah Ayat 6

Category: Surat Al-'Ashr

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Arti Surat Al Ashr Ayat 3 Arti Surah Al Ashr Ayat 3 Arti Surat Al Asr Ayat 3 Jelaskan Isi Q. S Al Asr Ayat 2samapai 3 Arti Surah Al Ashr