Surat An-Naml Ayat 68


Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

لَقَدْ وُعِدْنَا هَٰذَا نَحْنُ وَآبَاؤُنَا مِنْ قَبْلُ إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ

Arab-Latin: Laqad wu'idnā hāżā naḥnu wa ābā`unā ming qablu in hāżā illā asāṭīrul-awwalīn

Terjemah Arti: Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini dan (juga) bapak-bapak kami dahulu; ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala".

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Sungguh kami telah diberi ancaman tentang hari kebangkitan tersebut, begitu juga nenek moyang kami sebelumnya. Akan tetapi, kami belumlah melihat kebenaran dan kejadiannya. Ancaman ini tiada lain kecuali sesuatu yang ditulis dan diada-adakan oleh orang-orang dahulu berupa kedustaan-kedustaan dalam kitab-kitab mereka.”

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

68. Dan sungguh kami pernah diancam dengan hal ini dan bapak-bapak kami pun pernah diancam sebelumnya bahwa kami akan dibangkitkan dalam keadaan hidup semua, akan tetapi kami tidak melihat kenyataan dari ancaman yang diancamkan kepada kami itu, melainkan hanya sekedar kedustaan orang-orang terdahulu yang mereka tuliskan di dalam kitab-kitab mereka.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

68. لَقَدْ وُعِدْنَا هٰذَا(Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini)
Yakni dengan hari kebangkitan.

نَحْنُ وَءَابَآؤُنَا مِن قَبْلُ(kami dan (juga) bapak-bapak kami dahulu)
Yakni sebelum Muhammad memberi ancaman itu kepada kami, dan kami belum pernah melihat nenek moyang kami kembali hidup.

إِنْ هٰذَآ(ini tidak lain)
Yakni mereka berkata: “ancaman bahwa kami akan dibangkitkan ini

إِلَّآ أَسٰطِيرُ الْأَوَّلِينَ(hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala)
Yakni cerita dan kebohongan yang ditulis dalam kitab-kitab terdahulu, dan bukan merupakan wahyu dari Allah.”

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

68. Sesungguhnya kami dan bapak-bapak kami dahulu benar-benar telah diberi ancaman dengan hari kebangkitan, bahkan sebelum Muhammad memberi peringatan tentang itu. Namun itu semua tidak terjadi, dan apa yang diancamkan kepada kami ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala saja yang mereka ambil dari kitab-kitab."

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Mereka berkata dengan kesesatan yang menjadi-jadi akan pengingkaran hari kebangkitan : Sungguh benar-benar kami dijanjikan akan hari kebangkitan ini, kami dan bapak-bapak kami yang sebelumnya, maka tidak ada kenyataan akan hal itu, dan tidak hari kebangkitan itu hanyalah dongeng-dongeng orang terdahulu, kisah-kisah, khurafat yang termaktub dalam kitab-kitab mereka yang telah using dimakan waktu dan hanyalah sebagai hiburan mereka dalam kisah-kisah pengantar tidur mereka.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Yakni ternyata tidak datang, dan kami tidak melihatnya.

Setelah memberitakan tentang keadaan mereka yang mendustakan, selanjutnya disebutkan keadaan mereka sehingga seperti itu, yaitu karena mereka tidak mengetahui kapan tibanya kiamat, lemahnya pengetahuan mereka tentang itu, dan memberitahukan bahwa mereka masih ragu-ragu, bahkan buta tentangnya, selanjutnya memberitakan tentang pengingkaran mereka terhadap kebangkitan dan anggapan mustahil terjadi. Oleh karena itulah, rasa takut kepada akhirat hilang dari hati mereka, mereka pun berani mengerjakan maksiat dan menjadi ringan untuk menolak yang hak (benar), membenarkan yang batil, merasakan manisnya memenuhi syahwat daripada beribadah, sehingga rugi dunia dan akhiratnya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Sejak dahulu sungguh kami telah dijanjikan oleh nabi Muhammad, persis seperti apa yang disampaikan nabi-nabi terdahulu, akan diberi ancaman dengan ini, yaitu hari kebangkitan; kami dan nenek moyang kami. Jika benar apa yang dikatakannya tentang kebangkitan, mestinya telah terjadi. Tetapi, sebenarnya janji dan ancaman kebangkitan ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu. '69. Katakanlah kepada mereka yang mendustakanmu, wahai nabi Muhammad, sebagai peringatan dan ancaman untuk mereka, 'berjalanlah kamu semua di muka bumi, lalu perhatikanlah sejarah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa dengan mendustakan para rasul di masa lalu, agar kamu dapat mengambil pelajaran yang membuat kamu takut akan azab Allah. Allah telah membinasakan mereka, dan akan memperlakukan hal yang sama terhadap kamu jika kamu tidak beriman.

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Related: Surat An-Naml Ayat 69 Arab-Latin, Surat An-Naml Ayat 70 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat An-Naml Ayat 71, Terjemahan Tafsir Surat An-Naml Ayat 72, Isi Kandungan Surat An-Naml Ayat 73, Makna Surat An-Naml Ayat 74

Category: Surat An-Naml


Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!