Surat An-Naml Ayat 68

لَقَدْ وُعِدْنَا هَٰذَا نَحْنُ وَءَابَآؤُنَا مِن قَبْلُ إِنْ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

Arab-Latin: Laqad wu'idnā hāżā naḥnu wa ābā`unā ming qablu in hāżā illā asāṭīrul-awwalīn

Artinya: Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini dan (juga) bapak-bapak kami dahulu; ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala".

« An-Naml 67An-Naml 69 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Menarik Terkait Surat An-Naml Ayat 68

Paragraf di atas merupakan Surat An-Naml Ayat 68 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada sekumpulan hikmah menarik dari ayat ini. Didapati sekumpulan penjelasan dari banyak ulama berkaitan kandungan surat An-Naml ayat 68, misalnya seperti terlampir:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Sungguh kami telah diberi ancaman tentang hari kebangkitan tersebut, begitu juga nenek moyang kami sebelumnya. Akan tetapi, kami belumlah melihat kebenaran dan kejadiannya. Ancaman ini tiada lain kecuali sesuatu yang ditulis dan diada-adakan oleh orang-orang dahulu berupa kedustaan-kedustaan dalam kitab-kitab mereka.”


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

68. Orang-orang yang ingkar itu menegaskan keyakinan mereka dengan mengatakan: “Kebangkitan di akhirat hanyalah hayalan dan kedustaan yang disampaikan kepada kita dan nenek moyang sebelum kita, dan tidak ada dalil yang menunjukkan kebenaran hal itu.”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

68. Dan sungguh kami pernah diancam dengan hal ini dan bapak-bapak kami pun pernah diancam sebelumnya bahwa kami akan dibangkitkan dalam keadaan hidup semua, akan tetapi kami tidak melihat kenyataan dari ancaman yang diancamkan kepada kami itu, melainkan hanya sekedar kedustaan orang-orang terdahulu yang mereka tuliskan di dalam kitab-kitab mereka.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

68. لَقَدْ وُعِدْنَا هٰذَا(Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini)
Yakni dengan hari kebangkitan.

نَحْنُ وَءَابَآؤُنَا مِن قَبْلُ(kami dan (juga) bapak-bapak kami dahulu)
Yakni sebelum Muhammad memberi ancaman itu kepada kami, dan kami belum pernah melihat nenek moyang kami kembali hidup.

إِنْ هٰذَآ(ini tidak lain)
Yakni mereka berkata: “ancaman bahwa kami akan dibangkitkan ini

إِلَّآ أَسٰطِيرُ الْأَوَّلِينَ(hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala)
Yakni cerita dan kebohongan yang ditulis dalam kitab-kitab terdahulu, dan bukan merupakan wahyu dari Allah.”


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

68. Sesungguhnya kami dan bapak-bapak kami dahulu benar-benar telah diberi ancaman dengan hari kebangkitan, bahkan sebelum Muhammad memberi peringatan tentang itu. Namun itu semua tidak terjadi, dan apa yang diancamkan kepada kami ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala saja yang mereka ambil dari kitab-kitab."


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Sungguh telah diberi ancaman dengan ini kami dan nenek moyang kami sebelumnya. Sesungguhnya ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu”


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H


68. “Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini,” maksudnya, dengan kebangkitan, “kami dan juga bapak-bapak kami dahulu,” namun ia pun tidak kunjung mendatangi kami, dan kami pun tidak pernah melihatnya sedikitpun darinya. “Ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala.” Maksudnya cerita dan dongeng-dongeng mereka yang digunakan untuk melewatkan waktu, padahal ia sama sekali tidak memiliki landasan (bukti) dan tidak pula mempunyai kebenaran tentangnya.
Allah beralih di dalam memberitakan tentang keadaan orang-orang yang mendustakan kepada pemberitaan bahwa mereka tidak mengetahui kapan waktu akhirat itu, kemudian pemberitaan tentang kelemahan ilmu pengetahuan mereka tentangnya. Kemudian pemberitaan bahwa pengetahuan mereka adalah keraguan, kemudian pemberitaan tentang kebutaan mereka, kemudian pembirataan tentang keingkaran mereka dan anggapan mereka bahwa akhirat itu sangat tidak mungkin akan terjadi. Maksudnya, dan disebabkan keadaan dan kondisi seperti itu maka hilanglah rasa takut pada akhirat dari dalam hati mereka. Maka dari itu mereka berani melakukan maksiat terhadap Allah, dan sangat mudah bagi mereka untuk mendustakan kebenaran dan meyakini yang batil (palsu), dan mereka menghalalkan segala keinginan (syahwat) dengan mengorbankan segala bentuk ibadah. Maka dari itu mereka rugi dunia dan akhirat.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 67-70
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang musyrik bahwa mereka menganggap mustahil tubuh-tubuh ini dibangkitkan kembali setelah menjadi tulang belulang yang telah hancur. Kemudian mereka berkata: (Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini dan (juga) bapak-bapak kami dahulu) yaitu kami dan bapak-bapak kami masih mendengar ancaman ini , tetapi kami tidak pernah melihat kenyataannya dan kejadiannya.
Ucapan mereka: (ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala) yang mereka maksud adalah peringatan bahwa tubuh-tubuh ini akan dihidupkan kembali (tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang dahulu kala) yaitu diambil suatu kaum dari orang-orang sebelum mereka melalui kitab-kitab mereka, sebagian dari mereka menerimanya dari sebagian lain, padahal tidak ada kenyataannya. Allah SWT berfirman seraya menjawab dugaan mereka yang kafir dan tidak percaya kepada hari kebangkitan (Katakanlah) wahai Muhammad, kepada mereka (Berjalanlah kalian (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa) yaitu mendustakan para rasul dan apa yang mereka bawa berupa adanya hari kebangkitan serta berita-berita lain, bagaimana azab dan pembalasan Allah menimpa mereka, dan Allah menyelamatkan di antara mereka para rasulNya yang mulia dan para pengikut mereka yang beriman. Hal itu menunjukkan kebenaran dari apa yang disampaikan para rasul itu.
Kemudian Allah SWT berfirman seraya menghibur NabiNya SAW: (Dan janganlah kamu berduka cita terhadap mereka) yaitu terhadap orang-orang yang mendustakan apa yang engkau sampaikan, dan janganlah menyesali perbuatan mereka, dan jangan biarkan dirimu kecewa karena sikap mereka (dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap apa yang mereka tipu dayakan) dalam menjerumuskanmu dan menyanggah apa yang kamu sampaikan kepada mereka. Karena sesungguhnya Allah adalah pendukung, penolong, dan Dzat yang memenangkan agamamu atas orang-orang yang menentangmu baik di timur maupun barat


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat An-Naml ayat 68: Mereka berkata dengan kesesatan yang menjadi-jadi akan pengingkaran hari kebangkitan : Sungguh benar-benar kami dijanjikan akan hari kebangkitan ini, kami dan bapak-bapak kami yang sebelumnya, maka tidak ada kenyataan akan hal itu, dan tidak hari kebangkitan itu hanyalah dongeng-dongeng orang terdahulu, kisah-kisah, khurafat yang termaktub dalam kitab-kitab mereka yang telah using dimakan waktu dan hanyalah sebagai hiburan mereka dalam kisah-kisah pengantar tidur mereka.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yakni ternyata tidak datang, dan kami tidak melihatnya.

Setelah memberitakan tentang keadaan mereka yang mendustakan, selanjutnya disebutkan keadaan mereka sehingga seperti itu, yaitu karena mereka tidak mengetahui kapan tibanya kiamat, lemahnya pengetahuan mereka tentang itu, dan memberitahukan bahwa mereka masih ragu-ragu, bahkan buta tentangnya, selanjutnya memberitakan tentang pengingkaran mereka terhadap kebangkitan dan anggapan mustahil terjadi. Oleh karena itulah, rasa takut kepada akhirat hilang dari hati mereka, mereka pun berani mengerjakan maksiat dan menjadi ringan untuk menolak yang hak (benar), membenarkan yang batil, merasakan manisnya memenuhi syahwat daripada beribadah, sehingga rugi dunia dan akhiratnya.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Naml Ayat 68

Sejak dahulu sungguh kami telah dijanjikan oleh nabi Muhammad, persis seperti apa yang disampaikan nabi-nabi terdahulu, akan diberi ancaman dengan ini, yaitu hari kebangkitan; kami dan nenek moyang kami. Jika benar apa yang dikatakannya tentang kebangkitan, mestinya telah terjadi. Tetapi, sebenarnya janji dan ancaman kebangkitan ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu. '69. Katakanlah kepada mereka yang mendustakanmu, wahai nabi Muhammad, sebagai peringatan dan ancaman untuk mereka, 'berjalanlah kamu semua di muka bumi, lalu perhatikanlah sejarah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa dengan mendustakan para rasul di masa lalu, agar kamu dapat mengambil pelajaran yang membuat kamu takut akan azab Allah. Allah telah membinasakan mereka, dan akan memperlakukan hal yang sama terhadap kamu jika kamu tidak beriman.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah beraneka penjabaran dari kalangan mufassirin berkaitan kandungan dan arti surat An-Naml ayat 68 (arab-latin dan artinya), moga-moga menambah kebaikan bagi ummat. Sokong kemajuan kami dengan memberi tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Terbanyak Dibaca

Ada berbagai halaman yang terbanyak dibaca, seperti surat/ayat: Al-Ahzab 21, Al-Baqarah 186, Ali ‘Imran 134, Al-Baqarah 2, Al-Baqarah 30, Al-Isra 23-24. Serta Ali ‘Imran 133, Al-Isra 1, Al-Jumu’ah 9, Ar-Ra’d, Al-Infithar, Az-Zariyat 56.

  1. Al-Ahzab 21
  2. Al-Baqarah 186
  3. Ali ‘Imran 134
  4. Al-Baqarah 2
  5. Al-Baqarah 30
  6. Al-Isra 23-24
  7. Ali ‘Imran 133
  8. Al-Isra 1
  9. Al-Jumu’ah 9
  10. Ar-Ra’d
  11. Al-Infithar
  12. Az-Zariyat 56

Pencarian: an nisa 38, qs almaidah ayat 2, surah yunus ayat 9, surah yasin ayat 10, al baqarah 1 - 10

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.