Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Thaha Ayat 122

ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَىٰ

Arab-Latin: ṡummajtabāhu rabbuhụ fa tāba 'alaihi wa hadā

Terjemah Arti: Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Kemudian Allah memilih Adam, menjadikannya orang yang dekat (kepadaNya), menerima taubatnya, dan memberinya hidayah kepada jalan yang lurus.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

122. Lalu Allah menjadikannya sebagai makhluk terpilih, menerima tobatnya, dan memberinya petunjuk.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

122. ثُمَّ اجْتَبٰهُ رَبُّهُۥ (Kemudian Tuhannya memilihnya)
Yakni Allah memilih dan mendekatkannya setelah Adam bertaubat dari kemaksiatan dan memohon ampun dari Tuhannya serta mengakui telah menzalimi dirinya sendiri.

فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَىٰ (maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk)
Menerima taubatnya dari kemaksiatannya dan Allah memberinya petunjuk untuk bertaubat.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

122. Kemudian Tuhan memilih Adam dan membuatnya lebih dekat denganNya setelah dia bertaubat dan meminta ampunan, lalu menerima taubatnya dan menolongnya agar tetap teguh dalam melakukan ketaatan dan menghindari sebab-sebab dari sesuatu yang merintanginya di dunia. Dan apa yang telah lewat darinya di surga merupakan pelajaran dan nasehat yang jelas.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Setelah itu Adam dan Hawa’ segera bertobat dan berdoa, “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

Maksudnya, Allah memilih Adam ‘alaihis salam untuk menjadi orang yang dekat kepada-Nya.

Oleh karena itu, keadaannya setelah tobat menjadi lebih baik daripada sebelumnya, namun musuhnya kembali melakukan tipu daya terhadapnya, akan tetapi tipu dayanya kalah karena hidayah Allah kepadanya, maka sempurnalah nikmat untuk Adam dan keturunannya, mereka harus bersyukur terhadap nikmat itu, serta tetap waspada terhadap musuh yang senantiasa memantau dan mencari celah untuk menggelincirkan anak Adam di siang dan malam. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, “Wahai anak Adam! Janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya dia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al A’raaf: 27)

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


122. Allah maha pengasih kepada makhluk-Nya, tidak terkecuali kepada adam. Meski dia telah melakukan kesalahan karena terbujuk setan, namun kemudian tuhannya tetap memilih dia sebagai khalifah. Ketika dia bertobat dan memohon ampun, maka dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk. 123. Allah berfirman, 'wahai adam dan hawa, turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama. Ketahuilah, sebagian dari kamu akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka, jika datang kepadamu petunjuk dari-ku untuk menjadi pedoman dalam kehidupanmu, lalu siapa saja yang mengikuti petunjuk-ku dan melaksanakan ajaran-ku, dia tidak akan sesat di dunia dan tidak akan pula celaka dalam kehidupan akhirat. '.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Thaha Ayat 123 Arab-Latin, Surat Thaha Ayat 124 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Thaha Ayat 125, Terjemahan Tafsir Surat Thaha Ayat 126, Isi Kandungan Surat Thaha Ayat 127, Makna Surat Thaha Ayat 128

Category: Surat Thaha

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!