Ayat Tujuh (7)

Di antara hal yang sering dibaca oleh masyarakat di Indonesia adalah ayat tujuh (7), yaitu kumpulan tujuh ayat yang disebutkan memiliki khasiat tertentu jika dibaca dengan jumlah tertentu atau dengan cara tertentu.

Entah dari mana sumber penjelasan bahwa ayat-ayat tersebut memiliki khasiat tertentu, sejauh yang kami tahu selama ini tidak ada dalil yang shahih tentang hal tersebut. Karenanya, jika tidak ada dalil yang shahih tentu tidak layak untuk kita amalkan karena bisa jadi termasuk bid’ah yakni membuat-buat tatacara ibadah tertentu yang tidak dijelaskan di dalam agama Islam atau dikenal sebagai bid’ah. Karenanya kami sarankan untuk tidak mengamalkan hal tersebut.

Adapun jika ingin mengetahui tafsir atau isi kandungan penjelasan dari ayat-ayat tersebut, maka silakan saja. Berikut penjelasannya:

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَىٰنَا ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

Arab-Latin: qul lay yuṣībanā illā mā kataballāhu lanā, huwa maulānā wa 'alallāhi falyatawakkalil-mu`minụn

Terjemah Arti: Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal".

Tafsir Ayat Tujuh (7)

Katakanlah (wahai nabi), kepada orang-orang yang enggan ikut dalam berjihad sebagai bentuk peringatan dan celaan terhadap mereka, ”tidak akan menimpa kami kecuali apa yang sudah Allah takdirkan pada kami dan Dia telah menulisnya dalam lauhil mahfudzh. Dia dalah penolong kami dalam menghadapi musuh-musuh kami. Dan hanya kepada Allah semata hendaknya bergantung orang-orang yang beriman kepadaNYa.” (Tafsir al-Muyassar)

Katakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang munafik itu, "Kami tidak akan mengalami sesuatu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk kami. Karena Dia lah -Subḥānahu- Rabb kami dan tempat berlindung kami. Kami berserah diri kepada-Nya dalam semua urusan kami. Dan hanya kepada-Nya orang-orang mukmin berserah diri. Karena Dia lah Pelindung Mereka. Dan Dia adalah sebaik-baik Pelindung.” (Tafsir al-Mukhtashar)

Wahai Nabi, katakanlah kepada mereka: “Tidak akan ada yang menimpa kami kecuali yang ditakdirkan Allah atas kami, dan kami meridhainya. Dialah penolong kami dan pengatur urusan-urusan kami, dan sebaiknya orang-orang mukmin menyerahkan urusan-urusanNya hanya kepada Allah bukan selainNya” (Tafsir al-Wajiz)

قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ اللهُ لَنَا (Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami) Yakni ditetapkan di Lauh mahfudz. Allah telah memerintahkan kami untuk berperang maka kami laksanakan perintah-Nya. هُوَ مَوْلَىٰنَا ۚ( Dialah Pelindung kami) Yakni penolong kami dan penentu kesudahan yang baik bagi kami, serta yang menjadikan agama kami diatas agama-agama yang lain. وَعَلَى اللهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ (dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal”) Bertawakkal kepada Allah yakni menyerahkan segala urusan kepada-Nya semata. (Zubdatut Tafsir)