Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-‘Ashr Ayat 1

وَالْعَصْرِ

Arab-Latin: Wal-'aṣr

Terjemah Arti: Demi masa.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

1-2. Allah bersumpah dengan masa, karena ia mengandung keajaiban kuasa Allah yang menunjukan keagungan NYA, Bahwa manusia benar-benar berada dalam kebinasaan, dan kerugian. Hamba tidak boleh bersumpah kecuali dengan nama Allah karena bersumpah dengan selain Allah adalah syirik.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Allah Yang Mahasuci bersumpah dengan waktu asar.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh di bawah asuhan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

Keutamaan surah: Ath-Thabrani dari Ubaidillah bin Hafsh berkata: “Ada dua laki-laki dari sahabat Rasulallah SAW, ketika keduanya bertemu maka mereka tidak akan berpisah kecuali salah satunya membaca surah Al-Ashr sampai ayat terakhir, lalu yang satunya memberikan salam kepada yang lain.” Ini juga diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Abu Khudzaifah.

1-2. Aku bersumpah demi masa, yaitu waktu yang mengandung persimpangan dan perputaran. Sesungguhnya manusia (manusia yang terbebani) berada dalam kerugian yang besar dalam perniagaannya dengan setan untuk mendapatkan hasil dunia. Jika saja dia melakukan perniagaan dengan Allah SWT, maka sungguh baginya keuntungan abadi. Jika dia menaati Allah maka dia akan mendapatkan hasil akhirat. Ini adalah jawaban dari sumpah

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

1-2. Allah bersumpah dengan waktu atau zaman, dikarenakan di dalamnya (zaman) adalah jembatan dari segi berjalannya malam dan siang. Di dalamnya, manusia menjadi orang-orang yang merugi dalam amalan, sepanjang kehidupannya; Karena manusia akan berlalu (kehidupannya) dengan sekejap. Manusia seperti pedagang, kecakapannya dan hartanya jika telah dikuasai, akan dihabiskan untuk berfoya-foya dan bersenang-senang sampai maut mendatanginya; Maka (manusia) seperti ini yang di akhirat menjadi orang-orang yang merugi.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

1-3
1 ). Surah al-'Ashr secara khusus adalah surah yang paling mencakup didalamnya segala kebaikan, dan segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kitab-Nya mencukupi apapun selainnya , sebagai penawar untuk segala penyakit , juga sebagai petunjuk kepada kebenaran.

2 ). Allah telah bersumpah dengan al-'Ashr yaitu masa bahwasanya manusia itu berada dalam kerugian, hal itu menandakan bahwa kerugian yang mereka hadapi datang bersamaan dengan masa, dan bukan kerugian harta yang akan terganti dan tidak pula kerugian hilangnya kekasih yang dilupakan, melainkan kerugian yang akan memusnahkan kebaikan kehidupan seseorang itu sendiri.

3 ). Dua hal yang mesti selalu saling berdampingan : { وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ } yaitu memberi nasehat dengan kebenaran dan kesabaran; maka memberi wasiat atau nasehat kepada kebenaran tanpa adanya kesabaran bagaikan seseorang yang menyembah Allah dengan berada di tepi, dan orang yang memberi nasehat dengan kesabaran tanpa kebenaran seperti orang yang mengatakan : { أَنِ امْشُوا وَاصْبِرُوا عَلَىٰ آلِهَتِكُمْ } “Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu" [ Shad : 6 ] , kedua hal ini dapat mencetuskan seseorang kepada kerugian jika keduanya saling berpisah.

4 ). Tadabburilah surah al-'Ashr { وَالْعَصْرِ , إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ } ketika disampingkan dari golongan orang-orang yang merugi orang-orang yang tergolong dalam empat sifat itu, maka akan jelas bagimu siapa diantara mereka yang beruntung.

Li Yaddabbaru Ayatih / Lajnah Ilmiah Markaz Tadabbur

1-3. Allah bersumpah dengan masa, yaitu malam dan siang sehingga tempat terjadinya perbuatan-perbuatan manusia, bahwa manusia itu rugi. Orang yang rugi adalah kebalikan orang yang beruntung. Tingkatan orang yang rugi bermacam-macam;
ada yang rugi secara mutlak seperti kondisi orang yang rugi di dunia dan akhirat. Ia tidak mendapatkan kenikmatan dan berhak mendapatkan Neraka Jahim.
Ada yang rugi di sebagian sisi saja. Karena itu Allah menyebutkan kerugian untuk setiap manusia secara umum kecuali orang yang memiliki empat sifat:
~ Iman terhadap apa yang diperintahkan Allah dengan beriman kepadaNya. Dan iman tidak ada tanpa adanya ilmu. Ilmu adalah bagian dari iman yang tanpanya keimanan menjadi tidak sempurna.
~ Amal shalih. Dan ini mencakup seluruh perbuatan baik, zahir maupun batin, yang berkaitan dengan hak-hak Allah dan hak-hak hambaNya, yang wajib dan yang dianjurkan.
~ saling menasehati dengan kebenaran yang merupakan iman dan amal shalih, yakni sebagian orang menasihati sebagian yang lain dengan kebenaran, mendorong, dan menganjurkannya.
~ Saling menasihati dengan kesabaran adalah dalam ketaatan terhadap Allah, bersabar menjauhi maksiat, dan bersabar atas ketentuan-ketentuan Allah yang menyakitkan.
Dengan dua hal pertama, seseorang menyempurnakan dirinya sendiri dan dengan dua hal kedua, seseorang menyempurnakan orang lain dan dengan melengkapi keempat hal tersebut, seseorang terhindar dari kerugian dan mendapatkan keuntungan besar.

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

{ وَالْعَصْرِ } Demi masa, Allah - عز وجل - bersumpah dengan waktu, dan Dia - عز وجل - bersumpah dengan apapun dari makhluk-Nya, dan Dia Allah - عز وجل - tidak bersumpah dengan satu makhluk-Nya melainkan padanya keutamaan ataupun keajaiban, agar setiap mata bertuju kepadanya, dan pada surah ini Allah - عز وجل - bersumpah dengan waktu karena waktu mengandung keajaiban dan keistimewaan yang besar, dengan adanya waktu atau masa hamba dapat mengerjakan amal shalih juga amal keburukan, Allah - عز وجل - berfirman : { وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا } ( Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur ) [ Al-Furqon : 62 ] , waktu-waktu itu adalah kesempatan bagi orang-orang yang ingin Allah lapangkan kepadanya untuk mengerjakan amal shalih.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Kata ‘Ashr’ di ayat bisa juga diartikan waktu ‘Ashr atau shalat Ashar. Allah Subhaanahu wa Ta'aala bersumpah dengan masa yang mencakup malam dan siang; yang merupakan tempat terjadinya perbuatan hamba dan amal mereka, bahwa setiap manusia akan rugi, yakni tidak beruntung sebagaimana diterangkan dalam ayat selanjutnya. Kerugian ada beberapa macam; ada kerugian yang mutlak dan ada kerugian yang hanya sebagiannya saja. Kerugian yang mutlak adalah kerugian di dunia dan akhirat; di dunia mendapatkan kesengsaraan, kebingungan dan tidak mendapatkan petunjuk, sedangkan di akhirat mendapatkan neraka jahannam. Allah Subhaanahu wa Ta'aala meratakan kerugian kepada semua manusia kecuali orang yang memiliki empat sifat; iman, amal saleh, saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Demi masa, waktu sore, atau salat asar. Allah bersumpah dengan masa agar manusia memperhatikan masa dan memanfaatkannya dengan baik; bersumpah dengan waktu sore, sebagaimana dengan waktu duha, sebagai salah satu bukti kuasa Allah; dan bersumpah dengan salat asar karena keutamaanya atas salat-salat yang lain. 2. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, baik di dunia maupun akhirat, akibat hawa nafsu yang menyelubungi dirinya.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-‘Ashr Ayat 2 Arab-Latin, Surat Al-‘Ashr Ayat 3 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Humazah Ayat 1, Terjemahan Tafsir Surat Al-Humazah Ayat 2, Isi Kandungan Surat Al-Humazah Ayat 3, Makna Surat Al-Humazah Ayat 4

Category: Surat Al-'Ashr

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Al Ashr Artinya Surat Al Ashr Ayat 1,2 Ayat Pertama Surah Al Ashr Dalam Arab Bunyi Surah Al Asr Ayat 1 Al Ashr 1-3