Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat at-Tin

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ

Arab-Latin: wat-tīni waz-zaitụn

Terjemah Arti:  1.  Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,

وَطُورِ سِينِينَ

wa ṭụri sīnīn

 2.  dan demi bukit Sinai,

وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ

wa hāżal-baladil-amīn

 3.  dan demi kota (Mekah) ini yang aman,

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

laqad khalaqnal-insāna fī aḥsani taqwīm

 4.  sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ

ṡumma radadnāhu asfala sāfilīn

 5.  Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ

illallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti fa lahum ajrun gairu mamnụn

 6.  kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

1-6. Allah bersumpah dengan tin dan zaitun,keduanya termasuk buah buahan yang masyhur, Allah bersumpah Juga dengan gunung thursina(Sinai)yang disana Allah berbicara kepada Musa alaihi salam secara langsung, Allah bersumpah Juga dengan negeri yang aman dari segala ketakutan (yaitu Makkah) tempat turunnya wahyu. Sungguh kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik, kemudian Kami mengembalikannya ke neraka bila dia tidak patuh kepada Allah dan tidak mengikuti para rasul. Akan tetapi orang-orang yang beriman dan beramal shalih, mereka mendapatkan pahala besar yang tidak terputus dan tidak dikurangi.

فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّينِ

fa mā yukażżibuka ba’du bid-dīn

 7.  Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?

Apa yang membuatmu (wahai manusia) mendustakan kebangkitan dan pembalasan padahal bukti-bukti yang menunjukan kuasa Allah atasnya sangat jelas?

أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ

a laisallāhu bi`aḥkamil-ḥākimīn

 8.  Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

Bukankah Allah yang menetapkan hari tersebut sebagai hari penetapan keputusan diantara manusia dengan pemberian keputusan hukum yang paling bijaksana dalam segala apa yang dia ciptakan? tentu,apakah manusia dibiarkan begitu saja,tidak diperintah dan tidak dilarang,tidak diberi pahala dan tidak dihukum? hal itu tidak benar dan tidak mungkin.

Related: Surat al-‘Alaq Arab-Latin, Surat al-Qadr Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat al-Bayyinah, Terjemahan Tafsir Surat az-Zalzalah, Isi Kandungan Surat al-‘Adiyat, Makna Surat al-Qari’ah

Category: Tafsir Per Surat

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

At Tin