Surat At-Tin Ayat 3

وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan demi kota (Mekah) ini yang aman,

Tafsir Al-Mukhtashar

3. Dan Allah bersumpah dengan Negri Haram yang aman bagi siapa yang masuk kedalamnya dan tempat Nabi Muhammada Shalallahu Alaihi Wasallam diutus.

Tafsir Al-Muyassar

Allah bersumpah Juga dengan negeri yang aman dari segala ketakutan (yaitu Makkah) tempat turunnya wahyu,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Dan demi kota yang aman ini, yaitu kota Makkah, kota ini disebut sebagai kota aman karena barangsiapa yang masuk kedalamnya akan aman, dan Allah lah yang menjadikan kota ini menjadi aman, Allah berfirman : { أَوَلَمْ نُمَكِّنْ لَهُمْ حَرَمًا آمِنًا } ( Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman ) [ Al-Qashash : 57 ] , dan Allah juga berfirman : { فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ} ( Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia ) [ Ali Imran : 97 ] , bahkan pada zaman jahiliyah, penduduk kota pda waktu itu sering melakukan peperangan antar suku, akan tetapi ketika mereka memasuki wilayah al-haram seketika peperangan dihentikan, sampai suatu ketika seorang laki-laki menemukan sesorang membunuh ayahnya di wilayah al-haram laki-laki itu tidak berani memberikan perlawan kepada sang pembunuh sampai ia keluar dari wilayah itu, semua itu terjadi atas izin Allah ﷻ dan itu merupakan bagian dari ayat-ayat Nya.

Ulama telah menyebutkan bahwasanya hikmah dikhususkannya beberapa tempat diatas dengan sumpah adalah merupakan tempat diutusnya Nabi-nabi.
{ و التين و الزيتون } Makasud dari ayat ini adalah Kota Syam, yang didalamnya terdapat "baitul maqdis" , dan merupakan tempat diutusnya Nabi Isa bin Maryam 'Alaihissala.
{ و طور سينين } Yaitu gunung yang diatasnya Allah ﷻ berbicara kepada Musa 'Alaihissalam tanpa perantara Malaikat Jibril.
{ و هذ البلد الأمين } Yakni Kota Makkah yang di utus kepadanya Nabi Muhammad ﷺ .

Allah ﷻ mengkhusukan kota-kota itu dengan menyebutnya di surah ini dan bersumpah dengannya karena kota-kota itu adalah tempat diutusya Nabi-nabi yang tiga itu dari Ulul 'azmi : 'Isa bin Maryam dan Musa dan Muhammad semoga shalawat dikirimkan kepada mereka.

Tafsir Hidayatul Insan

Yang merupakan negeri tempat kenabian Muhamad shallallahu 'alaihi wa sallam. Allah Subhaanahu wa Ta'aala bersumpah dengan tempat-tempat yang mulia tersebut yang dari sana dibangkitkan nabi-nabi yang utama dan mulia. Isi sumpahnya adalah apa yang disebutkan dalam ayat selanjutnya.

Tafsir Kemenag

1-3. Demi buah tin dan zaitun, demi gunung sinai, dan demi negeri mekah yang aman ini. Buah tin dan zaitun banyak tumbuh di syam dan baitul makdis, tempat para nabi diutus, antara lain nabi isa. Gunung sinai adalah tempat nabi musa bermunajat, sedangkan mekah adalah tem'pat kelahiran dan pengutusan nabi Muhammad. Ketiga nabi ini memiliki misi yang sama, yaitu mengajak manusia menuju tauhid. 4. Sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk fisik yang sebaik-baiknya, jauh lebih sempurna daripada hewan. Kami juga bekali mereka dengan akal dan sifat-sifat yang unggul. Dengan kelebihan-kelebihan itulah kami amanati manusia sebagai khalifah di bumi.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018