Surat At-Tin Ayat 6

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.

Tafsir Al-Mukhtashar

6. Kecuali orang yang beriman kepada Allah dan beramal salah, maka mereka akan mendapatkan pahala yang tidak berhenti walaupun mereka telah menjadi tua, dia mendapat surga, karena mereka membersihkan fitrahnya.

Tafsir Al-Muyassar

Akan tetapi orang-orang yang beriman dan beramal shalih, mereka mendapatkan pahala besar yang tidak terputus dan tidak dikurangi.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

{ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا } Kecuali orang-orang yang beriman kepada Allah ﷻ tuhan mereka, dan pencipta mereka, { وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ } dan mengerjakan amal shalih, dan amal shalih adalah bagian dari keimanan, maka iman sesorang tidak sempurna tanpa adanya amal shalih, akan tetapi penyebutan amal shalih sering dikhusukan penyebutannya setelah iman karena keutamaan dari amal shalih itu sendiri, sama halnya dengan firman Allah : { حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ } ( Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’ ) [ Al-Baqarah : 238 ] disebutkan dalam ayat secara khusus "shalat wustha" yakni shalat asar, Allah mengkhususkan penyebutannya karena keutamaan yang ada pad shalat asar .

{ فَلَهُمْ أَجْرٌ } Maka bagi mereka balasan disisi Allah ﷻ , yang tidak satupun mengetahui seberapa besar dan bagaimana wujud balasan itu, dan balasan itu tergantung amalan yang mereka kerjakan didunia.

{ غَيْرُ مَمْنُونٍ } Yakni balasan yang tidak pernah terputus selamanya, melainkan balasan dan ganjaran yang terus menerus bertambah sepanjang masa, karena balasan bagi orang beriman di akhirat tidak pernah terputus, sebagaimana balasan bagi orang kafir yang juga tidak akan pernah terputus.

Tafsir Hidayatul Insan

Mereka memperoleh kenikmatan yang penuh, kegembiraan yang berturut-turut, kesenangan yang banyak selama-lamanya.

Tafsir Kemenag

Kami masukkan manusia ke neraka, kecuali orang-orang yang benar-benar beriman dan mengerjakan kebajikan, baik spiritual maupun sosial, secara ikhlas dan sesuai syariat islam; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya dan tidak pula berkurang. Kami selamatkan mereka dari neraka dan kami berikan itu semua kepada mereka sebagai ganjaran dari kami. 7. Allah menciptakanmu dengan bentuk yang sempurna dari setetes mani yang menjadi janin, kemudian melewati berbagai tahap dari bayi, remaja, dewasa, tua, hingga meninggal. Itu merupakan dalil yang paling jelas tentang kekuasaan Allah; bahwa dia kuasa untuk membang'kitkanmu dari kematian. Maka, apa yang menyebabkan mereka mendustakanmu tentang hari pembalasan yaitu hari kiamat setelah adanya keterangan-keterangan yang gamblang itu'.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018