Quran Surat Al-Kahfi Ayat 1-10

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ ٱلْكِتَٰبَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُۥ عِوَجَا ۜ

Arab-Latin: al-ḥamdu lillāhillażī anzala 'alā 'abdihil-kitāba wa lam yaj'al lahụ 'iwajā

Terjemah Arti: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya;

Tafsir Quran Surat Al-Kahfi Ayat 1-10

segala sanjungan hanya bagi Allah dengan sifat-sifatNya yang kesemuanya adalah sifat-sifat kesempurnaan, dan juga karena nikmat-nikmatNya yang tampak maupun yang tidak tampak, nikmat agama maupun duniawi, yang telah memberi karunia dengan menurunkan al-qur’an pada hamba dan rasulNya, Muhammad , dan tidak mengadakan sesuatupun ajaran yang melenceng dari kebenaran di dalamnya. (Tafsir al-Muyassar)

Ungkapan pujian dengan sifat kesempurnaan dan kemuliaan, serta nikmat lahir dan batin hanya ditujukan kepada Allah semata yang telah menurunkan Al-Qur`ān kepada hamba dan utusan-Nya Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, dan sama sekali tidak menjadikan Al-Qur`ān ini bengkok dan menyimpang dari kebenaran. (Tafsir al-Mukhtashar)

Keutamaan: Disebutkan dalam hadis shahih tentang keutamaan surat ini, diantaranya: “Barangsiapa menghafal sepuluh ayat dari awal surat Al-kahfi, dia akan dijaga dari Dajjal.” Lalu : “Barangsiapa membaca sepuluh ayat dari akhir surat Al-kahfi maka dijaga dari fitnah Dajjal.”1. Segala puji yang indah hanya bagi Allah yang telah menurunkan Al-Quran kepada hamba-Nya Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam dan Dia tidak mengadakan kebengkokan/cacat di dalamnya; (Tafsir al-Wajiz)

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ (Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya) Yakni kepada Nabi Muhammad. Allah mengajarkan hamba-hamba-Nya untuk memuji-Nya atas bertambahnya kenikmatan yang diberikan kepada mereka, dan diantara kenikmatan tersebut adalah diturunkannya al-Qur’an kepada Rasulullah, dengan al-Qur’an tersebut Allah mengabarkan beliau rahasia-rahasia tauhid, berita-berita tentang para malaikat dan para nabi, dan hukum-hukum syariat yang digunakan beliau dan umatnya untuk menyembah Allah.وَلَمْ يَجْعَل لَّهُۥ عِوَجَا (dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya) Yakni tidak menjadikan suatu kekurangan dalam lafadz maupun maknanya, serta tidak menjadikannya saling berbenturan. (Zubdatut Tafsir)