Surat Al-Furqan Ayat 6


Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

قُلْ أَنْزَلَهُ الَّذِي يَعْلَمُ السِّرَّ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ إِنَّهُ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Arab-Latin: Qul anzalahullażī ya'lamus-sirra fis-samāwāti wal-arḍ, innahụ kāna gafụrar-raḥīmā

Terjemah Arti: Katakanlah: "Al Quran itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang kafir itu, “Sesungguhnya yang menurunkan al-Qur’an, Dia adalah Allah yang pengetahuanNya meliputi segala yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha pengampun bagi orang yang bertaubat dari dosa-dosanya dan maksiat-maksiat, juga Maha Pemurah terhadap mereka karena tidak segera menimpakan siksaan pada mereka .

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

6. Katakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang yang mendustakan tersebut, "Al-Qur`ān itu diturunkan oleh Allah yang mengetahui segala sesuatu di langit dan di bumi, dan bukanlah kitab yang diada-adakan oleh Muhammad sebagaimana yang kalian tuduhkan." Lalu Allah berfirman mendorong mereka untuk bertobat, "Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang bertobat kepada-Nya".

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

6. قُلْ أَنزَلَهُ الَّذِى يَعْلَمُ السِّرَّ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ ۚ (Katakanlah: “Al Quran itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi)
Yakni al-Qur’an itu bukanlah cerita-cerita bohong atau dongeng-dongeng orang terdahulu yang dibuat dengan bantuan suatu kaum dan dan ditulis oleh orang lain, namun ini adalah kabar dari langit yang diturunkan oleh Dzat yang mengetahui segalanya, tidak ada sesuatupun yang tidak Dia ketahui; oleh sebab itu kalian tidak mampu menandinginya dan kalian belum bisa mendatangkan satu surat yang semisalnya.

إِنَّهُۥ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا(Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)
Dia tidak menyegerakan siksaan bagi kalian, sebab Dia Maha pengampun dan penyayang.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

6. Katakanlah wahai Nabi: “Al-Qur’an ini bukanlah sesuatu yang direkayasa. Sesungguhnya yang menurunkannya adalah Dzat yang Maha Mengetahui rahasia-rahasia dan misteri-misteri di langit dan bumi, yaitu merupakan perkara langit. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, sehingga tidak mempercepat hukuman bagi kalian”

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman membantah mereka.

Yakni hal gaib.

Sisi tegaknya hujjah kepada mereka adalah, bahwa yang menurunkannya adalah Tuhan yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, termasuk mengetahui pula orang yang membawa Al Qur’an (Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam) dan mengatakan bahwa ia turun dari sisi Allah. Jika memang Al Qur’an bukan dari Allah, tentu Allah segera membinasakannya, namun kenyataannya Allah menguatkannya dan memenangkannya terhadap musuh-musuhnya. Di samping itu, disebutkan ilmu-Nya yang menyeluruh adalah untuk mengingatkan mereka dan mendorong mereka untuk mentadabburi Al Qur’an, di mana jika mereka mau mentadaburinya, tentu mereka akan melihat di antara ilmu-Nya dan hukum-hukum-Nya yang menunjukkan bahwa Al Qur’an turun dari Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang tampak.

Meskipun mereka mengingkari tauhid dan kerasulan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, namun Allah bersikap lembut kepada mereka, Dia tidak segera menghukum mereka, bahkan mengajak mereka dengan lembut untuk bertobat dan kembali kepadanya, Dia berfirman di akhir ayat, “Sungguh, Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Agar mereka tidak berputus asa.

Sifat-Nya mengampuni bagi pelaku dosa dan maksiat apabila mereka mengerjakan sebab-sebab untuk diampuni, yaitu berhenti dari maksiat dan bertobat.

Dia tidak segera menghukum mereka, padahal mereka telah melakukan perbuatan yang menghendaki untuk disiksa, Dia mengutus Rasul-Nya untuk kebaikan mereka, tetapi Rasul tersebut mereka sakiti baik dengan lisan maupun dengan perbuatan, bahkan Dia mengajak mereka bertobat dan siap menerima tobat mereka, menghapuskan kesalahan mereka dan menerima kebaikan mereka.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Mengajari nabi Muhammad untuk menjawab tuduhan kaum kafir itu, Allah berfirman, 'katakanlah, wahai nabi Muhammad, kepada mereka bahwa Al-Qur'an itu diturunkan oleh Allah yang mengetahui segala rahasia di langit dan di bumi. " sungguh, dia maha pengampun, maha penyayang, sehingga dia menunda turunnya azab kepada manusia yang durhaka. 7. Dan orang-orang kafir tidak merasa cukup dengan menuduh Al-Qur'an sebagai hasil karya nabi Muhammad. Mereka juga berkata, 'mengapa pria yang mengaku rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar untuk mencari rezeki seperti halnya kita' kalaulah rasul itu manusia, mengapa malaikat tidak diturunkan kepadanya agar malaikat itu memberikan peringatan bersama dia sehingga kita mengetahui kebenaran perkataannya, .

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Related: Surat Al-Furqan Ayat 7 Arab-Latin, Surat Al-Furqan Ayat 8 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Furqan Ayat 9, Terjemahan Tafsir Surat Al-Furqan Ayat 10, Isi Kandungan Surat Al-Furqan Ayat 11, Makna Surat Al-Furqan Ayat 12

Category: Surat Al-Furqan


Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!