Surat Al-Anbiya Ayat 102

لَا يَسْمَعُونَ حَسِيسَهَا ۖ وَهُمْ فِى مَا ٱشْتَهَتْ أَنفُسُهُمْ خَٰلِدُونَ

Arab-Latin: Lā yasma'ụna ḥasīsahā, wa hum fī masytahat anfusuhum khālidụn

Artinya: Mereka tidak mendengar sedikitpun suara api neraka, dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh mereka.

« Al-Anbiya 101Al-Anbiya 103 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Menarik Berkaitan Dengan Surat Al-Anbiya Ayat 102

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Anbiya Ayat 102 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada kumpulan kandungan menarik dari ayat ini. Ada kumpulan penjabaran dari para pakar tafsir terhadap makna surat Al-Anbiya ayat 102, sebagiannya sebagaimana tercantum:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Mereka tidak akan mendengar suara kobaran apinya dan terbakarnya tubuh-tubuh (penghuni neraka) di dalamnya. Sesungguhnya Mereka menempati tempat tinggal mereka di surga, dan mereka berada dalam kondisi yang disukai oleh jiwa-jiwa mereka, berupa kenikmatan dan kelezatan hidup abadi di dalamnya selama-lamanya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

102. Suara desis api neraka Jahanam tidaklah sampai ke telinga mereka, dan mereka kekal dalam menikmati kenikmatan dan kelezatan hidup yang diingini oleh diri mereka, kenikmatan ini tidaklah terputus dari mereka selamanya.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

102. لَا يَسْمَعُونَ حَسِيسَهَا ۖ (mereka tidak mendengar sedikitpun suara api neraka)
Makna (الحسيس) adalah suara yang kita dengar dari sesuatu yang bergerak tidak jauh dari kita.

وَهُمْ فِى مَا اشْتَهَتْ أَنفُسُهُمْ خٰلِدُونَ (dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh mereka)
Di surga terdapat segala yang dikehendaki jiwa dan dinikmati mata.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

102. Mereka tidak bisa mendengar suara neraka dan gejolaknya. Dan mereka itu abadi atas sesuatu yang diinginkan oleh diri mereka berupa kenikmatan abadi di surga


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Mereka tidak mendengar} penduduk surga tidak mendengar {desisannya} suara neraka dan gejolaknya {dan mereka kekal dalam sesuatu yang mereka inginkan


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

101-102. Masuknya sesembahan kaum musyrikin kedalam neraka, hanyalah patung-patung yang mempuyai rupa atau manusia yang disembah dalam keadaan ridha untuk diibadahi. Adapun al-Masih, Uzair, dan para malaikat dan lainnya yang disembah dari kalangan para wali Allah, maka sesungguhnya mereka tidak akan di siksa di dalamnya (neraka). Mereka justru masuk ke dalam makna Firman Allah, “Sesungguhnya orang-orang yang telah ada (untuk mereka) ketetapan yang baik dari Kami,” maksudnya orang-orang sudah terlebih dahulu ketetapan kebahagiaannya terdapat di dalam ilmu Allah dan Lauh Mahfuzh serta dalam kemudahan yang mereka jumpai di dunia untuk melakukan usaha-usaha yang baik dan amalan-amalan shalih. “Mereka itu darinya,” yaitu dari neraka “dijauhkan,” mereka tidak memasukinya, dan tidak berada di dekatnya. Bahkan mereka ditempatkan di tempat yang sangat jauh darinya sehingga tidak mendengarkan gemuruhnya dan menyaksikan kondisinya. “Dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh mereka,” berupa berbagai jenis makanan, minuman, pasangan hidup, panorama indah yang tidak pernah disaksikan oleh mata penglihatan, atau di dengar oleh telinga ataupun terbetik di hati seseorang. Kenikmatan itu berlangsung kontinu untuk mereka, dan akan bertambah indah seiring perjalanan masa.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 98-103
Allah SWT berfirman seraya ditujukan kepada penduduk Makkah dari kalangan orang-orang musyrik Quraisy dan para pengikutnya yang menyembah berhala seperti mereka (Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah umpan Jahanam) Ibnu Abbas berkata bahwa maksudnya adalah bahan bakarnya. Sebagaimana firmanNya: (yang bahan bakarnya manusia dan batu) (Surah Al-Baqarah: 24)
Ibnu Abbas juga berkata tentang firmanNya (umpan Jahanam) yaitu pepohonan neraka Jahanam.
Mujahid, Ikrimah dan Qatadah berkata maknanya adalah kayu bakarnya,
Adh-Dhahhak berkata tentang firmanNya (umpan jahannam) yaitu sesuatu yang dilemparkan ke dalamnya. Demikian juga dikatakan yang lainnya, yaitu semuanya maknanya berdekatan.
Firman Allah: (Kalian pasti masuk ke dalamnya) yaitu, memasukinya (Andaikata berhala-berhala itu Tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka) yaitu seandainya berhala-berhala dan tandingan-tandingan yang kalian sembah selain Allah adalah benar sebagai tuhan maka mereka tidak akan masuk neraka (Dan semuanya akan kekal di dalamnya) yaitu para penyembah dan semua yang mereka sembah berada di dalam neraka selamanya (Mereka merintih di dalam api) Sebagaimana Allah SWT berfirman: (di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik napas (dengan merintih)) (Surah Hud: 106) dan Az-zafir adalah hembusan nafas, dan Asy-syahiq adalah tarikan nafas mereka (dan mereka di dalamnya tidak bisa mendengar).
Firman Allah: (Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami) Ikrimah berkata bahwa maknannya adalah rahmat. dan yang lain berkata yaitu kebahagiaan (mereka itu dijauhkan dari neraka) Setelah menyebutkan keadaan penduduk neraka dan azab mereka karena kemusyrikan mereka terhadap Allah, lalu Allah mengiringinya dengan menyebutkan orang-orang yang berbahagia, yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasulNya. Mereka adalah orang-orang yang ditetapkan kebahagiaan oleh Allah kepada mereka berkat amal-amal shalih yang telah mereka kerjakan di dunia. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya) (Surah Yunus: 26) dan (Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula) (60)) (Surah Ar-Rahman) Sebagaimana mereka berbuat kebaikan di dunia, Allah juga berbuat baik saat kepulangan mereka, memberi mereka pahala, menyelamatkan mereka dari azab, dan memberikan kepada mereka pahala yang melimpah. Lalu Allah SWT berfirman: (mereka itu dijauhkan dari neraka (101)) dari neraka (mereka tidak mendengar sedikit pun suara api neraka) yaitu yang membakar tubuh-tubuh di dalamnya.
Firman Allah: (dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh jiwa mereka) Allah menyelamatkan mereka dari hal yang dihindari dan dibenci, dan memberikan kepada mereka semua yang diminta dan disukai.
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka (101)) Mereka adalah kekasih-kekasih Allah yang melalui shirat dengan kecepatan yang lebih cepat daripada kilat, lalu yang tertinggal adalah orang-orang kafir di neraka dalam keadaan berlutut. Ini samadengan apa yang telah kami sebutkan.
Firman Allah: (Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat)) Dikatakan, bahwa makna yang dimaksud adalah kematian. Ini adalah yang dipilih Ibnu Jarir di dalam kitab tafsirnya. Dan firman Allah: (dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata), "Inilah hari kalian yang telah dijanjikan kepada kalian") yaitu para malaikat berkata kepada mereka, memberitahukan datangnya hari kembali mereka, ketika mereka dikeluarkan dari kubur mereka (Inilah hari kalian yang telah dijanjikan kepada kalian) yaitu berharaplah untuk memperoleh sesuatu yang menyenangkan kalian


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Anbiya ayat 102: Karena jauhnya mereka dari neraka.

Berupa makanan, minuman, perkawinan dan pemandangan, di mana mereka mendapatkan kenikmatan yang belum pernah mereka lihat, belum pernah mereka dengar dan belum pernah terlintas di hati mereka.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Anbiya Ayat 102

102. Berbeda dengan penghuni neraka yang tidak mendengar sedikit pun suara lembut yang membawa ketenangan dan kedamaian; para penghuni surga berada dalam kenikmatan. Mereka tidak mendengar bunyi desis api neraka yang menakutkan, dan mereka pun kekal dalam menikmati semua yang mereka ingini. 103. Kejutan yang dahsyat ketika bumi dan langit hancur dan ketika manusia bangkit dari alam kubur, tidak membuat mereka, para calon peng-huni surga, merasa sedih, karena mereka berada dalam kenikmatan; dan para malaikat pun akan menyambut mereka dengan ucapan yang menye-nangkan, 'inilah hari kebahagianmu yang telah dijanjikan kepadamu untuk memasuki surga, negeri penuh kedamaian. '.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah beragam penjabaran dari para mufassir terkait isi dan arti surat Al-Anbiya ayat 102 (arab-latin dan artinya), semoga memberi kebaikan bagi kita bersama. Support perjuangan kami dengan memberi link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Paling Sering Dikaji

Tersedia ratusan topik yang paling sering dikaji, seperti surat/ayat: Yasin 82, Ar-Rum 21, Ar-Rahman 13, Fatir 37, Ayat 15 (Lima Belas), Al-Qashash 77. Serta Ibrahim 7, Innallaha Ma’ash Shabiriin, Al-Buruj, Al-Baqarah 177, An-Nisa 36, Al-Isra.

  1. Yasin 82
  2. Ar-Rum 21
  3. Ar-Rahman 13
  4. Fatir 37
  5. Ayat 15 (Lima Belas)
  6. Al-Qashash 77
  7. Ibrahim 7
  8. Innallaha Ma’ash Shabiriin
  9. Al-Buruj
  10. Al-Baqarah 177
  11. An-Nisa 36
  12. Al-Isra

Pencarian: surat al maidah ayat 83, an naml ayat 18, ali imran 33, al hajj 46, arrahman ayat

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.