Surat Al-Humazah Ayat 1

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ

Arab Latin: Wailul likulli humazatil lumazah

Terjemahan Arti: Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,

TERJEMAH TAFSIR

Keburukan dan kebinasaan bagi setiap orang yang mengghibahi orang dan mencela mereka.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

1. Kehancuran, kerendahan dan siksaan yang sangat berat bagi setiap pengumpat (para pengumpat) yaitu orang yang menyakiti dan menghina kehormatan dan kemuliaan orang, dan bagi pencela (para pencela) yaitu pembuka aib, yang mencemarkan aib orang banyak yang dirahasiakan dalam lisan, mata, tangan, kepala atau bagian tubuh lainnya untuk merendahkan mereka dan menaikkan derajatnya

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Allah memulai surat ini dengan teguran akan adzab yang keras, kecelakaan, penghinaan, dan kebinasaan bagi pencemooh manusia dan tukang ghibah.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

1. Beratnya adzab bagi orang yang ghibah dan menghina manusia.

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

{ وَيْلٌ } Kecelakaanlah { لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ } bagi setiap pengumpat dan pencela, dua sifat ini sangat buruk pada hakikatnya, berasal dari kata "الهمز" yaitu mengumpat, sifat yang ini didiketahui dengan perbuatan, dan "اللمز" mencela, yitu dengan perkataan, Allah - عز وجل - berfirman : { وَمِنْهُمْ مَنْ يَلْمِزُكَ فِي الصَّدَقَاتِ فَإِنْ أُعْطُوا مِنْهَا رَضُوا وَإِنْ لَمْ يُعْطَوْا مِنْهَا إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ } ( Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi) zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah. ) [ At-Taubah : 58 ] , mereka mencela Rasulullah ﷺ perihal zakat, mereka tidak mementingkat hal lain selain diri mereka sendiri, maka seharusnya setiap muslim menjauh dari dua sifat keji ini.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Kata ‘wail’ merupakan kata siksaan, ancaman dan kerasnya azab, atau sebuah lembah di neraka Jahannam.

Menurut penyusun tafsir Al Jalaalain, ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang yang sering menggunjing Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan kaum mukmin, seperti Umayyah bin Khalaf, Walid bin Mughirah dan lain-lain, wallahu a’lam.

Humazah artinya yang mencela manusia dengan isyarat dan perbuatannya, sedangkan lumazah adalah yang mencela dengan ucapannya. Di antara sifat para pengumpat (penggunjing) lagi pencela adalah seperti yang disebutkan dalam ayat selanjutnya, yaitu tidak ada maksud selain mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, tidak suka berinfak di jalur-jalur kebaikan, menyambung tali silaturrahim, dan sebagainya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Celakalah bagi setiap pengumpat atau pencaci, baik dengan ucapan atau isyarat, dan demikian pula pencela dengan menampilkan keburukan orang lain untuk menghinakannya. Perbuatan ini berdampak buruk dalam pergaulan karena mencoreng wibawa dan kehormatan seseorang, serta menghilangkan kepercayaan kepada orang tersebut. 2. Celakalah orang yang sifatnya demikian, yang selalu menyibukkan diri dan berorientasi pada mengumpulkan harta benda dan menghitung-hitungnya. Dia merasa nyaman untuk menumpuk dan menghitung harta untuk menjamin kehidupannya di masa datang, dan enggan me-nunai'kan hak Allah dalam hartanya itu.

Tafsir Ringkas Kemenag