Surat Al-Humazah Ayat 2

الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ

Arab Latin: Allażī jama'a mālaw wa 'addadah

Terjemahan Arti: Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,

TERJEMAH TAFSIR

Orang yang kesibukannya hanya mengumpulkan harta dan menghitungnya

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

2. Dia adalah orang yang mengumpulkan harta benda terus-menerus dan senang menghitung-hitungnya. Hal inilah yang membuat mereka mencela orang lain dan merendahkan mereka.

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Allah mengabarkan akan sifat orang celaka ini, bahwasanya ia adalah pengumpul harta yang banyak, perhitungan (dalam harta) dan sangat menjaganya, sombong terhadap dirinya sendiri, oleh sebab ini ia merendahkan manusia dan mencela mereka serta menghibahi mereka karena sebab ia memiliki banyak harta.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

2. Yang memiliki ambisi untuk mengumpulkan harta dan menghitungnya dan tidak ada ambisi selain itu.

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

Yaitu orang yang hanya mementingkan harta yang terus dikumpulkan dan dihitungnya, sedangkan kepada akhirat mereka lalai darinya,.

Mengumpulkan harta pada hakikatnya adalah baik, akan tetapi dengan tujuan untuk menginfakkan harta tersebut dijalan Allah - عز وجل - , karena harta itu bukan untuk disimpan kecuali untuk disedekahkan atau dizakatkan, Allah berfirman : { أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ } ( belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu ) [ Al-Baqarah : 254 ] , dan di ayat lainnya Allah banyak memerintahkan untuk menginfakkan harta.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Maksudnya mengumpulkan dan menghitung-hitung harta yang membuatnya menjadi kikir dan tidak mau menginfakkannya di jalan Allah.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Celakalah orang yang sifatnya demikian, yang selalu menyibukkan diri dan berorientasi pada mengumpulkan harta benda dan menghitung-hitungnya. Dia merasa nyaman untuk menumpuk dan menghitung harta untuk menjamin kehidupannya di masa datang, dan enggan me-nunai'kan hak Allah dalam hartanya itu. 3. Dia senang dan sibuk mengumpulkan harta karena mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkan hidupnya di dunia. Dia terbuai oleh hartanya dan lupa bahwa harta sebanyak apa pun tidak akan dapat digunakan untuk menolak datangnya sesuatu yang tidak diinginkannya, yaitu kematian.

Tafsir Ringkas Kemenag