Surat Al-Anbiya Ayat 63

قَالَ بَلْ فَعَلَهُۥ كَبِيرُهُمْ هَٰذَا فَسْـَٔلُوهُمْ إِن كَانُوا۟ يَنطِقُونَ

Arab-Latin: Qāla bal fa'alahụ kabīruhum hāżā fas`alụhum ing kānụ yanṭiqụn

Artinya: Ibrahim menjawab: "Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara".

« Al-Anbiya 62Al-Anbiya 64 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Tafsir Berharga Tentang Surat Al-Anbiya Ayat 63

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Anbiya Ayat 63 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai tafsir berharga dari ayat ini. Didapati berbagai penafsiran dari berbagai ahli ilmu berkaitan isi surat Al-Anbiya ayat 63, di antaranya seperti termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Maka terwujudlah apa yang dikehendaki Ibrahim untuk menampakkan kebodohan mereka dihadapan mereka. Dia menjawab dengan pernyataan yang menerangkan kesalahan mereka dan menyindir kedunguan mereka, “Justru yang menghancurkannya adalah patung paling besar ini. Maka tanyalah tuhan-tuhan palsu kalian tentang itu, bila memang bisa berbicara atau merespon jawaban.”


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

63. Dia menjawab dengan hujjah yang kuat: “Berhala yang besar itulah yang menghancurkannya, maka tanyakanlah kepada mereka, mengapa mereka diperlakukan seperti itu jika mereka dapat berbicara?!”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

63. Ibrahim menjawab -dengan tujuan melemahkan hujah mereka dan menampakkan kelemahan patung-patung tersebut di hadapan orang banyak-, "Saya tidaklah melakukannya, tapi patung besar itulah yang melakukannya. Maka tanyakanlah kepada patung-patung itu bila mereka dapat berbicara."


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

63. قَالَ بَلْ فَعَلَهُۥ كَبِيرُهُمْ هٰذَا (Ibrahim menjawab: “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya)
Sambil menunjuk patung yang masih tersisa tidak dihancurkan.

فَسْـَٔلُوهُمْ إِن كَانُوا۟ يَنطِقُونَ(maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara)
Yakni jika mereka mampu berbicara dan dapat memahami ucapan yang ditujukan padanya, sebab jika mereka menjawab bahwa patung itu tidak dapat berbicara maka Ibrahim akan mengatakan kepada mereka “lalu untuk apa kalian menyembah sesuatu yang tidak mampu berbicara?


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

63. Dengan menyindir, Ibrahim berkata: “Sesungguhnya yang menghancurkan mereka adalah berhala besar ini (yaitu berhala yang tidak dihancurkan olehnya). Tanyailah dia, kenapa dia melakukan hal itu kepada mereka, jika mereka bisa berbicara?” Maksudnya adalah untuk memberi pengertian kepada mereka bahwa tidak ada manfaatnya menyembah berhala-berhala yang tidak mampu berbicara. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi dari Abu Hurairah tentang hadits shahih yaitu bahwa Ibrahim tidak pernah berbohong kecuali dalam 3 hal dan semua itu berada di jalan Allah, yaitu pertama, ucapannya “Sesungguhnya aku sakit” padahal dia tidak sakit, kedua, ucapannya kepada Sarah “Saudariku” dan ketiga ucapannya “Sesungguhnya yang melakukan itu adalah berhala besar ini”. Dan semua itu merupakan cara yang diperbolehkan


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Dia berkata} Ibrahim menjawab {“Sebenarnya yang besar ini yang melakukannya. Bertanyalah kepada mereka jika mereka dapat berbicara”


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

63. Ibrahim menjawabnya dengan disaksikan orang-orang, “Sebenarnya patung besar itulah yang melakukannya,” maksudnya, dialah yang menghancurkannya, lantaran murka kepadanya ketika masih ada sesembahan (kecil)yang disembah selainnya. Ia ingin agar ibadah kalian khusus untuk patung kalian yang paling besar. Perkataan ini muncul dari Ibrahim. Tujuannya, untutk memojokkan lawan bicara ke sesuatu yang diinginkan dan untuk menegakkan hujjah di hadapannya. Oleh karena itu, dia berkata, “Maka tanyakanlah kepada berhala itu, dia berkata, “Maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara,” yang beliau maksud ialah patung-patung yang sudah berkeping-keping. Tanyalah mereka, kenapa dipecahkan berkeping-keping? Dan kepada patung yang tidak hancur, tanyakanlah kenapa ia menghancurkannya? Bila mampu bicara, pasti akan menjawab pertanyaan kalian. Namun, saya dan kalian serta setiap orang mengetahui bahwa mereka itu tidak dapat berbicara, tidak pula dapat mendatangkan malapetaka. Bahkan tidak berkutik untuk menolong dirinya sendiri dari orang yang menimpakan gangguan kepadanya.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 57-63
Kemudian nabi Ibrahim bersumpah yang didengar oleh sebagian kaumnya bahwa sesungguhnya dia akan membuat tipu daya terhadap berhala-berhala mereka, yakni dia benar-benar akan menyakiti hati mereka dan memecahkan berhala-berhala mereka setelah mereka pergi, yaitu menuju ke tempat perayaan mereka. Mereka mempunyai perayaan hari raya yang harus mereka datangi
Firman Allah: (Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur terpotong-potong) yaitu hancur berkeping-keping (kecuali berhala yang paling besar) yaitu berhal yang paling besar bagi mereka, sebagaimana Allah berfirman (Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulinya dengan tangan kanannya (dengan kuat) (93)) (Surah Ash-Shaffat)
(Mereka berkata, "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami? Sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim” (59)) yaitu setelah mereka kembali dan menyaksikan apa yang telah dilakukan oleh nabi Ibrahim terhadap berhala-berhala mereka sebagai suatu penghinaan dan ejekan yang menunjukkan bahwa berhala-berhala itu tidak memiliki ketuhanan dan menunjukkan ketidak waras akalnya orang-orang yang menyembahnya. (Mereka berkata, "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami? Sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim (59)) orang yang berbuat ini (Mereka berkata, "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim” (60)) yaitu seseorang yang mendengar nabi Ibrahim bersumpah, bahwa dia akan membuat tipu daya terhadap mereka. (Kami dengar ada seorang pemuda) yaitu pemuda (yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim)
Firman Allah: (Mereka berkata, "(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak”) yaitu disaksikan banyak orang, yang saat itu semua orang hadir. Hal ini merupakan hal besar yang menjadi maksud nabi Ibrahim dimana dia di pertemuan yang besar ini akan menjelaskan kepada mereka atas kebodohan dan kekurangan akal mereka karena menyembah berhala-berhala itu yang tidak dapat mencegah kemudharatan yang menimpa dirinya, dan tidak mampu memberikan pembelaan. Maka bagaimana bisa berhala-berhala itu dimintai sesuatu dari hal itu? (Mereka bertanya, "Apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?” (62) Ibrahim menjawab,"Sebenarnya patung yang besar itu yang melakukannya) yaitu berhala yang dibiarkan dan tidak dihancurkan itu (maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara) Sesungguhnya nabi Ibrahim bermaksud agar mereka menyadari bahwa berhala itu tidak dapat bicara karena berhala itu berupa patung yang terbuat dari benda mati.
Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda,”
Sesungguhnya nabi Ibrahim tidak berdusta selain dalam tiga hal. Dua di antaranya terhadap Dzat Allah, yaitu dalam firmanNya, ("Sebenarnya patung yang besar itu yang melakukannya") dan, ("Sesungguhnya aku sakit") (Surah Ash-Shaffat: 89)


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Anbiya ayat 63: Yakni patung yang dirusak dan patung yang tidak dirusak tentang siapa yang melakukannya. Dalam perkataan ini, Ibrahim menyindir mereka dengan maksud menerangkan, bahwa patung itu tidak bisa berbuat apa-apa, sehingga tidak pantas disembah.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Anbiya Ayat 63

Ibrahim menjawab dengan jawaban yang mengejutkan untuk memberi pelajaran kepada mereka. Beliau berpura-pura tidak mengaku dirinya yang merusak patung-patung itu. Dia menjawab, 'sebenarnya patung besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada mereka, jika mereka dapat berbicara. ' melalui jawaban ini pemuda ibrahim menyadarkan mereka bahwa patung itu tidak patut disembah. 64. Jawaban ibrahim menyadarkan mereka. Maka mereka, setelah mendengar jawaban tersebut, kembali kepada kesadaran mereka yang jernih sesuai akal sehat dan nurani bahwa patung-patung itu tidak layak di-sembah. Dan pemimpin mereka pun berkata, 'sesungguhnya kamu sekalianlah yang menzalimi diri sendiri, terus-menerus menyembah patung yang tidak bisa bicara, tidak bisa membela diri, apalagi menyelamatkan manusia. '.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Itulah kumpulan penjabaran dari beragam ulama tafsir terkait kandungan dan arti surat Al-Anbiya ayat 63 (arab-latin dan artinya), semoga membawa faidah untuk kita. Sokong dakwah kami dengan memberikan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Banyak Dilihat

Ada berbagai materi yang banyak dilihat, seperti surat/ayat: Ar-Rahman 13, Al-Isra, Ayat 15 (Lima Belas), Ar-Rum 21, An-Nisa 36, Al-Qashash 77. Serta Yasin 82, Ibrahim 7, Al-Baqarah 177, Al-Buruj, Innallaha Ma’ash Shabiriin, Fatir 37.

  1. Ar-Rahman 13
  2. Al-Isra
  3. Ayat 15 (Lima Belas)
  4. Ar-Rum 21
  5. An-Nisa 36
  6. Al-Qashash 77
  7. Yasin 82
  8. Ibrahim 7
  9. Al-Baqarah 177
  10. Al-Buruj
  11. Innallaha Ma’ash Shabiriin
  12. Fatir 37

Pencarian: alkahfi ayat 10, al alla, contoh ayat kauniyah, surat azariah ayat 56, ayat 83

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: