Surat Al-Anbiya Ayat 53

قَالُوا۟ وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا لَهَا عَٰبِدِينَ

Arab-Latin: Qālụ wajadnā ābā`anā lahā 'ābidīn

Artinya: Mereka menjawab: "Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya".

« Al-Anbiya 52Al-Anbiya 54 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Mendalam Terkait Surat Al-Anbiya Ayat 53

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Anbiya Ayat 53 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada pelbagai hikmah mendalam dari ayat ini. Didapati pelbagai penafsiran dari beragam mufassirin berkaitan makna surat Al-Anbiya ayat 53, sebagiannya sebagaimana di bawah ini:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Mereka menjawab, “Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya, dan kami menyembahnya sekedar mengikuti mereka.”


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

53. Mereka menjawab: “Kami mendapati ayah dan nenek moyang kami menyembahnya, maka kamipun mengikuti mereka.”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

53. Kaumnya berkata kepadanya, "Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya, maka kami pun menyembahnya dengan tujuan meneladani mereka."


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

53. قَالُوا۟ وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا لَهَا عٰبِدِينَ (Mereka menjawab: “Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya”)
Yakni kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya, maka kami menyembahnya pula mengikuti jejak mereka.
Mereka menjawabnya dengan jawaban bodoh ini sebagai pegangan bagi semua orang yang lemah, yakni berpegangan pada sekedar mengikuti nenek moyang. Begitu pula jawaban sebagian orang Islam yang mangaku dirinya sebagai orang yang berilmu, apabila ada ulama lain yang mengingkari perbuatannya yang menyelisihi al-Qur’an dan as-Sunnah mereka berkata “Ini sudah merupakan pendapat dari Imam kami” lalu mereka menolak untuk mengambil dalil yang jelas hanya demi taklid buta.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

53. Mereka berkata kepadanya: “Kami mendapati bapak-bapak Kami sebelumnya menyembahnya, lalu kami meniru mereka”


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Mereka menjawab,“Kami mendapati nenek moyang kami menjadi para penyembahnya”


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

53. Mereka menjawabnya dengan jawaban tanpa alasan kuat, sebuah jawaban orang yang lemah, yang tidak mengandung sedikit pun syubhat yang bisa dipegangi. Mereka mengatakan, “Kami mendapati bapak-bapak kami.” Beginilah mereka (orang-orang tua kami) melakukan, maka kami sekedar meneruskan budaya-budaya mereka dan mengikuti mereka dalam menyembahnya. Sudah menjadi perkara yang diketahui, bahwa perbuatan seorang manusia, selain para rasul, bukan merupakan hujjah (dasar kuat) dan tidak boleh diteladani. Terutama dalam perkara dasar-dasar agama (akidah) dan tauhid (pengesaan) Rabb semesta alam.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 51-56
Allah SWT memberitahukan tentang kekasihNya, nabi Ibrahim bahwa Dia telah memberinya petunjuk sebelumnya. yaitu sejak dia kecil Allah telah memberinya kebenaran dan hujjah untuk mendebat kaumnya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan itulah hujah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya) (Surah Al-An'am: 83)
Firman Allah: (dan adalah Kami mengetahui (keadaan)nya) yaitu berhak untuk memperolehnya. Kemudian Allah berfirman: ((Ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya, "Patung-patung apakah ini yang kalian tekun beribadah kepadanya?" (52)) Inilah petunjuk yang telah diberikan kepadanya sejak dia masih kecil berupa mengingkari kaumnya yang menyembah berhala-berhala selain Allah SWT. Jadi dia berkata: (Patung-patung apakah ini yang kalian tekun beribadah kepadanya?) yaitu menyembahnya dengan penuh ketekunan.
(Mereka menjawab, "Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya” (53)) Mereka tidak mempunyai hujjah selain perbuatan bapak-bapak mereka yang tersesat. Oleh karena itu dia berkata: (Sesungguhnya kalian dan bapak-bapak kalian berada dalam kesesatan yang nyata) yaitu berbicara dengan bapak-bapak kalian yang perbuatan mereka kalian jadikan alasan itu seperti berbicara dengan kalian. Kalian dan mereka berada dalam kesesatan, bukan dalam jalan yang lurus. Setelah nabi Ibrahim menilai kebodohan mereka dan kesesatan bapak-bapak mereka serta menghina berhala-berhala mereka (Mereka menjawab, "Apakah kamu datang kepada kami dengan sungguh-sungguh ataukah kamu termasuk orang-orang yang bermain-main?” (55)) Mereka mengatakan bahwa perkataan yang keluar darimu ini adalah kata mainan, karena sesungguhnya kami belum pernah mendengar kata-kata seperti itu sebelum kamu (Ibrahim berkata, "Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakannya”) yaitu Tuhan kalian adalah Dzat yang tidak ada Tuhan selain Dia. Dialah Dzat yang menciptakan langit dan bumi serta semua makhluk yang ada di dalamnya. Dialah Dzat yang memulai penciptaan mereka, dan Dialah Pencipta segala sesuatu (dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu) yaitu aku bersaksi bahwa Dia adalah Dzat yang tidak ada Tuhan selain Dia.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Anbiya ayat 53: Mereka menjawab tanpa ilmu dan menjawab dengan jawaban yang lemah.

Yakni sehingga kami mengikuti. Padahal sudah maklum, perbuatan manusia selain rasul bukanlah hujjah dan tidak berhak diikuti terlebih dalam pokok-pokok agama. Oleh karena itu, Ibrahim menyatakan sesat semuanya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Anbiya Ayat 53

Mereka menjawab pertanyaan pemuda ibrahim yang logis dan masuk akal itu dengan jawaban pembelaan terhadap tradisi yang sudah mengakar, 'kami mendapati nenek moyang kami, dari generasi ke gene-rasi memproduksi dan menyembahnya. '54. Dia, ibrahim, menyadarkan mereka dengan berkata secara tegas dan lugas, 'sesungguhnya kamu dan nenek moyang kamu yang terus-menerus mengukir dan menyembah patung-patung itu, berada dalam kesesatan yang nyata, karena penyembahan itu tidak masuk akal dan merendahkan martabat manusia. '.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah variasi penjelasan dari berbagai ahli tafsir terkait makna dan arti surat Al-Anbiya ayat 53 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa faidah untuk kita. Sokong dakwah kami dengan memberi link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Sering Dicari

Ada banyak konten yang sering dicari, seperti surat/ayat: Al-Isra, Ibrahim 7, Al-Qashash 77, Ar-Rum 21, Innallaha Ma’ash Shabiriin, Fatir 37. Serta Ayat 15 (Lima Belas), An-Nisa 36, Yasin 82, Al-Baqarah 177, Ar-Rahman 13, Al-Buruj.

  1. Al-Isra
  2. Ibrahim 7
  3. Al-Qashash 77
  4. Ar-Rum 21
  5. Innallaha Ma’ash Shabiriin
  6. Fatir 37
  7. Ayat 15 (Lima Belas)
  8. An-Nisa 36
  9. Yasin 82
  10. Al-Baqarah 177
  11. Ar-Rahman 13
  12. Al-Buruj

Pencarian: innallaha wa malaikatahu yusholluna 'alan nabi shollu 'alaihi wasallimu taslima arab, alquran surat yusuf latin, la yukallifullahu nafsan illa wus'aha al-baqarah ayat 286, surat al muzzammil ayat 18, ayat qola musa

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: