Quran Surat Al-Anbiya Ayat 28

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ٱرْتَضَىٰ وَهُم مِّنْ خَشْيَتِهِۦ مُشْفِقُونَ

Arab-Latin: Ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum wa lā yasyfa'ụna illā limanirtaḍā wa hum min khasy-yatihī musyfiqụn

Terjemah Arti: Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafa'at melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.

Tafsir Quran Surat Al-Anbiya Ayat 28

Dan tidak ada tugas-tugas yang dikerjakan oleh para malaikat, baik tugas yang sudah berlalu atau tugas mendatang, kecuali Allah mengetahuinya dan akan menghitungnya atas mereka. Dan mereka tidak akan maju memberikan syafa’at, kecuali bagi orang yang dirdhai Allah untuk memperoleh syafa’at dari mereka. Dan mereka itu, karena takut kepada Allah, selalu waspada agar jangan sampai menyelisihi perintah dan larangan NYa.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

28. Dia mengetahui apa yang telah dan yang akan mereka kerjakan, mereka tidak memberikan syafaat (pertolongan) kecuali sesuai izin-Nya dan diperuntukkan kepada orang yang diridai, dan mereka selalu berhati-hati lantaran takut kepada-Nya, sehingga tidak menyelisihi-Nya baik dalam menjalankan perintah ataupun menjauhi larangan-Nya.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

28-29. Allah mengetahui keadaan dan perbuatan para malaikat serta apa yang akan mereka perbuat.

Pada hari kiamat ada yang mendapat syafaat kecuali orang-orang beriman yang mendapat keridhaan Allah, mereka selalu merasa takut kepada Allah.

Dan barangsiapa yang berkata aku adalah tuhan selain Allah maka dia telah jauh dari rahmat Allah, dan balasan baginya adalah neraka Jahannam. Azab yang keras tersebut Kami berikan bagi orang yang zalim dan melanggar hak-hak.

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

28. يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ (Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka)
Allah mengetahui apa yang telah mereka lakukan dan apa yang akan mereka kerjakan, dan mereka tidak melakukan atau mengatakan sesuatu melainkan atas sepengetahuan-Nya.

وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَىٰ( dan mereka tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhai Allah)
Yakni yang diridhai Allah untuk memberi syafaat, dan mereka adalah para pemilik ketauhidan.

وَهُم مِّنْ خَشْيَتِهِۦ مُشْفِقُونَ(dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya)
Makna (الخشية) adalah rasa takut disertai pengagungan. Dan makna (الإشفاق) adalah rasa takut disertai kehati-hatian.
Yakni para malaikat senantiasa takut kepada Allah dengan sebenar-benarnya karena mereka mengetahui Allah dengan baik.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

Barangsiapa yang merasa memiliki banyak dosa, dan ingin Allah menghapusnya tanpa ia merasa capek; hendaklah ia senantiasa menempati tempat shalatnya; untuk meminta doa para Malaikat dan permohonan ampunan mereka untuknya, dan itu sangat menjamin datangnya ijabah; sebagaimana firman Allah : { وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ٱرْتَضَىٰ } "dan mereka tiada memberi syafa'at melainkan kepada orang yang diridhai Allah".

Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

28. Dan mereka itu mengetahui apa yang telah mereka kerjakan dan apa yang akan mereka kerjakan di masa mendatang. Dan mereka itu tidak memberi syafaat kecuali untuk orang yang diijinkan untuk diberi syafaat karena memuliakanNya (Allah). Dan mereka itu karena mengagungkan dan memuliakan Allah SWT, mereka menggigil ketakutan. Al-Khasyah adalah ketakutan disertai dengan pengagungan, dan Al-Isyfaq adalah ketakutan yang disertai dengan kewaspadaan dan kehati-hatian yang dahsyat

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

28. Kendatipun begitu, ilmu Allah meliputi mereka semua. Dia megetahui “segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang ada di belakang mereka,” maksudnya, urusan-urusan mereka yang telah berlalu dan yang akan terjadi di kemudian hari. Mereka tidak pernah lepas dari ilmu Allah, sebagaimana mereka tidakk bisa terpisah dari ketetapan dan pengaturanNya. Dan di antara muatan makna karakteristik mereka yang lebih terperinci dari sifat “Tidak mendahului Allah dengan perkataan” adalah mereka tidak memberikan syafaat bagi siapa pun tanpa seizin dan ridhaNya. Jika Allah sudah mengizinkan mereka dan ridha terhadap orang yang akan menerima syafaat mereka, baru mereka dapat mengeluarkan syafaat. Hanya saja, Allah tidak meridhai perkataan dan tindakan kecuali yang murni hanya untuk wajahNya, dan mengikuti Rasululah dalam perkkataan dan tindakannya.
Ayat ini termasuk dalil yang menunjukkan ketetapan adanya syafaat, dan bahwa para malaikat memohonkan syafaat “dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepadaNYa,” maksudnya mereka itu diliputi rasa takut dan khawatir, mereka telah merendahkan diri di hadapan keagunganNya, wajah-wajah mereka telah tertunduk kepada kemuliaan dan keindahanNYa.

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Yakni apa yang telah mereka kerjakan.

Yang sedang mereka kerjakan.

Ucapan dan amalnya, yaitu orang yang ikhlas dan mengikuti rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam. Ayat ini termasuk dalil adanya syafaat, dan bahwa para malaikat juga memberi syafaat.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Para malaikat demikian patuh dan taat kepada Allah karena mereka yakin bahwa dia, senantiasa mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka, yakni apa yang sedang mereka kerjakan dan mengetahui segala sesuatu yang di belakang mereka, yakni apa yang telah mereka kerjakan; sehingga para malaikat yakin tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan dan pengawasan-Nya. Dan mereka para malaikat, tidak memberi syafaat kepada manusia di akhirat dengan mendoakannya, melainkan kepada orang yang diridai Allah, karena beriman dan beramal saleh; dan mereka, para malaikat itu, selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. Oleh karena itu, mereka senantiasa menjauhkan diri dari mendurhakai atau menyalahi perintah dan larangan-Nya. 29. Allah menjamin tidak ada malaikat yang mengaku tuhan selain Allah. Dan barang siapa di antara mereka, para malaikat, berkata, 'sungguh, aku adalah tuhan selain Allah, ' maka kami akan memberi balasan kepadanya, baik malaikat maupun manusia yang mengaku tuhan, dengan jahanam. Demikianlah kami memberikan balasan kepada orang-orang yang zalim, karena mengaku dirinya tuhan, padahal sebenarnya hamba Allah. Pengakuan semacam ini merupakan kemusyrikan yang sangat besar. Selain mempersekutukan Allah, juga menyamakan derajat dirinya dengan Allah.

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Lainnya: Al-Anbiya Ayat 29 Arab-Latin, Al-Anbiya Ayat 30 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Al-Anbiya Ayat 31, Terjemahan Tafsir Al-Anbiya Ayat 32, Isi Kandungan Al-Anbiya Ayat 33, Makna Al-Anbiya Ayat 34

Terkait: « | »

Kategori: 021. Al-Anbiya

Trending: Surat Yasin, Surat Al-Waqiah, Surat Al-Mulk, Surat Al-Kahfi, Ayat Kursi