Surat Al-Anbiya Ayat 26

وَقَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱلرَّحْمَٰنُ وَلَدًا ۗ سُبْحَٰنَهُۥ ۚ بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُونَ

Arab-Latin: Wa qāluttakhażar-raḥmānu waladan sub-ḥānah, bal 'ibādum mukramụn

Artinya: Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak", Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan,

« Al-Anbiya 25Al-Anbiya 27 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Mendalam Tentang Surat Al-Anbiya Ayat 26

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Anbiya Ayat 26 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada sekumpulan pelajaran mendalam dari ayat ini. Terdokumentasi sekumpulan penafsiran dari banyak ulama tafsir mengenai kandungan surat Al-Anbiya ayat 26, sebagiannya seperti berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

26-27. Orang-orang musyrikin berkata, “Allah yang Maha Rahman mengambil seorang anak,” sesuai dengan asumsi mereka bahwa sesungguhnya malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. Mahasuci Allah dari pernyataan tersebut. Malaikat itu adalah hamba-hamba Allah, mereka dekat dan memiliki sekian banyak keutamaan. Dan mereka dalam ketaatan yang baik; tidak berbicara kecuali dengan perintah yang di perintahkan Tuhan mereka kepada mereka, dan tidak mengerjakan suatu perbuatan, kecuali setelah Allah mengizinkan mereka.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

26-27. Allah mengabarkan kebodohan orang-orang musyrik yang menganggap para malaikat adalah anak-anak perempuan Allah! Maha Suci Allah dari perkataan yang sangat mungkar itu.

Dan Allah menyampaikan sifat para malaikat; mereka adalah makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya karena mereka sangat mentaati Allah, mereka tidak mengatakan sesuatu hingga Allah berkata terlebih dahulu karena kesempurnaan adab mereka, mereka selalu mentaati perintah Allah.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

26. Dan orang-orang musyrik itu berkata, "Allah telah menjadikan para Malaikat itu sebagai anak perempuan-Nya." Sungguh Allah Mahasuci lagi Agung dari apa yang mereka ucapkan secara dusta, tetapi para Malaikat hanyalah hamba-hamba Allah yang mendapatkan kemuliaan dan kedekatan dari-Nya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

26. وَقَالُوا۟ اتَّخَذَ الرَّحْمٰنُ وَلَدًا ۗ (Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak”)
Mereka adalah orang-orang dari suku Khuza’ah yang beranggapan bahwa para malaikat adalah anak-anak perempuan Allah.

سُبْحٰنَهُۥ ۚ( Maha Suci Allah)
Maha Suci Allah dari hal itu.

بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُونَ (Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan)
Yakni para malaikat itu tidak sebagaimana yang mereka anggap, namun mereka adalah para hamba Allah yang dimuliakan-Nya dan dekat dengan-Nya.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

26. Sebagian orang-orang musyrik Arab, yaitu sebagian mereka berkata: “Tuhan yang Maha Pengasih itu mengambil anak” Sesungguhnya mereka berkata: “para malaikat adalah puteri-puteri Allah” Maha suci Allah dari hal itu. Akan tetapi mereka adalah hamba-hamba Allah yang telah diciptakan dan dekat denganNya. Peribadatan itu sangat bertentangan (berbeda) dengan memiliki anak


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Mereka berkata,“Tuhan Yang Maha Pengasih telah mengangkat anak”} menjadikan para malaikat sebagai anak perempuan {Maha suci Dia. Sebaliknya, mereka adalah hamba-hamba yang dimuliakan} dimuliakan dan didekatkan di sisiNya


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

26. Allah memberitahukan tentang kebodohan kaum musyrikin yang mendustakan Rasulullah. Mereka mengklaim bahwa –semoga Allah memperburuk keadaan mereka-, “Para malaikat adalah putri-putri Allah!” Mahatinggi Allah dari perkataan mereka.
Allah telah mengabarkan tentang posisi malaikat sebagai hamba yang dimiliki dan diatur. Tidak ada hak kewenangan pengaturan alam semesta bagi mereka sedikit pun. Mereka itu (para malaikat) dimuliakan disisi Allah. Allah telah menetapkan dan menjadikan mereka dari kalangan hamba mulia dan sayangNya. Demikian ini karena keutamaan-keutamaan dan kesucian mereka dari perkara-perkara yang menghinakan yang sudah dijadikan oleh Allah sesbagai keistimewaan bagi mereka. Mereka itu berada di puncak kesopanan terhadap Allah dalam menaati perintah-perintahNya.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 26-29
Allah SWT berfirman seraya menjawab orang yang menduga bahwa Allah SWT Yang Maha Tinggi dan Maha Suci mempunyai anak dari kalangan malaikat, sebagaimana yang dikatakan sebagian orang-orang Arab bahwa para malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. Maka Allah berfirman: (Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan) yaitu para malaikat itu adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan di sisiNya pada kedudukan dan derajat yang tinggi, dan mereka sangat taat kepadaNya, baik ucapan maupun perbuatan (mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya (27)) yaitu, mereka tidak pernah mengucapkan kata-kata di hadapan­Nya dan mereka tidak pernah menentang apa yang diperintahkan kepada mereka, bahkan mereka segera mengerjakannya. Dan ilmu Allah meliputi mereka, maka tidak ada sesuatu pun dari mereka yang tersembunyi dariNya (Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka)
Firman Allah: (dan mereka tiada memberi syafaat, melainkan kepada orang yang diridhai Allah) seperti firmanNya: (Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izinNya?) (Surah Al-Baqarah: 255)
Firman Allah (Dan tiadalah berguna syafaat di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkanNya memperoleh syafaat itu) (Surah Saba: 23) pada banyak ayat-ayat yang semakna dengan itu (dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepadaNya) yaitu karena takut dan gentar kepadaNya (dan mereka selalu berhati-hati (28) Dan barangsiapa di antara mereka berkata, “Sungguh, aku adalah tuhan selain Allah”) yaitu seseorang dari mereka yang mengakui dirinya sebagai tuhan bersama Allah (maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim) yaitu setiap orang yang mengatakan demikian. Hal ini mengandung syarat, dan syarat itu belum tentu terjadi, sebagaimana firmanNya: (Katakanlah, jika benar Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula menyembah (anak itu) (81)) (Surah Az-Zukhruf)


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Anbiya ayat 26: Ayat ini diturunkan untuk membantah tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu anak Allah, mereka hanyalah hamba-hamba yang dimuliakan di sisi-Nya, dan keadaan mereka sebagai hamba yang senantiasa beribadah kepada-Nya menolak sekali anggapan sebagai anak.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Anbiya Ayat 26

Menanggapi ajaran tauhid itu, mereka, orang-orang musyrik mekah berkata tanpa argumentasi yang masuk akal, 'tuhan yang maha pengasih telah menjadikan para malaikat sebagai anak tuhan. ' Allah pun membantah pandangan sesat itu dengan menyatakan, bahwa mahasuci dia dari segala sifat yang dinisbahkan kepada Allah. Sebenarnya mereka, para malaikat itu, adalah hamba-hamba yang dimuliakan, senantiasa bertasbih, memuji Allah, mematuhi perintah-Nya, tanpa pernah membantah sedikit pun. 27. Allah juga menerangkan sifat-sifat malaikat. Mereka tidak berbicara mendahului-Nya, hanya mengucapkan kata-kata yang diperintahkan-Nya. Dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya tanpa membantah sedikit pun.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian beragam penafsiran dari kalangan mufassir terkait isi dan arti surat Al-Anbiya ayat 26 (arab-latin dan artinya), semoga membawa faidah untuk ummat. Dukunglah syi'ar kami dengan memberikan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Cukup Sering Dikaji

Tersedia banyak topik yang cukup sering dikaji, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 177, Ar-Rahman 13, Al-Qashash 77, An-Nisa 36, Ibrahim 7, Al-Isra. Ada pula Fatir 37, Ayat 15 (Lima Belas), Yasin 82, Al-Buruj, Ar-Rum 21, Innallaha Ma’ash Shabiriin.

  1. Al-Baqarah 177
  2. Ar-Rahman 13
  3. Al-Qashash 77
  4. An-Nisa 36
  5. Ibrahim 7
  6. Al-Isra
  7. Fatir 37
  8. Ayat 15 (Lima Belas)
  9. Yasin 82
  10. Al-Buruj
  11. Ar-Rum 21
  12. Innallaha Ma’ash Shabiriin

Pencarian: arti almaidah ayat 2, surat yusuf 87, al baqoroh 153, arti 51.49, surat al baqarah 225

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: