Surat Thaha Ayat 59

قَالَ مَوْعِدُكُمْ يَوْمُ ٱلزِّينَةِ وَأَن يُحْشَرَ ٱلنَّاسُ ضُحًى

Arab-Latin: Qāla mau'idukum yaumuz-zīnati wa ay yuḥsyaran-nāsu ḍuḥā

Artinya: Berkata Musa: "Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah di hari raya dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalahan naik".

« Thaha 58Thaha 60 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Menarik Berkaitan Dengan Surat Thaha Ayat 59

Paragraf di atas merupakan Surat Thaha Ayat 59 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi kandungan menarik dari ayat ini. Didapatkan variasi penjabaran dari beragam ahli tafsir terhadap makna surat Thaha ayat 59, misalnya seperti terlampir:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Musa berkata kepada Fir’aun, “Waktu pertemuan kalian (dengan kami) adalah pada hari raya, ketika orang-orang berdandan menghiasi diri dan kemudian mereka berkumpul dari seluruh penjuru dan sudut kota pada waktu Dhuha.”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

59. Musa -'alaihissalām- berkata kepada Fir'aun, "Perjanjian waktu untuk pertemuan kami dengan kalian ialah pada hari raya tatkala manusia berkumpul untuk melakukan pesta hari raya mereka pada waktu duha (pagi hari)."


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

59. قَالَ مَوْعِدُكُمْ يَوْمُ الزِّينَةِ (Berkata Musa: “Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah di hari raya)
Pertemuan itu diadakan pada hari raya, hari saat mereka berhias, sehingga mereka berkumpul semuanya, agar seruan Musa dapat diketahui.

وَأَن يُحْشَرَ النَّاسُ ضُحًى(dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu dhuha)
Agar cahaya bersinar terang sehingga mereka tidak meragukan mukjizatnya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

59. Musa berkata: “Janji pertemuan itu adalah pada hari raya yang masyhur yang mana kalian menghias diri saat itu.” Musa menentukan hari itu karena merupakan waktu senggang manusia dan merupakan waktu berkumpulnya mereka semua, dan agar mereka dikumpulkan di waktu dhuha, yaitu setelah terbit dan meningginya matahari, supaya bisa melihat dengan jelas dan mereka tidak meragukan mukjizat.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Dia berkata} Musa berkata kepada mereka {“Waktu kalian adalah hari raya} hari raya {dan hendaklah orang-orang dikumpulkan} dikumpulkan {pada waktu dhuha”


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

59. Musa berkata, “Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah di hari raya,” hari perayaan mereka yang mereka sedang kosong tanpa pekerjaan dan menghentikan kesibukan-kesibukan mereka padanya “dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalahan naik,” maksudnya mereka semua dihimppun jadi satu di waktu dhuha. Musa memilh hari raya dan waktu pagi hari, karena banyaknya kerumunan orang dan penglihatan terhadap segala sesuatu sesuai dengan aslinya, yang tidak terpenuhi pada waktu lainnya.”


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 57-59
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang Fir'aun bahwa dia berkata kepada nabi Musa ketika menyaksikan tanda yang besar, yaitu ketika melemparkan tongkatnya, maka tongkat itu menjadi ular yang sangat besar; lalu nabi Musa memasukkan tangannya ke dalam ketiaknya, lalu dikeluarkan tangannya memancarkan sinar putih bukan karena penyakit. Fir'aun berkata,"Ini adalah sihir yang kamu buat untuk menyihir kami dan menguasai orang-orang agar mereka mengikutimu, lalu kamu melawan kami bersama mereka.. Sesungguhnya kami mempunyai ahli sihir seperti kamu, maka janganlah kamu merasa sombong dengan apa yang kamu miliki berupa ilmu sihir di tempat dan waktu yang ditentukan. Maka saat itu nabi Musa (menjawab) mereka (Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kalian itu ialah di hari raya) yaitu hari raya mereka dan hari libur mereka dari pekerjaan mereka, agar semua orang bisa menyaksikan kekuasaan Allah atas apa yang Dia kehendaki melalui mukjizat para nabi, dan kesia-siaan sihir karena keluar biasaan mukjizat nabi. Oleh karena itu nabi Musa berkata: (dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalahan naik) yaitu semua manusia dikumpulkan (di waktu dhuha) yaitu di pagi hari agar lebih jelas dan lebih terang. Demikian juga semua perkara para nabi, jelas dan terang, tidak ada yang tersembunyi. Oleh karena itu nabi Musa berkata tidak berkata malam hari, melainkan di pagi hari.
Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya: (di suatu tempat yang pertengahan letak(nya)) yaitu tempat datar di antara orang-orang, dan tidak ada penghalang dan mereka di tempat itu tidak saling menghalangi satu sama lain.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Thaha ayat 59: Di mana ketika itu mereka berhias dan berkumpul serta berlibur dari kesibukan mereka.

Yakni penduduk Mesir.

Untuk menyaksikan apa yang akan terjadi.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Thaha Ayat 59

Nabi musa tidak gentar menghadapi tantangan fir'aun. Dia berkata, 'kesepakatan yang menyangkut waktu untuk pertemuan kami dengan para penyihirmu itu ialah pada hari raya, di tempat kamu dan rakyatmu biasa berkumpul, dan hendaklah orang-orang dikumpulkan pada pagi hari supaya mereka dapat menyaksikan sejak awal. '60. Kesepakatan untuk mengadu mukjizat musa dengan sihir para penyihir fir'aun terjalin. Maka fir'aun meninggalkan tempat pertemuan itu, lalu dengan segera dia mengatur tipu dayanya untuk mengalahkan nabi musa. Setelah waktu yang disepakati tiba, kemudian dia datang kembali bersama para penyihir dan orang-orang yang akan menyaksikan peristiwa tersebut.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah berbagai penafsiran dari kalangan ulama tafsir terkait makna dan arti surat Thaha ayat 59 (arab-latin dan artinya), moga-moga memberi kebaikan untuk kita semua. Support dakwah kami dengan memberikan link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Link Tersering Dikaji

Kaji ratusan konten yang tersering dikaji, seperti surat/ayat: Al-Buruj, Ar-Rum 21, An-Nisa 36, Yasin 82, Al-Qashash 77, Innallaha Ma’ash Shabiriin. Ada pula Al-Isra, Ibrahim 7, Ar-Rahman 13, Ayat 15 (Lima Belas), Al-Baqarah 177, Fatir 37.

  1. Al-Buruj
  2. Ar-Rum 21
  3. An-Nisa 36
  4. Yasin 82
  5. Al-Qashash 77
  6. Innallaha Ma’ash Shabiriin
  7. Al-Isra
  8. Ibrahim 7
  9. Ar-Rahman 13
  10. Ayat 15 (Lima Belas)
  11. Al-Baqarah 177
  12. Fatir 37

Pencarian: al isra ayat 9 latin, surat luqman ayat 12 latin, tulisan yang benar innalillahi, la tusyrik billah artinya, 6 ayat syifa penyembuh segala penyakit

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: