Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Thaha Ayat 36

قَالَ قَدْ أُوتِيتَ سُؤْلَكَ يَا مُوسَىٰ

Arab-Latin: Qāla qad ụtīta su`laka yā mụsā

Terjemah Arti: Allah berfirman: "Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa".

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Allah berfirman, “Sungguh Kami telah mengabulkan apa saja yang kamu minta, wahai Musa.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

36. Allah berfirman, "Sungguh Kami telah mengabulkan apa yang engkau minta wahai Musa.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

36. قَالَ قَدْ أُوتِيتَ سُؤْلَكَ يٰمُوسَىٰ (Allah berfirman: “Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa”)
Yakni Aku akan memberikan apa yang kamu minta berupa kelapangan dada, kemudahan urusan, terlepasnya kekakuan pada lisannya, dan kenabian Harun.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

36. Allah berfirman, mengabulkan (permintaan) Musa: “Sungguh Aku memberi setiap permintaanmu, Wahai Musa.” Yang dimaksud dengan As-Su’an adalah permintaan dan permohonan

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Permintaan Musa ‘alaihis salam ini menunjukkan sempurnanya ma’rifatnya kepada Allah, kecerdasannya dan pengalamannya serta sempurnanya sifat nushnya (rasa tulus kepada orang lain), yang demikian karena seorang da’i yang mengajak kepada Allah, yang membimbing makhluk apabila orang yang didakwahi adalah orang-orang yang sombong dan keras serta melampaui batas (keterlaluan), maka dibutuhkan dada yang lapang, kesabaran yang sempurna terhadap gangguan yang akan menimpanya, lisan yang fasih agar dapat mengungkapkan maksudnya, bahkan kefasihan dalam keadaan seperti ini sangat dibutuhkan sekali agar dapat mengajak mereka dengan baik dan karena perlunya memperindah kebenaran dan menghias semampunya agar dicintai oleh manusia dan agar kebatilan semakin buruk sehingga dijauhi. Di samping itu, seorang da’i juga perlu dimudahkan urusannya, sehingga ia mendatangi rumah-rumah dari pintunya, berdakwah dengan hikmah, nasehat yang baik, dan berdebat dengan cara yang baik, dan lebih sempurna lagi jika Beliau memiliki pembantu yang membantu apa yang diharapkannya, hal itu karena suara jika banyak tentu akan berpengaruh berbeda jika hanya seorang diri. Oleh karena itulah Nabi Musa ‘alaihis salam meminta semua itu dan kemudian permintaan Beliau dikabulkan. Ayat ini menunjukkan perlunya ada kesiapan dalam berdakwah serta segala sebab yang dapat memperlancar dakwah, dan untuk memperolehnya adalah dengan meminta kepada Allah kemudian berusaha untuk memilikinya. Jika kita memperhatikan kepada para nabi dan rasul, tentu kita akan menemukan kesamaan hanya sesuai kondisi ketika itu, misalnya adalah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, sifat–sifat Beliau sungguh utama dan mulia, dada Beliau lapang, lisannya fasih, bagus dalam menerangkan serta memiliki pembantu-pembantu dalam menegakkan kebenaran, yaitu para sahabat.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Mengabulkan permohonan nabi musa, dia berfirman, 'sungguh, telah diperkenankan semua permintaanmu itu, wahai musa. Terimalah anugerah besar kami itu kepadamu. 37-38. Dan wahai musa, ketahuilah bahwa sesungguhnya tanpa engkau minta pun, kami telah memberi nikmat kepadamu pada kesempatan yang lain sebelum ini, yaitu ketika kami mengilhamkan kepada ibumu sesudah kelahiranmu sesuatu yang diilhamkan, yaitu cara menyelamatkanmu dari rencana keji fir'aun.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Thaha Ayat 37 Arab-Latin, Surat Thaha Ayat 38 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Thaha Ayat 39, Terjemahan Tafsir Surat Thaha Ayat 40, Isi Kandungan Surat Thaha Ayat 41, Makna Surat Thaha Ayat 42

Category: Surat Thaha

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!