Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Thaha Ayat 24

اذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ

Arab-Latin: Iż-hab ilā fir'auna innahụ ṭagā

Terjemah Arti: Pergilah kepada Fir'aun; sesungguhnya ia telah melampaui batas".

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Pergilah engkau (wahai Musa) kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah berbuat melampaui batas kewajaran sebagai manusia dan membangkang terhadap Tuhannya. Maka serulah dia untuk mentauhidkan Allah dan beribadah kepadaNya.”

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

24. Maka pergilah engkau -wahai Musa- kepada Fir'aun, sesungguhnya dia benar-benar telah melampaui batas dalam kekafiran dan kedurhakaan terhadap Allah.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

24. اذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ (Pergilah kepada Fir’aun; sesungguhnya ia telah melampaui batas)
Yakni kafir dan melampaui batas.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

24. Pergilah kepada Fir’aun sebagai seorang rasul, wahai Musa! Sesungguhnya dia itu telah melampaui batas kekufuran, keangkuhan dan kesombongan sampai menganggap diri sebagai Tuhan. Ajaklah dia untuk mengesakan dan menaati Allah.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Dalam kekafiran, membuat kerusakan dan dalam kesombongan serta dalam menindas kaum lemah. Melampaui batas dalam kekafiran adalah sikapnya sampai mengaku sebagai tuhan. Sikap melampaui batas inilah yang menyebabkan Fir’aun binasa, akan tetapi termasuk rahmat Allah, kebijaksanaan dan keadilan-Nya adalah Dia tidak mengazab seorang pun kecuali setelah hujjah tegak dengan dikirimkan rasul. Ketika itu, Musa ‘alaihis salam mengetahui bahwa tugasnya itu sungguh berat karena diutus kepada orang yang angkuh dan sombong ini, di mana tidak ada seorang pun di Mesir yang berani menentangnya, sedangkan Musa ‘alaihis salam hanya seorang diri dan dahulu Beliau telah melakukan perbuatan yang telah dilakukannya, yaitu membunuh tanpa sengaja, di mana hal ini menambah berat lagi bebannya, maka Nabi Musa ‘alaihis salam mengikuti perintah Allah dan menerimanya dengan dada yang lapang, Beliau pun meminta kepada Allah pertolongan-Nya serta agar dimudahkan semua sebab yang menjadi sempurnanya dakwah sebagaimana disebutkan permintaannya di ayat selanjutnya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Usai membekali nabi musa dengan dua mukjizat, Allah memerintahnya untuk berdakwah. Wahai nabi musa, pergilah kepada fir'aun. Sesungguhnya dia benar-benar telah melampaui batas dalam kedurhakaannya kepada-ku dan kesewenangan terhadap sesama manusia. '25-28. Nabi musa menyadari betapa berat tugas yang Allah amanahkan kepadanya. Dia memohon kepada-Nya seraya berkata, 'ya tuhanku, lapangkanlah dadaku sehingga jiwaku mampu menanggung tantangan tugasku, dan mudahkanlah untukku urusanku sehingga dakwahku tidak menemui kesulitan, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku yang menghalangi kelancaranku dalam menyampaikan pesan-Mu agar mereka mengerti perkataanku dengan baik. '.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Thaha Ayat 25 Arab-Latin, Surat Thaha Ayat 26 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Thaha Ayat 27, Terjemahan Tafsir Surat Thaha Ayat 28, Isi Kandungan Surat Thaha Ayat 29, Makna Surat Thaha Ayat 30

Category: Surat Thaha

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!