Surat Thaha Ayat 1-5

طه

Arab-Latin: ṭā hā

Terjemah Arti: Thaahaa.

Tafsir Surat Thaha Ayat 1-5

Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk caranya

Didapati variasi penafsiran dari para ahli tafsir terhadap kandungan surat thaha ayat 1-5, di antaranya seperti berikut:

Keterangan tentang huruf-huruf yang terpisah-pisah (seperti ini) telah berlalu di muka pada permulaan surat al- Baqarah. (Tafsir al-Muyassar)

Ṭā Hā. Pembahasan tentang huruf-huruf semacam ini sudah ada di awal surah Al-Baqarah. (Tafsir al-Mukhtashar)

Keutamaan: Penjelasan tentang keutamaannya akan dijelaskan di surah Al-Anbiya’ 1. Thaa, Haa, yaitu dua huruf untuk menarik perhatian dan memberi tantangan untuk melemahkan Al-Qur’an yang sepanjang isinya tersusun dari huruf-huruf yang digunakan dalam bahasa Arab. (Tafsir al-Wajiz)

طه (Thaahaa) Penjelasan atas huruf-huruf muqattha’ah yang terdapat pada awal surat seperti pada awal surat thaha ini telah disebutkan pada awal surat al-Baqarah. Pendapat lain mengatakan bahwa huruf-huruf yang ada di awal surat ini bukan termasuk dari huruf-huruf muqattha’ah, dan maksud dari kata ini adalah: Hai Muhammad, duduklah di atas tanah. Ibnu al-Anbary berkata: perintah ini ditujukan kepada beliau ketika Rasulullah terus menahan beratnya shalat yang beliau kerjakan dengan sangat panjang sampai kaki beliau hampir-hampir bengkak. (Zubdatut Tafsir)

مَآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْقُرْءَانَ لِتَشْقَىٰٓ

mā anzalnā 'alaikal-qur`āna litasyqā

Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah;

Kami tidak menurunkan kepadamu (wahai Rasul) al-Qur’an ini agar kamu menjadi celaka disebabkan ketidakmampuanmu mengamalkannya. (Tafsir al-Muyassar)

Tidaklah Kami menurunkan Al-Qur`ān kepadamu -wahai Rasul- untuk menjadi sebab kesusahan dirimu karena kaummu berpaling dari keimanan kepada dirimu. (Tafsir al-Mukhtashar)

Wahai Nabi, Kami tidak menurunkan Al-Qur’an untuk menguras tenagamu karena sangat lelah dalam beribadah atau karena sangat merugi dan sedih atas kekufuran kaummu dan penolakan mereka untuk beriman kepada risalahmu. Maka ringankanlah dirimu. Maqatil berkata: “Abu Jahal dan Nadhr bin Harits berkata kepada Nabi SAW: “Sesungguhnya kamu akan susah karena meninggalkan agama kami” hal itu dikatakan karena mereka berdua melihat Nabi lama dalam beribadah dan berusaha. Kemudian Allah SWT menurunkan ayat ini: {Maa Anzalnaa ..} [2]” (Tafsir al-Wajiz)

مَآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْءَانَ لِتَشْقَىٰٓ (Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah) Yakni akibat kesedihanmu karena mereka tidak beriman, sesungguhnya keimanan mereka bukanlah tanggungjawabmu. (Zubdatut Tafsir)

إِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَن يَخْشَىٰ

illā tażkiratal limay yakhsyā

tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),

Akan tetapi, Kami menurunkannya sebagai nasihat (pelajaran) agar dapat mengambil pelajaran dengannya orang-orang yang takut kepada siksaan Allah, lalu dia menghindarinya dengan menjalankan kewajiban-kewajiban dan menjauhi apa-apa yang diharamkan. (Tafsir al-Muyassar)

Kami tidaklah menurunkannya melainkan sebagai peringatan bagi orang yang diberikan petunjuk oleh Allah agar merasa takut kepada-Nya. (Tafsir al-Mukhtashar)

Kami tidak menurunkannya kecuali sebagai pengingat dan pelajaran bagi orang yang takut kepada Allah (Tafsir al-Wajiz)

إِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَن يَخْشَىٰ (tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah)) Yakni al-Qur’an yang Kami turunkan kepadamu adalah sebagai peringatan bagi orang yang diberi taufik oleh Allah untuk takut kepada-Nya, dan kamu tidak diperintahkan untuk memaksa mereka agar beriman. (Zubdatut Tafsir)

تَنزِيلًا مِّمَّنْ خَلَقَ ٱلْأَرْضَ وَٱلسَّمَٰوَٰتِ ٱلْعُلَى

tanzīlam mim man khalaqal-arḍa was-samāwātil-'ulā

yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.

Al-Qur’an ini diturunkan dari Allah yang telah menciptakan bumi dan langit yang tinggi. (Tafsir al-Muyassar)

Ia diturunkan oleh Allah yang menciptakan bumi ini, dan menciptakan langit-langit yang tinggi, itulah Al-Qur`ān yang agung karena diturunkan dari sisi Tuhan Yang Maha Agung. (Tafsir al-Mukhtashar)

Kami menurunkannya dari sisi Sang Pencipta Bumi dan Langit yang tinggi. Maksudnya yaitu untuk memberitahukan tentang keagungan turunnya Al-Qur’an. (Tafsir al-Wajiz)

تَنزِيلًا مِّمَّنْ خَلَقَ الْأَرْضَ وَالسَّمٰوٰتِ الْعُلَى (yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi) Ini merupakan penjelasan tentang kesempurnaan kebesaran Allah yang menurunkan al-Qur’an agar mereka menghargainya dengan sepatutnya. (Zubdatut Tafsir)

ٱلرَّحْمَٰنُ عَلَى ٱلْعَرْشِ ٱسْتَوَىٰ

ar-raḥmānu 'alal-'arsyistawā

(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas 'Arsy.

(Yaitu) Yang Maha Pengasih, Yang bersemayam di atas Arasy. Maksudnya, tinggi dan berada di atas (nya), bersemayam yang sesuai dengan keagungan dan kebesaranNYa. (Tafsir al-Muyassar)

Yaitu Tuhan Yang Maha Pengasih, yang berada dan bersemayam di atas Arasy dengan sifat ketinggian yang sesuai dengan kemuliaan-Nya. (Tafsir al-Mukhtashar)

Sang Maha Pengasih yang beristiwa’ (Meninggi dan naik) di atas Arsy kerajaanNya. Itu adalah istiwa’ yang pantas untukNya tanpa ada yang menyerupai dan tidak bisa diumpamakan (Tafsir al-Wajiz)

الرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ (Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas ‘Arsy) Telah dijelaskan tafsir dari ayat ini pada surat al-A’raf: 54. (Zubdatut Tafsir)

Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Demikianlah berbagai penjabaran dari para mufassirin terhadap isi surat thaha ayat 1-5, moga-moga menambah kebaikan untuk kita semua. Bantulah kemajuan kami dengan memberi tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Terkait: « | »

Kategori: Tafsir Serial

Artikel: Topik, Serial, Doa Dzikir, Lain-lain, Updates