Surat Ali ‘Imran Ayat 139

وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Arab-Latin: Wa lā tahinụ wa lā taḥzanụ wa antumul-a'launa ing kuntum mu`minīn

Artinya: Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

« Ali 'Imran 138Ali 'Imran 140 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Kandungan Menarik Mengenai Surat Ali ‘Imran Ayat 139

Paragraf di atas merupakan Surat Ali ‘Imran Ayat 139 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa kandungan menarik dari ayat ini. Terdapat beberapa penjelasan dari kalangan ulama berkaitan kandungan surat Ali ‘Imran ayat 139, misalnya seperti termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan jangalah kalian menjadi lemah (wahai orang-orang yang beriman) dari memerangi musuh-musuh kalian, dan janganlah bersedih atas apa yang telah menimpa kalian pada perang uhud, sedangkan kalian meraih kemenangan dan mereka menderita kekalahan jika kalian beriman kepada Allah dan rosul-Nya, dan mengikuti syariat-syariatNya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

139. Allah menghibur para sahabat atas luka dan kematian yang mereka dapatkan di parang Uhud: “Janganlah kalian bersikap lemah dalam memerangi musuh kalian, dan merasa ragu terhadap janji Allah untuk menolong agama-Nya meski kalian dikalahkan, dan janganlah meratapi apa yang telah menimpa kalian, kalian akan mengalahkan mereka jika kalian beriman kepada Rasulullah atas janjinya kepada kalian.


Syeikh Ibnu Taimiyah berkata: Mereka lebih unggul jika mereka beriman meskipun mereka telah dikalahkan. Ka’ab bin Zuhair menyifati para sahabat:
Bukanlah suatu kebahagiaan jika tombak-tombak mereka mengenai sasaran pada suatu hari,
Bukan pula suatu kesedihan jika mereka yang terkena sasaran.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

139. Janganlah kalian -wahai orang-orang mukmin- menjadi lemah dan bersedih hati atas apa yang menimpa kalian dalam perang Uhud. Tidak sepatutnya kalian bersikap seperti itu. Karena kalian adalah orang-orang yang paling mulia dengan keimanan kalian, dan paling terhormat dengan adanya bantuan Allah dan harapan akan datangnya pertolongan dari-Nya, jika kalian beriman kepada Allah dan percaya akan janji-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

139. وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ (Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih
hati)
Makna (الوهن) adalah kelemahan, ketidakmampuan, ketidaksiapan, dan kebosanan
dalam menapaki sebab-sebab kekuatan.
Allah menghibur mereka atas apa yang menimpa mereka di perang Uhud yang terbunuh
dan terlukanya sebagian mereka, dan menganjurkan mereka untuk tetap memerangi
musuh dan melarang mereka dari kelemahan dan ketidakmampuan.

الْأَعْلَوْنَ (padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya))
Yakni Allah menjelaskan kepada mereka bahwa mereka lebih tinggi derajatnya dari
pada musuh mereka dalam hal pertolongan dan kemenangan setelah kekalahan ini.

إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ (jika kamu orang-orang yang beriman)
Yakni jika kalian adalah orang-orang beriman maka janganlah kalian bersikap lemah
dan jangan pula bersedih hati.
Atau yang dimaksud adalah jika kalian orang-orang yang beriman maka kalian adalah
orang-orang yang paling tinggi derajatnya.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

1 ). Kalian adalah orang-orang yang paling tinggi derajatnya terhadap apa yang kalian perjuangkan, maka sesungguhnya kalian tengah berada dalam kebenaran, sedangkan mereka sedang berada dalam kebathilan, kalian adalah orang-orang yang paling tinggi derajatnya disisi dzat yang kalian perjuangkan nama-Nya : maka peperangan yang kalian ikuti adalah untuk Allah, sedangkan peperangan mefreka untuk syaithon, kalian adalah orang-orang yang paling tinggi derajatnya di tempat yang paling bagi kalian : maka peperangan yang kalian perjaungkan akan terbalas dengan syurga Allah, sedangkan usaha mereka hanya akan dibalas dengan api neraka.

2 ). DIkatakan kepada orang-orang beriman setelah mereka ditimpa oleh kekalahan dan kerugian pada perang Uhud : { وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ } "padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman" , oleh karena itu sekalipun keterbelakangan kita pada perkara dunia, tetapi sesungguhnya kira adalah orang-rang yang paling tinggi derajatnya dengan keimanan.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

139 Janganlah kamu bersikap lemah dalam memerangi orang kafir, dan janganlah pula kamu bersedih hati atas pembunuhan dan luka pada perang Uhud, sesungguhnya kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya. Yang mendapatlkan pertolongan dari musuh kalian. Jika kalian orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Ayat ini turun sebagai pelipur lara Nabi dan orang-orang mukmin atas apa yang telah menimpa mereka pada perang Uhud.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Janganlah kalian merasa lemah} merasa lemah {dan jangan bersedih hati, padahal kalian lebih tinggi} orang-orang yang lebih unggul {jika kalian adalah orang-orang mukmin


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

139. Allah berfirman untuk menyemangatkan hamba-hambaNya yang beriman dan menguatkan tekad mereka serta membangkitkan keinganan mereka, “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, ” maksudnya, janganlah kalian lemah semangat dan lemah pada tubuh kalian, dan janganlah kalian bersedih hati ketika kalian tertimpa oleh suatu musibah dan diuji dengan ujian seperti ini. Karena kesedihan dalam hati dan dan kelemahan pada pada tubuh (justru) akan menambah musibah pada diri kalian, dan akan menjadi faktor pembangkit (kemenangan) bagi musuh kalian atas diri kalian; akan tetapi kuatkanlah hati kalian dan tegarkan, lalu buanglah kesedihan darinya hingga kalian kuat dalam memerangi musuh kalian. Allah telah menyebutkan bahwa tidaklah patut bagi mereka untuk lemah dan bersedih padahal mereka itu paling tinggi kedudukannya dalam keimanan dan mereka mengharap pertolongan Allah dan pahalaNya. Karena itu seorang Mukmin yang mengharapkan sesuatu yang telah dijanjikan oleh Allah berupa balasan duniawi dan ukhrawi tidaklah patut baginya hal tersebut. Oleh karena itu, Allah berfirman, “padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”
Kemudian Allah menghibur mereka karena mereka telah menderita kekalahan, dan Allah menjelaskan tentang hikmah-hikmah yang agung yang berkaitan dengan hal tersebut seraya berfirman,


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 137-143
Allah SWT berfirman sembari menyampaikan kepada hamba-hambaNya yang mukmin yang terluka pada hari perang Uhud dan tujuh puluh di antara mereka tewas: (Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnatullah) yaitu telah terjadi hal yang serupa pada umat-umat yang telah ada sebelum kalian, yaitu orang-orang yang mengikuti para nabi. Kemudian kemenangan bagi mereka, dan kehancuran atas orang-orang kafir. Oleh karena itu Allah berfirman: (Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan) Lalu Allah SWT berfirman: (ini adalah penerangan bagi seluruh manusia) yaitu Al-Quran, yang di dalamnya terdapat penjelasan perkara dengan jelas, serta gambaran bagaimana umat-umat terdahulu berhadapan dengan musuh-musuh mereka. (dan petunjuk serta pelajaran) Al-Qur’an mengandung berita tentang apa yang terjadi sebelum kalian (petunjuk) bagi hati kalian (pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa) yaitu mereka yang menjauhi perbuatan maksiat dan dosa.
Kemudian Allah SWT berfirman sembari menghibur orang-orang mukmin: (Janganlah kamu bersikap lemah) yaitu janganlah kalian lemah akibat hal yang telah terjadi (dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi jika kamu orang-orang yang beriman) yaitu kemenangan dan pertolongan akan menjadi milik kalian, wahai orang-orang mukmin, (Jika kamu mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun mendapat luka yang serupa) yaitu jika kalian menerima luka dan ada yang tewas di antara kalian, maka musuh-musuh kalian juga sebelumnya merasakan hal itu berupa tewas dalam perang dan terluka (Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia) yaitu terkadang giliran kemenangan musuh atas kalian, meskipun kemenangan akhir akan menjadi milik kalian, karena itu adalah hikmah dari Kami. Oleh Karena itu Allah berfirman: (dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman) Ibnu Abbas berkata terkait hal ini: “Kami ingin melihat siapa yang bersabar dalam menghadapi musuh-musuhnya.” (supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada') yaitu mereka yang mati di jalan Allah dan berkorban untuk mendapatkan keridhaanNya. (Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim (140) Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman) yaitu Dia menghapus dosa-dosa mereka jika mereka memiliki dosa. Jika tidak, maka Allah akan mengangkat derajat mereka sesuai dengan musibah yang menimpa mereka.
Allah SWT berfirman, (dan membinasakan orang-orang yang kafir) yaitu ketika mereka menang, berbuat zalim, dan sombong, maka hal itu akan menjadi sebab, kehancuran, kerusakan, kekalahan, dan kebinasaan mereka. Kemudian Allah berfirman, (Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar (142)) yaitu apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk Surga tanpa menghadapi diuji dengan peperangan dan kesulitan perang sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah: (Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat (214)) (Surah Al-Baqarah) dan Alif laam miim ((1) Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (2) Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (3)) (Surah Al-Ankabut) Oleh karena itu Allah SWT berfirman di sini, (Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar (142)) yaitu kalian tidak akan bisa memasuki surge sampai kalian diuji dan Allah melihat orang-orang yang berjuang di jalanNya di antara kalian dan orang-orang yang bersabar dalam mengahadapi musuh. FIrman Allah (Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya (143)) yaitu wahai orang-orang mukmin, sebelum hari ini, kalian menginginkan untuk berhadapan dengan musuh, kalian ingin menghancurkan mereka, ingin melawan mereka. Sekarang, apa yang kalian harapankan dan inginkan itu telah terwujud, jadi berjuanglah dan bersabarlah. Telah disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian mengharapkan pertemuan dengan musuh, dan berdoalah kepada Allah agar mendapat keselamatan, jika kalian berhadapan dengan musuh, maka bersabarlah, dan ketahuilah bahwa surga berada di bawah naungan pedang.” Oleh karena itu, Allah SWT berfirman, (sungguh kamu telah melihatnya) yaitu kalian telah melihat kematian dalam kilatan pedang, pertukaran anak panah, dan barisan orang untuk berperang, dan orang-orang yang menggambarkan ini dengan khayalannya, yaitu menyaksikan sesuatu yang tidak bisa dirasakan sebelumnya seperti yang dirasakan oleh domba yang merasa aman di samping seekor domba jantan lalu yang merasa terancam oleh serigala.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Ali ‘Imran ayat 139: Dan janganlah kamu lemah dan janganlah kamu berduka-cita, karena kamulah orang-orang yang paling tinggi jika kamu (memang) orang-orang yang beriman.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Di ayat ini, Allah membangkitkan semangat kaum mukmin.

Dalam berjihad melawan orang-orang kafir.

Karena kekalahanmu di perang Uhud. Hal itu, padahal merasa lemah dan bersedih akan menambah musibah bagi kamu.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ali ‘Imran Ayat 139

Setelah menjelaskan sunatullah dan bagaimana kesudahan orangorang yang melanggar sunatullah tersebut, pada ayat ini Allah memberi motivasi agar kesedihan akibat kegagalan dalam perang uhud tidak berkepanjangan. Dan janganlah kamu merasa lemah menghadapi musuh, dan jangan pula bersedih hati karena kekalahan dalam perang uhud, sebab kamu paling tinggi derajatnya di sisi Allah, jika kamu orang beriman dengan sebenar-benarnya. Jika kamu pada perang uhud mendapat luka, maka mereka pun pada perang badar mendapat luka yang serupa. Dan masa kejayaan dan kehancuran, kemenangan dan kekalahan itu, kami pergilirkan di antara manusia agar mereka mendapat pelajaran bahwa Allah pengatur segalanya, dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman dengan orangorang kafir dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya gugur sebagai syuhada, yaitu orang-orang yang disaksikan keagungannya atau menjadi saksi kebenaran. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim sehingga tidak menjadikan mereka syuhada.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Demikianlah sekumpulan penjabaran dari banyak ahli ilmu terkait makna dan arti surat Ali ‘Imran ayat 139 (arab-latin dan artinya), moga-moga berfaidah bagi kita semua. Dukung perjuangan kami dengan memberikan link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Artikel Banyak Dikunjungi

Terdapat banyak halaman yang banyak dikunjungi, seperti surat/ayat: An-Naba, Al-Isra 32, Al-A’la, Al-Qadr, Al-Falaq, Do’a Setelah Adzan. Juga Adh-Dhuha, Al-Hujurat 13, Al-Kafirun, Seribu Dinar, Al-Fatihah, Yusuf 28.

  1. An-Naba
  2. Al-Isra 32
  3. Al-A’la
  4. Al-Qadr
  5. Al-Falaq
  6. Do’a Setelah Adzan
  7. Adh-Dhuha
  8. Al-Hujurat 13
  9. Al-Kafirun
  10. Seribu Dinar
  11. Al-Fatihah
  12. Yusuf 28

Pencarian: surat thaha ayat 25-28 arab, ayat terakhir al baqarah, at takatsur artinya, doa sesudah azan, surat luqman ayat 14

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: