Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Hud Ayat 83

مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ ۖ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ

Arab-Latin: Musawwamatan 'inda rabbik, wa mā hiya minaẓ-ẓālimīna biba'īd

Terjemah Arti: Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Yang berasal dari sisi Allah dengan bertanda yang jelas, yang berbeda dengan bentuk bebatuan bumi. Dan bebatuan yang kami hujankan pada kaum luth, bukan tidak mungkin orang-orang kafir quraisypun mengalami hujan batu serupa. Dalam ayat ini terdapat ancaman bagi setiap pendurhaka lagi penentang terhadap Allah.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

83. Batu itu diberi tanda khusus oleh Allah. Dan batu itu tidaklah jauh dari orang-orang yang zalim dari suku Quraisy maupun lainnya. Batu itu dekat dengan mereka ketika Allah memutuskan untuk menurunkannya kepada mereka.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

83. مُّسَوَّمَةً (Yang diberi tanda)
Yakni pada batu tersebut terdapat tanda kaum yang akan dilempar dengan batu tersebut.
Terdapat pendapat mengatakan pada batu itu terdapat tanda seperti cincin-cincin.
Terdapat pula pendapat mengatakan pada setiap batu tersebut tertulis nama orang yang akan dilempar dengannya.

عِندَ رَبِّكَ ۖ (oleh Tuhanmu)
Pada perbendaharaan-Nya.

وَمَا هِىَ مِنَ الظّٰلِمِينَ(dan siksaan itu dari orang-orang yang zalim)
Yakni batu-batu ini bagi setiap orang zalim. Dan kemungkinan yang dimaksud dengan orang zalim yakni orang yang melakukan kekejian kaum Luth.

بِبَعِيدٍ (tiadalah jauh)
Karena mereka berhak mendapatkan siksa lemparan batu ini akibat kezaliman mereka.

Terdapat pendapat mengatakan maknanya adalah tidaklah negeri kaum Luth terlalu jauh, karena ia terletak antara negeri Syam dan Madinah, tempat ini tidaklah jauh dari Makkah.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

83. Bebatuan ini diberi tanda khusus bahwa azab tersebut dari sisi Tuhanmu dan berada di gudang-gudangNya yang memang diperuntukkan bagi mereka bukan lainnya. Dan (jarak) bebatuan atau kaum Luth ini tidak jauh dari orang-orang kafir Mekah dan sekitarnya. Mereka melewatinya dalam perjalanan menuju Syam. Ini merupakan ancaman bagi setiap orang zalim.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Makna kata :
(مُّسَوَّمَةً) musawwamah : bertanda khusus.
(عِندَ رَبِّكَۖ) ‘inda rabbik : dari sisi Allah.

Makna ayat :
Firman-Nya (مُّسَوَّمَةً) tersusun serta bertanda dengan nama target. Firman-Nya (عِندَ رَبِّكَۖ) telah diberi tanda dari sisi Rabb mu, wahai Rasulullah. (وَمَا هِيَ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ بِبَعِيدٖ) Tidaklah negeri yang hancur yang berisi orang-orang zalim, kaum musyrikin arab (بِبَعِيدٖ) tidak jauh berbeda, atau tidaklah turunnya bebatuan yang menghancurkan kaum Luth tidak akan jauh dari orang-orang zalim.

Pelajaran dari ayat :
• Ancaman bagi orang-orang zalim dengan hukuman yang paling keras pada setiap zaman dan lokasi.

Aisarut Tafasir / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, pengajar tafsir di Masjid Nabawi

Yakni nama-nama orang yang akan dilempari batu tertera di batu tersebut. Ada yang mengatakan, di batu itu ada tanda azab dan kemurkaan dari Allah Azza wa Jalla, wallahu a’lam.

Yakni batu itu tidak jauh dari orang-orang yang zalim. Sebagian mufassir mengartikan bahwa negeri kaum Luth yang dibinasakan itu tidak jauh dari penduduk Mekah yang zalim (orang-orang musyrik). Oleh karena itu, hendaknya manusia takut kalau sekiranya mereka berbuat seperti yang dilakukan kaum Luth akan tertimpa azab sebagaimana kaum Luth.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Azab yang ditimpakan kepada kaum nabi lut yang diberi tanda oleh tuhanmu mengandung pesan, bahwa apa yang menimpa kaum nabi lut bisa jadi menimpa siapa saja. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim kapan dan di mana saja berada pada setiap kurun waktu sepanjang zaman. Apabila perbuatan keji merajalela di tengah-tengah masyarakat, dan perbuatan itu mereka lakukan secara terang-terangan. Setelah diuraikan kisah kaum nabi lut yang diazab oleh Allah akibat kedurhakaan dan perbuatan keji yang mereka lakukan, kemudian diuraikan kembali kisah umat terdahulu, yaitu kaum nabi syuaib sebagai pelajaran bagi umat nabi Muhammad. Dan kepada penduduk madyan, kami utus saudara satu keturunan dengan mereka, yaitu nabi syuaib. Dia berkata, wahai kaumku! sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu yang berhak disembah selain dia. Kemudian nabi syuaib menasihati mereka seraya berkata, dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan dalam berniaga, karena perbuatan itu sama saja menipu manusia. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik ekonominya ditopang dengan keadaan wilayah yang subur, sehingga hidup makmur, bahagia dan sejahtera sehingga tidak perlu melakukan kecurangan. Dan sesungguhnya aku khawatir jika kamu menipu dan berbuat curang, kamu akan ditimpa azab pada suatu hari yang merata, yakni azab itu menimpa seluruh manusia yang ada di dalamnya karena dahsyatnya azab tersebut, sehingga tidak ada satu pun yang selamat.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Hud Ayat 84 Arab-Latin, Surat Hud Ayat 85 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Hud Ayat 86, Terjemahan Tafsir Surat Hud Ayat 87, Isi Kandungan Surat Hud Ayat 88, Makna Surat Hud Ayat 89

Category: Surat Hud

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!