Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Hud Ayat 16

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Arab-Latin: Ulā`ikallażīna laisa lahum fil-ākhirati illan-nāru wa ḥabiṭa mā ṣana'ụ fīhā wa bāṭilum mā kānụ ya'malụn

Terjemah Arti: Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Mereka itu adalah orang-orang yang tidak mendapatkan di akhirat, kecuali neraka jahanam yang mana mereka akan merasakan panasnya, dan hilangah dari mereka manfaat amal-amal yang telah mereka perbuat, dan sia-sialah perbuatan mereka, lantaran dikerjakan bukan karena wajah Allah.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

16. Orang-orang yang memiliki tujuan yang hina itu tidak akan mendapatkan balasan apapun di Hari Kiamat selain Neraka yang akan mereka masuki. Pahala amal baik mereka musnah. Dan amal perbuatan mereka sia-sia belaka, karena tidak didahului dengan iman dan tidak disertai dengan tujuan yang baik. Amal perbuatan mereka tidak ditujukan untuk mendapatkan wajah Allah (ikhlas) dan kebahagiaan hidup di Akhirat.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

16. أُو۟لٰٓئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ (Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka)
Mereka tidak menginginkan akhirat dengan beramal amalan yang mengantarkan kepadanya, yang menjadikannya berhak untuk mendapatkan balasan yang baik di kehidupan akhirat.

وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا۟( dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan)
Yakni di kehidupan akhirat nanti, jelaslah bahwa amalan yang mereka perbuat menjadi sirna. Mereka merusaknya dengan rusaknya niat mereka dan tidak ikhlas karena Allah saat melakukan amalan-amalan itu.

وَبٰطِلٌ مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ (dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.)
Kerena ia tidak beramal dengan cara yang benar yang dapat menjadikan mereka berhak untuk mendapat balasan yang baik.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

16. Itulah orang-orang yang tidak mempunyai amal apapun, kelak di akhirat tidak memperoleh apapun kecuali neraka. Di akhirat kelak amal kebaikan dan segala usaha mereka di dunia akan lenyap dan sia-sia, karena amal mereka bukan karena Allah SWT

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Makna kata :
(وحبط) Wa habitha : Hilang dan rusak.

Makna ayat :
Kemudian sekiranya mereka tidak bertaubat, dan mati dalam keadaan kafir,maka tidak ada tempat kembali untuk mereka kecuali neraka. (و حبط ما صنعوا) hilanglah semua yang telah mereka kerjakan di dunia. Inilah makna dari firman-Nya : (مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيۡهِمۡ أَعۡمَٰلَهُمۡ فِيهَا وَهُمۡ فِيهَا لَا يُبۡخَسُونَ ١٥ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيۡسَ لَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُواْ فِيهَا وَبَٰطِلٞ مَّا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ١٦).

Pelajaran dari ayat :
• Orang kafir tidak akan memperoleh manfaat dari amal-amalnya sekalipun termasuk amal saleh, dan kerugian pasti menimpanya.

Aisarut Tafasir / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, pengajar tafsir di Masjid Nabawi

Seperti usaha mereka membuat makar terhadap kebenaran dan orang-orangnya, demikian pula amal baik mereka yang tidak didasari iman atau ikhlas karena Allah yang merupakan syarat diterimanya.

Maksudnya apa yang mereka usahakan di dunia itu tidak ada pahalanya di akhirat.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Orang-orang yang amal perbuatannya hanya berorientasi duniawi semata, itulah orang-orang yang tidak memperoleh sesuatu di akhirat kecuali neraka. Mereka berusaha di dunia bukan atas dorongan iman, taat, pendekatan diri kepada Allah, dan membersihkan diri dari dosa, maka sia-sialah di akhirat sana apa yang telah mereka usahakan berupa harta kekayaan dan pangkat selama di dunia. Dan oleh karenanya, terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan selama hidup di dunia. Bagi orang yang bekerja hanya untuk mencari kebahagiaan dan kemewahan dunia, Allah pasti akan berikan sesuai dengan apa yang mereka usahakan. Setelah ayat sebelumnya menjelaskan tentang kelompok orang yang hanya mengejar kemewahan hidup di dunia, tanpa mempersiapkan diri untuk kehidupan di akhirat, ayat berikut ini menjelaskan tentang keberadaan orang-orang yang percaya kepada ajaran yang dibawa oleh nabi Muhammad dan percaya kepada isi kandungan Al-Qur'an dan mereka yang tidak percaya kepada nabi serta ajaran yang terkandung dalam Al-Qur'an. Maka apakah orang yang sudah beriman kepada Allah serta mengikuti ajaran nabi Muhammad dan mereka mempunyai bukti yang nyata tentang kebenaran isi kandungan Al-Qur'an yang turun dari tuhannya sama dengan orang yang hanya mengejar kemewahan hidup di dunia saja' dan bukti kebenaran Al-Qur'an tersebut diikuti oleh saksi dari-Nya, yaitu Al-Qur'an yang membuktikan tentang kebenarannya sebagai wahyu Allah, dan sebelumnya sudah ada pula kitab taurat yang diturunkan kepada nabi musa yang memberi kabar gembira tentang kedatangan nabi Muhammad sebagai utusan Allah. Kitab suci yang diturunkan Allah kepada para rasul tersebut menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat manusia dan rahmat bagi mereka yang beriman dan berharap petunjuk kepadanya. Barang siapa mengingkarinya dan meragukan kebenaran isi kandungan Al-Qur'an di antara kelompok-kelompok orang quraisy yang taklid buta terhadap ajaran nenek moyang mereka yang sesat, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya. Karena itu janganlah engkau ragu terhadap kebenaran Al-Qur'an yang tidak mengandung kebatilan (lihat: surah fushshilat/41: 41-42). Sungguh, alqur'an itu kebenarannya benar-benar datang dari tuhanmu yang mahabijaksana lagi maha terpuji, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman kepada-Nya. Sekalipun bukti-bukti kebenaran nabi Muhammad sebagai utusan Allah dan Al-Qur'an adalah wahyu Allah sudah jelas, namun orang-orang kafir tetap tidak memercayainya. Orang-orang kafir tidak percaya kepada nabi Muhammad dan ajaran-ajaran Al-Qur'an, karena hati mereka tertutup oleh sifat dengki, sombong, dan angkuh.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Hud Ayat 17 Arab-Latin, Surat Hud Ayat 18 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Hud Ayat 19, Terjemahan Tafsir Surat Hud Ayat 20, Isi Kandungan Surat Hud Ayat 21, Makna Surat Hud Ayat 22

Category: Surat Hud

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!