Surat Hud Ayat 15

مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَٰلَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ

Arab-Latin: Mang kāna yurīdul-ḥayātad-dun-yā wa zīnatahā nuwaffi ilaihim a'mālahum fīhā wa hum fīhā lā yubkhasụn

Terjemah Arti: Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.

Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Tafsir Surat Hud Ayat 15

Ditemukan pelbagai penjabaran dari beragam pakar tafsir berkaitan makna surat Hud ayat 15, misalnya sebagaimana tercantum:

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Barangsiapa mengharapkan dengan amalnya, kehidupan dunia dan kesenangan-kesenangannya, niscaya kami akan memberikan kepada mereka apa yang telah dibagikan bagi mereka berupa imbalan amal-amal yang mereka perbuat dengan balasan yang penuh dalam kehidupan dunia, mereka tidak mengalami pengurangan sedikitpun dari balasan mereka.


Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

15. Siapa yang beramal karena ingin mendapatkan keuntungan dan kesenangan duniawi yang fana, dan tidak menginginkan Akhirat, maka Kami berikan balasan amalnya di dunia dalam bentuk kesehatan, keamanan, dan kekayaan yang berlimpah, tanpa mengurangi balasan amal mereka sedikitpun.


Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

15. Barangsiapa yang keinginannya adalah dunia, sehingga tenaganya hanya untuk mengejarnya dan melupakan akhiratnya; niscaya dia akan mendapatkan dunia itu sesuai dengan tenaga dan usaha yang dia kerahkan; dia sama sekali tidak dizalimi, namun diberi balasan dunia sesuai apa yang dia usahakan.


Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

15. مَن كَانَ يُرِيدُ الْحَيَوٰةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمٰلَهُمْ فِيهَا (Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna)
Yakni dibalas dengan balasan tersebut, seperti kesehatan, rasa aman, kelapangan rezaki, bertambahnya keberuntungan, perintah yang ditaati, dan lain sebagainya; dan hal ini jika Allah menghendakinya, sebagaimana firman Allah:
من كان يريد العاجلة عجلنا له فيها ما نشاء لمن نريد
“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki”


Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

15. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia beserta segala perhiasannya, niscaya akan Kami berikan apa yang mereka inginkan. Akan Kami kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Mujahid berkata bahwa yang dimaksud itu adalah orang-orang kafir, dan orang mukmin yang suka riya’. Makna yang ditujukan kepada orang kafir itu ditunjukkan pada firman Allah Mereka adalah orang-orang yang...


Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

15. Allah berfirman “barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya” maksudnya segala keinginannya terbatas hanya pada kehidupan dunia berupa wanita, anak anak, emas, daan perak yang melimpah, kuda pilihan, ternak dan tanah pertanian maka sungguh dia telah memfokuskan keinginannya, usahanya dan pekerjaannya pada hal hal ini, dan tidak terbetik dalam keinginannya untuk alam akhirat sedikitpun, orang ini tidak lain melainkan orang kafir, karena jika dia adalah orang yang beriman, niscaya imannya menghalanginya untuk memberikan seluruh keinginannya kepada alam dunia, bahkan imannya itu sendiri dan amal perbuatan yang dilakukannya adalah salah satu tanda kalau dia itu menginginkan alam akhirat, akan tetapi orang yang sengsara ini yang sepertinya hanya diciptakan untuk dunia saja, ”niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna” maksudnya, kami memberi mereka sesuatu yang telah dibagikan kepada mereka di ummul kitab berupa balasan dunianya. ”dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan” tidak sedikit pun dari sesuatu yang ditakdirkan untuknya akan dikurangi, akan tetapi ini adalah puncak nikmat mereka.


Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Makna kata :
(الحياة الدنيا زينتها) al-hayatad dunya wa ziinatuhaa : Berupa harta, anak, pakaian, makanan dan minuman.
(نوف إليهم) Nuwaffi ilaihim : Kami berikan hasil amalan mereka secara sempurna.
(لا ييخسون) Laa yubkhasuun : hasil amalan mereka tidak dikurangi.

Makna ayat :
Ketika Allah telah membantah para pendusta, bahwa mereka tidak mampu membuat 10 surat seperti Al-Qur’an–karena mereka menuduh bahwa Al-Qur’an itu karangannya Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mereka tidak punya pilihan selain memilih antara dua jalan: jalan dunia atau akhirat: surga atau neraka, Allah berfirman (من كان يريد الحياة الدنيا و زينتها) “barangsiapa yang menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya”, berupa harta, keturunan, pangkat, kekuasaan dan pakaian yang mewah. (نوف إليهم أعمالهم فيها) “Kami berikan balasan dari amal mereka secara sempurna” tidak kurang sedikit pun tergantung besarnya usaha dan kerja keras, dan balasan mereka tidak dikurangi karena kekufuran dan maksiat mereka.

Pelajaran dari ayat :
• Bahwa kekufuran seseorang tidak menghalanginya untuk meraih apa yang ia usahakan.


Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Hud ayat 15: Yakni dengan tetap di atas syirk. Ada yang berpendapat, bahwa ayat ini turun berkenaan orang-orang yang berbuat riya’. Ayat ini juga bisa tertuju kepada orang-orang yang beribadah dengan maksud memperoleh dunia dan perhiasannya, seperti mereka yang mau menjadi muazin dengan syarat diberi imbalan, mau menjadi imam masjid dengan syarat diberi imbalan, mau berdakwah jika dibayar sekian, dsb.

Seperti wanita, anak-anak, harta yang banyak, emas, perak, kendaraan, hewan ternak, dan sawah ladang. Yakni barang siapa harapannya, usahanya dan amalnya tertuju kepada dunia dan perhiasannya saja, dan tidak berharap sama sekali kepada kehidupan akhirat, maka ia tidak memperoleh bagian sedikit pun di akhirat. Menurut sebagian ahli tafsir, bahwa ayat ini tertuju kepada orang kafir, karena kalau tertuju kepada orang mukmin, maka imannya akan menghalanginya dari sikapnya yang hanya berharap kepada dunia saja. Akan tetapi, ancaman ini tertuju kepada orang kafir maupun orang mukmin. Kepada orang mukmin, agar harapannya tidak tertuju kepada dunia saja, apalagi sampai menjadikan ibadah yang seharusnya dilakukan karena Allah, namun malah menjadikannya sarana untuk memperoleh dunia, Nas’alullahas salaamah wal ‘aafiyah.

Yakni Kami akan memberikan untuk mereka bagian dari kesenangan dunia sesuai yang tertulis dalam Lauh Mahfuzh.

Apa yang telah ditetapkan untuk mereka tidaklah dikurangi, akan tetapi sampai di sinilah akhir kesenangan mereka.


Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Hud Ayat 15

Setelah menjelaskan tentang bukti-bukti kebenaran ajaran islam dan kebenaran Al-Qur'an, maka ayat berikut ini menerangkan bahwa penyebab orang musyrik mendustakan Al-Qur'an adalah karena dorongan hawa nafsu yang cenderung mengutamakan urusan duniawi. Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dengan pangkat, kemewahan, serta kenikmatan hidup, dan menginginkan pula perhiasannya seperti harta kekayaan yang melimpah, fasilitas hidup yang lengkap dan mewah, pasti kami akan berikan balasan penuh atas pekerjaan dan jerih payah mereka selama di dunia dengan sempurna. Itulah ketetapan Allah yang berlaku bagi siapa saja yang bekerja akan mendapatkan hasil dari jerih payahnya, dan mereka di dunia tidak akan dirugikan oleh hasil usaha mereka sendiri. Orang-orang yang amal perbuatannya hanya berorientasi duniawi semata, itulah orang-orang yang tidak memperoleh sesuatu di akhirat kecuali neraka. Mereka berusaha di dunia bukan atas dorongan iman, taat, pendekatan diri kepada Allah, dan membersihkan diri dari dosa, maka sia-sialah di akhirat sana apa yang telah mereka usahakan berupa harta kekayaan dan pangkat selama di dunia. Dan oleh karenanya, terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan selama hidup di dunia. Bagi orang yang bekerja hanya untuk mencari kebahagiaan dan kemewahan dunia, Allah pasti akan berikan sesuai dengan apa yang mereka usahakan.


Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Demikian pelbagai penjabaran dari para ahli ilmu mengenai makna surat Hud ayat 15, semoga bermanfaat untuk kita semua. Sokonglah kemajuan kami dengan memberikan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Lainnya: Hud Ayat 16 Arab-Latin, Hud Ayat 17 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Hud Ayat 18, Terjemahan Tafsir Hud Ayat 19, Isi Kandungan Hud Ayat 20, Makna Hud Ayat 21

Kategori: Surat Hud

Terkait: « | »

Trending: Surat Yasin, Surat Al-Waqiah, Surat Al-Mulk, Surat Al-Kahfi, Ayat Kursi