Surat Al-‘Adiyat Ayat 8

وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.

Tafsir Al-Mukhtashar

8. Dan manusia sangat berlebihan mencintai harta hingga ia menjadi kikir.

Tafsir Al-Muyassar

Dan sesungguhnya manusia sangat mencintai harta.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

{ وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ } Dan sesungguhnya manusia benar-benar mencintai harta, kata " الْخَيْرِ " dalam ayat ini maksudnya adalah harta atau kekayaan, harta disebut juga dengan : الْخَيْرِ ( kebaikan ) , sebagaimana dalam firman Allah menyebutkan : { كُتِبَ عَلَيْكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ إِنْ تَرَكَ خَيْرًا الْوَصِيَّةُ لِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ بِالْمَعْرُوفِ } ( Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara ma’ruf, ) [ Al-Baqarah : 180 ] dalam ayat ini juga kata " خَيْراً " dimaksudkan dengan harta yang banyak.

Orang-orang kafir benar-benar mencintai harta yang banyak sehingga dengan kecintaannya itu terbawa kepada sifat kikir yang sangat dalam, dan mengingkari apa-apa yang telah diwajibkan atas mereka, sedangkan mukmin senantiasa membimbing dirinya untuk terus bersedekah, dan menunaikan zakat, dan segala kebaikan, maka hart yang ia miliki menjadi kebaikan bagi dirinya dan bagi agamanya, sedangkan orang kafir hartanya akan menjadi azab bagi dirinya, keletihan dan kerja keras yang ia persembahkan didunia akan menjadi azab dan siksa di akhirat, Allah - عز وجل - berfirman : { وَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَأَوْلَادُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ } ( Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka, dalam keadaan kafir. ) [ At Taubah : 85 ] .

Tafsir Hidayatul Insan

Sehingga ia menjadi bakhil dan membuatnya tidak memenuhi kewajibannya, mengutamakan hawa nafsunya daripada memenuhi hak Tuhannya. Ini semua tidak lain karena terbatas pandangannya hanya melihat dunia saja dan lalai terhadap akhirat. Oleh karena itulah, di ayat selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala mendorongnya agar takut kepada hari akhirat.

Tafsir Kemenag

Dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan. Kecintaan berlebihnya pada harta membuatnya materialistis, mengumpulkan harta dengan jalan apa pun, tidak peduli halan atau haram. Cintanya itu juga membuatnya bakhil dan cenderung menggunakannya untuk sesuatu yang tidak benar. 9. Maka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan dan dibangkitkan pada hari kiamat untuk mempertanggung-jawabkan amalnya, .

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018