Surat Al-Kautsar Ayat 2

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Arab Latin: Fa ṣalli lirabbika wan-ḥar

Terjemahan Arti: Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.

TERJEMAH TAFSIR

Maka ikhlaskanlah shalatmu seluruhnya hanya untuk tuhanmu,dan sembelihlah binatang sembelihanmu untuk NYA dan hanya dengan nama NYA semata.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

1-2. Sesungguhnya kami memberimu wahai Rasulallah telaga Kautsar, yaitu kebaikan yang diberikan dalam jumlah banyak di akhir nanti, di antaranya adalah telaga di surga sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Muslim dan lainnya. Maka langgengkanlah shalat yang diwajibkan dengan ikhlas hanya karena Allah dan juga shalat hari raya sebagai rasa syukur atas nikmatNya; dan kurbankanlah hewan kurbanmu untuk Allah dengan hanya menyebut namaNya sebagai pembeda dari apa yang dilakukan bangsa Arab Jahiliyyah yang shalat dan berkurban untuk selain Allah

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Allah memerintahkan Nabi-Nya ﷺ, agar menjadikan shalatnya hanya karena Allah saja yang ia (Nabi) telah diberikan kenikmatan yang banyak. Dan diperintahkan agar menyembelih unta dan selainnya hanya untuk Allah saja; Bahkan seluruh amalan-amalannya (wajib) ikhlas karena Allah saja tanpa menyekutukan-Nya.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

2. Maka tunaikanlah pemberian nikmat ini dengan bersyukur kepada Allah, yaitu shalat dan menyembelih hanya kepada-Nya. Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang musyrik yang melakukan kurban kepada berhala-berhala mereka.

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

{فَصَلِّ لِرَبِّكَ } Maka dirikanlah shalat hanya untuk mengharap ridho dari tuhanmu, bukan shalat yang dilakukan karena riya mengharap sanjungan dari orang lain, ikhlaskan niatmu untuk mendirikan shalat karena Allah - عز وجل - , karena shalat adalahsebaik-baiknya amalan seorang hamba, dan amalan inilah yang akan pertama kali dihisab pada hari kiamat, oleh karena itu shalat memiliki kdudukan yang sangat tinggi dalam agama islam, dan kebaikan yang terkandung didalamnya sangat banyak, baik itu shalat wajib maupun shalat sunnah yang akan memberikan nilai tambah bagi siapa yang mengerjakannya.

{ وَانْحَرْ } Dan berkurbanlah, yakni sembelih lah hewan qurban, "Qurban" berarti mendekatkan diri kepada Allah dengan menyembelih hewan, seperti menyembelih hewan saat hari iedul adha, dan saat mengadakan aqiqah, semuanya adalah macam-macam qurban yang dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah - عز وجل - , menyembelih hewan qurban adalah salah satu diantara amal ibadah yang paling mulia dan paling utama bagi umat islam, hal karena perintahnya disandingkan dengan perintah mendirikan shalat, sama halnya dengan zakat yang perintah untuk melakukannya sering disandingkan dengan perintah mendirikan shalat.

Adapun menyembelih hewan diluar dari waktu-waktu tertentu diatas, seperti menyembelih hewan untuk sekedar dimakan, atau untuk menyambut kedatangan tamu tertentu, maka hal itu adalah suatu kebolehan yang hukumnya tidak sampai pada derajat wajib, dan perkara ini juga tidak termasuk dalam perintah qurban yang disebutkan dalam ayat ini.

Sedangkan orang-orang yang menyembelih hewan dengan tujuan untuk persembahan kepada selain Allah , seperti mnyembelih untuk kuburan dan makhluk-makhluk lainnya baik itu yang hidup maupun yang telah mati, maka perkara ini tidak dibenar dalam islam, dan ini adalah kesyirikan yang besar, kesyirikan yang dapat mengeluarkan seorang hamba dari koridor islam, karena Allah - تعالى - menyebutnya bersamaan dengan perintah shalat, hal itu menandakan akan keagungan ibadah ini.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan nikmat-Nya, maka Alah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan Beliau untuk mensyukurinya dengan firman-Nya di atas.

Ada yang menafsirkan dengan shalat ‘Idul Adh-ha.

Yang dimaksud berkurban di sini ialah menyembelih hewan Qurban dan mensyukuri nikmat Allah. Disebutkan secara khusus shalat dan kurban karena keduanya termasuk ibadah yang paling utama dan pendekatan diri yang paling mulia. Di samping itu, karena dalam shalat terdapat ketundukan hati dan anggota badan kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan mengalihkannya kepada ibadah-ibadah lainnya, sedangkan dalam shalat terdapat pendekatan diri kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala dengan hewan kurban yang terbaik miliknya dan mengeluarkan harta yang dicintainya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Karena itu, sebagai rasa syukurmu kepada tuhanmu, maka laksanakanlah salat dengan ikhlas semata-mata karena tuhanmu, bukan dengan tujuan ria; dan berkurbanlah demi Allah dengan menyembelih hewan sebagai ibadah dan sarana mendekatkan diri kepada Allah. 3. Sungguh orang-orang yang membencimu dan mengacuhkan hidayah yang engkau bawa, dialah orang yang terputus. Tidak hanya terputus jejaknya, mereka pun dijauhkan dari rahmat Allah dan segala kebaikan. Keteladanan dan kebaikanmu akan terus menjadi pembicaraan sepanjang zaman dan keturunanmu akan terus mewarisi kebaikanmu.

Tafsir Ringkas Kemenag