Surat Az-Zukhruf Ayat 14

وَإِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ

Arab-Latin: Wa innā ilā rabbinā lamungqalibụn

Artinya: Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami".

« Az-Zukhruf 13Az-Zukhruf 15 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Penting Terkait Dengan Surat Az-Zukhruf Ayat 14

Paragraf di atas merupakan Surat Az-Zukhruf Ayat 14 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beraneka pelajaran penting dari ayat ini. Diketemukan beraneka penjelasan dari berbagai ulama tafsir mengenai isi surat Az-Zukhruf ayat 14, sebagiannya sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

13-14 Agar kalain duduk nyaman di atas punggung hewan kendaraan kalian, kemudian kalian mengingat nikmat tuhan kalian bila kalian mengendarainya dan kalian mengucapkan, ”segala puji bagi Allah yang telah menundukan ini bagi kami dan kami sendiri tidak mampu menundukannya.” Dan agar kalain mengucapkan Sesungguhnya kami akan kembali dan berpulang kepada tuhan kami setelah kami mati.”. Dalam ayat ini menjelaskan bahwa Allah yang memberikan nikmat kepada manusia dengan berbagai bentuknya, itulah yang berhak untuk disembah dalam kondisi apapun.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

14. Dan sesungguhnya hanya kepada Allah sajalah kami akan kembali setelah kematian kami untuk perhitungan dan pembalasan.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

14. وَإِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ (dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami”)
Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah apabila akan bepergian, beliau menunggani hewan tunggangannya lalu bertakbir tiga kali dan berdoa:
سُبْحٰنَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُۥ مُقْرِنِينَ وَإِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

1 ). Hendaknya orang mukmin – ketika membaca ayat ini – berlindung dari kedudukan orang yang berkata kepada teman-temannya: Marilah kita berangkat dengan menunggang kuda atau naik perahu; Maka mereka berkendaraan sambil membawa bejana-bejana berisi anggur dan alat-alat musik, dan mereka terus-terusan minum hingga leher mereka bersandar pada punggung binatang, atau di dalam perut kapal ketika mereka berlari bersamanya, mereka tidak mengingat apa-apa kecuali syaithon saja, dan mereka hanya menuruti perintahnya!

2) Karena berkendara secara langsung berbahaya dan bertemu dengan salah satu penyebab kerusakan; Penumpang berhak untuk tidak lupa bahwa ia sedang berpaling kepada Allah ta'ala tanpa menghindari penghakiman-Nya, dan tidak lalai menyebutkan hal itu dalam hati dan lisannya. Sehingga ia siap bertemu Allah dengan memperbaiki dirinya.

3 ). Ketika Allah Al-Bari menyebutkan nikmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya dengan kemudahan dalam mengendarai hewan ternak dan kapal, Dia berfirman: { لِتَسْتَوُۥا۟ عَلَىٰ ظُهُورِهِۦ ثُمَّ تَذْكُرُوا۟ نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا ٱسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا۟ سُبْحَٰنَ ٱلَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُۥ مُقْرِنِينَ } "Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: "Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya" [13], { وَإِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ } "Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami" [14], Dia (Allah) menyebutkan tiga rukun syukur, yaitu:

- Pengakuan dan ingatan akan nikmat Allah.
- Dan menggunakannya untuk beribadah kepada-Nya.
- Dan selalu membicarakannya, dan memuji Allah karenanya.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

14. Sesungguhnya kami pasti kembali kepada Tuhan setelah mati, supaya setiap jiwa (kami) dibalas sesuai apa yang diusahakannya.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Sesungguhnya kami pasti akan kembali kepada Tuhan kami”} benar-benar kembali


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

13-14. “supaya kamu duduk di atas punggungnya,” ini mencakup punggung kapal dan binatang. Artinya, agar kalian tegak diatasnya. “kemudian kamu ingat nikmat Rabbmu apabila kamu telah duduk di atasnya,” dengan mengakui nikmat Dzat yang menundukkannya dan memujiNya atas hal itu. Karena itu Allah berfirman,”dan supaya kamu mengucapkan,’Mahasuci Dia yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya,” maksudnya, andaikan Allah tidak menundukkan kapal dan binatang bagi kami, pasti kami tidak kuasa dan mampu atasnya. Tapi karena kelembutan dan kemuliaanNya, Allah menundukkan dan memudahkan sebab-sebabnya.
Maksud dari semua ini adalah penjelasan bahwa Rabb yang disifati sebagai yang memberi nikmat kepada para hamba itulah yang berhak disembah, shalat, dan sujud kepadaNya.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 9-14
Allah SWT berfirman,"Wahai Muhammad, jika kamu menanyakan kepada orang-orang yang musyrik kepada Allah, yang menyembah tuhan selain Dia bersamaNya (Siapakah yang menciptakan langit dan bumi? 'Niscaya mereka akan menjawab, 'Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui) yaitu sungguh mereka akan mengakui bahwa Dzat yang Maha Menciptakan semuanya adalah hanya Allah, tidak ada sekutu bagiNya. Tetapi sekalipun begitu mereka menyembah selainNya bersama Dia, berupa berhala-berhala dan tandingan-tandingan. Kemudian Allah SWT berfirman: (Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap) yaitu terhampar dengan kuat dan kokoh sehingga kalian bisa berjalan, berdiri, tidur, dan dapat melakukan perjalanan di atasnya. Padahal bumi itu diciptakan di atas arus air, tetapi Dia mengukuhkannya dengan gunung-gunung agar tidak berguncang, baik ke sana maupun ke sini (dan Dia membuat jalan-jalan di atas bumi untuk kamu) yaitu jalan-jalan di antara gunung-gunung dan lembah-lembah (supaya kamu mendapat petunjuk) dalam perjalanan kalian dari suatu negeri ke negeri lain, dari suatu kawasan ke kawasan lain, dan dari suatu wilayah ke wilayah lain.
(Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar) yang dibutuhkan untuk tanaman dan buah-buahan kalian, serta untuk minum kalian dan ternak kalian.
Firman Allah: (lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati) yaitu bumi yang mati. Maka ketika hujan diturunkan padanya, maka bumi menjadi subur dan menumbuhkan berbagai macam tanaman yang indah. Kemudian melalui penghidupan tanah yang mati, Allah SWT mengingatkan tentang penghidupan jasad yang mati di hari kiamat. Maka Allah SWT berfirman: (seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur)) Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan) dari apa yang ditumbuhkan bumi berupa beragam tanaman, tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, dan beragam bunga dan hal lainnya, serta berbagai macam hewan yang beragam jenis dan macamnya (dan menjadikan untukmu kapal) yaitu bahtera-bahtera (dan binatang ternak yang kamu tunggangi) yaitu Allah menjinakkan, menundukkan, serta memudahkannya bagi kalian agar kalian dapat memakan dagingnya dan meminum air susunya serta mengendarainya di punggungnya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Supaya kamu duduk di atas punggungnya) yaitu agar kalian dapat duduk dengan tenang (di atas punggungnya) yakni punggung jenis hewan ini (kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu) yang telah menundukkannya untuk kalian (apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan.”Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak menguasainya”) yaitu tidak dapat mengendalikannya, seandainya Allah tidak menunduk­kan ini untuk kita, maka kita tidak akan mampu menguasainya.
Ibnu Abbas, Qatadah, As-Suddi, dan Ibnu Zaid berkata bahwa “muqrinin” adalah menguasai (dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (14)) yaitu akan dikembalikan kepadaNya setelah kematian kita dan hanya kepadaNyalah perjalanan kita yang paling besar. Ini termasuk ke dalam bagian "Pengingat perjalanan akhirat dengan perjalanan dunia", sebagaimana diserupakan bekal akhirat dengan bekal di dunia di dalam firmanNya SWT: (Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal itu adalah takwa) (Surah Al-Baqarah: 197) dan pakaian akhirat dengan pakaian dunia dalam firmanNya: (dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik) (Surah Al-A'raf: 26)
Diriwayatkan dari Ali bin Rabi'ah, dia berkata,”Aku pernah melihat Ali sedang menaiki unta. Ketika telah menginjak-injakkan kakinya, dia mengucapkan “Dengan menyebut nama Allah”. Dan setelah duduk tegak di atas punggung kendaraannya, dia mengucapkan doa, "Segala puji bagi Allah" (Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya (13) dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (14)) Kemudian Ali mengucapkan “hamdalah” tiga kali dan “takbir” tiga kali. Lalu mengucapkan, "Maha Suci Engkau, tidak ada Tuhan selain Engkau, sesungguhnya aku menganiaya diriku sendiri, maka ampunilah aku"


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Az-Zukhruf ayat 14: (Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami") kami akan dikembalikan kepada-Nya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Az-Zukhruf Ayat 14

Dan sesungguhnya sesudah kehidupan di dunia ini, kami pasti akan kembali kepada tuhan kami, untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatan kami. '15. Walaupun Allah telah menerangkan kekuasaan-Nya dalam menciptakan langit dan bumi serta menundukkan hewan ternak untuk manusia, sebagian manusia masih saja mempersekutukan Allah dengan makhluk-Nya. Dan mereka, yakni orang-orang musyrik, menjadikan sebagian dari hamba-hamba-Nya, yang merupakan ciptaan-Nya sebagai bagian dari-Nya, dengan menganggap bahwa malaikat adalah anak-anak tuhan. Sesungguhnya, manusia yang mempercayai dan mengatakan demikian itu benar-benar pengingkar nikmat tuhan, yang melampaui batas dalam kekafirannya, lagi yang nyata kesyirikan dan keingkarannya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah sekumpulan penjelasan dari banyak mufassirun mengenai makna dan arti surat Az-Zukhruf ayat 14 (arab-latin dan artinya), semoga menambah kebaikan untuk kita bersama. Sokong syi'ar kami dengan memberikan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Terbanyak Dibaca

Ada berbagai materi yang terbanyak dibaca, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 282, An-Najm 39-42, Ar-Ra’d 31, Ar-Rahman 33, Al-Baqarah 285, Ali Imran 26-27. Termasuk Al-‘Ashr 3, Al-Ahzab 43, Al-Baqarah 261, Al-Anbiya 19, Al-Hujurat 11, Al-Qalam.

  1. Al-Baqarah 282
  2. An-Najm 39-42
  3. Ar-Ra’d 31
  4. Ar-Rahman 33
  5. Al-Baqarah 285
  6. Ali Imran 26-27
  7. Al-‘Ashr 3
  8. Al-Ahzab 43
  9. Al-Baqarah 261
  10. Al-Anbiya 19
  11. Al-Hujurat 11
  12. Al-Qalam

Pencarian: fiha artinya, surah at taubah ayat 24, surah al-maidah ayat 2 dan artinya, janganlah menyekutukan allah adalah arti dari, surat at taubah ayat 6

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: