Surat Al-‘Ankabut Ayat 27

وَوَهَبْنَا لَهُۥٓ إِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ وَجَعَلْنَا فِى ذُرِّيَّتِهِ ٱلنُّبُوَّةَ وَٱلْكِتَٰبَ وَءَاتَيْنَٰهُ أَجْرَهُۥ فِى ٱلدُّنْيَا ۖ وَإِنَّهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Arab-Latin: Wa wahabnā lahū is-ḥāqa wa ya'qụba wa ja'alnā fī żurriyyatihin-nubuwwata wal-kitāba wa ātaināhu ajrahụ fid-dun-yā, wa innahụ fil-ākhirati laminaṣ-ṣāliḥīn

Artinya: Dan Kami anugrahkan kepda Ibrahim, Ishak dan Ya'qub, dan Kami jadikan kenabian dan Al Kitab pada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.

« Al-'Ankabut 26Al-'Ankabut 28 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Tafsir Berharga Berkaitan Dengan Surat Al-‘Ankabut Ayat 27

Paragraf di atas merupakan Surat Al-‘Ankabut Ayat 27 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beragam tafsir berharga dari ayat ini. Tersedia beragam penafsiran dari beragam ulama tafsir berkaitan kandungan surat Al-‘Ankabut ayat 27, di antaranya seperti berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan Kami menganugerahkan Ishaq kepada Ibrahim menjadi putranya, dan Ya’qub setelahnya menjadi putra dari anaknya. Dan Kami menjadikan nabi-nabi dan kitab-kitab suci pada keturunannya. Dan Kami memberikan kepadanya sebagai pahala atas cobaan di jalan Kami nama yang baik di dunia dan anak yang sholeh. Dan sesungguhnya dia di akhirat kelak termasuk orang-orang yang shalih.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

27. Dan Kami mengaruniakan kepada Ibrahim anak yang shalih yang bernama Ishaq dan cucu yang bernama Ya’qub. Dan Kami tetapkan pada keturunan Ibrahim terdapat para nabi yang memiliki kitab suci; Taurat, Injil, Zabur, dan al-Qur’an adalah kitab-kitab yang mengandung petunjuk, yang diturunkan kepada para nabi dari keturunan Ibrahim yang suci.

Dan Allah memberinya dua balasan; balasan di dunia berupa kemenangan dalam menghadapi musuh-musuhnya, keturunan yang banyak, dan memiliki nama baik dan terhormat; dan balasan di akhirat dia akan bersama orang-orang yang shalih.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

27. Dan Kami karuniakan kepada Ibrahim, Isḥāq dan Ya'qūb dan Kami jadikan kenabian dan kitab-kitab yang diturunkan dari sisi Allah pada anak-anaknya sebagai balasan atas kesabarannya dalam menjalankan kebenaran di dunia, dan sesungguhnya dia di Akhirat akan mendapatkan pahala orang-orang yang saleh. Apa yang diberikan kepada Ibrahim -'alaihissalām- di dunia tidak mengurangi balasan baik yang telah disiapkan oleh Allah untuknya di Akhirat.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

27. وَوَهَبْنَا لَهُۥٓ إِسْحٰقَ وَيَعْقُوبَ وَجَعَلْنَا فِى ذُرِّيَّتِهِ النُّبُوَّةَ وَالْكِتٰبَ (Dan Kami anugrahkan kepda Ibrahim, Ishak dan Ya’qub, dan Kami jadikan kenabian dan Al Kitab pada keturunannya)
Yakni Allah mengarunikannya beberapa anak, Allah memberinya Ismail sebagai anak pertamanya dan Ishaq anak keduanya, serta Ya’qub anak dari Ishaq; serta Allah menjadikan dalam keturunannya kenabian dan kitab, sehingga Allah tidak mengutus seorang nabi setelahnya melainkan dari garis keturunannya; dan al kitab adalah Taurat, Injil, Zabur, dan al-Qur’an.

وَءَاتَيْنٰهُ أَجْرَهُۥ فِى الدُّنْيَا ۖ( dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia)
Ibrahim dikaruniai keturunan di dunia, dan Allah mengabarkan kepadanya bahwa kenabian akan berlansung di garis keturunannya, serta seluruh agama mengaku bahwa Ibrahim bagian dari mereka, dan Allah juga memberinya di dunia amalan shalih dan akibat yang baik.

وَإِنَّهُۥ فِى الْاٰخِرَةِ لَمِنَ الصّٰلِحِينَ(dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang saleh)
Yakni yang benar-benar shalih yang berhak mendapatkan pahala yang besar dan karunia yang banyak dari Tuhan.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

27. Dan Kami anugerahkan Ishaq kepada Ibrahim setelah anak sulungnya Ismail, dan Ya’kub dari keturunan Ishaq. Dan Kami menjadikan keturunan Ibrahim sebagai nabi, sehingga setiap nabi setelahnya merupakan keturunannya. Dan (kami juga memberi) kitab, yaitu Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an. Kami juga memberinya balasan di dunia, yaitu rejeki yang melimpah, anak, dan pujian yang baik di antara seluruh pemeluk agama. Dan di akhirat dia termasuk golongan orang-orang yang sempurna keshalehannya


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

27. “Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim; Ishaq dan Ya’qub,” maksudnya, setelah dia berpindah tempat ke Syam, “dan Kami jadikan kenabian dan al-Kitab pada keturunannya,” sehingga tidak ada nabi sesudahhnya kecuali dari keturunannya, dan tidak pula ada kitab suci yang diturunkan kecuali kepada keturunannya, hingga akhirnya ditutup dengan keturunannya, yaitu Muhammad, dan semoga shalawat dan salam dicurahkan kepada mereka semua.
Ini merupakan kemuliaan dan kebanggaan yang paling tinggi, yaitu hidayah, rahmat, kebahagiaan, keberuntungan dan keselamatan berada pada anak keturunannya, dan melalui mereka orang-orang mendapat petunjuk, kaum beriman dapat beriman dan orang-orang shalih menjadi shalih, “dan Kami berikan padanya balasan di dunia,” berupa istri yang cantk jelita, rizki yang berlimpah, anakanak yang menjadi penyejuk hati, mengenal Allah, mencintaiNya serta berinabah kepadaNya.
“Dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang shalih,” bahkan dia dan Muhammad adalah orang-orang shalih yang paling utama secara mutlak dan yang tertinnggi kedudukannya. Dengan demikian, Allah telah mengaruniakan kepadanya dua kebahagiaan; dunia dan akhirat.
Sudah disebutkan di muka bahwa Nabi Luth beriman kepada Ibrahim dan menjadi salah seorang yang berpedoman kepadanya. Mereka (ahli tafsir. Pent) menyebutkan bahwa Luth bukan dari keturunan Ibrahim, melainkan merupakan anak dari saudara Ibrahim. Maka Firman Allah, “dan Kami jadikan kenabian dan al-kitab pada keturunannya,” sekalipun bersifat umum, namun ia tidak berlawanan dengan keberadaan Luth sebagai nabi dan rasul, walau dia bukan dari keturunan Ibrahim. Sebab, ayat ini dikemukakan dalam konteks memuji al-Khalil Ibrahim; dan juga telah diinformasikan bahwa dia mendapat petunjuk melalui Ibrahim. Sedangkan orang yang mendapat petunjuk melalui Ibrahim (langsung) tentu lebih sempurna daripada orang yang mendapat petunjuk melalui anak keturunannya bila dilihat dari sisi keutamaan sang pemberi petunjuk. Wallahu a’lam.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 26-27
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang nabi Ibrahim, bahwa nabi Luth beriman kepadanya. yaitu tidak ada seorang pun dari kalangan kaumnya yang beriman kepadanya selain dia dan Sarah, istri nabi Ibrahim.
Firman Allah SWT: (Sesungguhnya aku akan berpindah ke (tempat yang diperintah­kan) Tuhanku (kepadaku)) dapat ditafsirkan bahwa rujukan dhamir pada firmanNya (Sesungguhnya aku akan berpindah) merujuk kepada nabi Luth, karena itulah yang terdekat yang disebutkan. Bisa ditafsirkan juga bahwa itu merujuk kepada nabi Ibrahim,
Ad-Dahhak berkata, dia diberi julukan dari hal itu dalam firmanNya: (Maka Luth membenarkan (kenabian)nya) yaitu dari kalangan kaumnya. Kemudian Allah SWT memberitahukan bahwa nabi Ibrahim memilih untuk pindah dari mereka demi membela dan meneguhkan agamanya. Oleh karena itu Allah berfirman: (sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) yaitu kemuliaan hanya milik Allah, rasulNya, dan orang-orang yang beriman kepadaNya. Allah Maha Bijaksana dalam semua firman, perbuatan, dan ketetapanNya baik secara takdir maupun syari’at
Firman Allah SWT: (Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim Ishaq dan Ya’qub) sebagaimana firmanNya: (Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya'qub. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi (49)) (Surah Maryam) yaitu setelah nabi Ibrahim meninggalkan kaumnya, maka Allah menyenangkan hatinya dengan memberinya seorang anak yang shalih dan menjadi seorang nabi, dan seorang cucu yang shalih dan menjadi seorang nabi semasa dia masih hidup. Demikian juga Allah SWT berfirman: (Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim) Ishaq dan Ya'qub, sebagai suatu anugerah (dari Kami)) (Surah Al-Anbiya’: 72) yaitu sebagai tambahan, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari Ishaq (akan lahir putranya) Ya’qub) (Surah Hud: 71) yaitu akan dilahirkan dari anak ini seorang cucu setelahnya di masa hidup kalian, untuk menggembirakan hati kalian. Keberadaan nabi Ya'qub sebagai anak nabi Ishaq dinaskan Al-Qur'an dan dikuatkan sunnah nabi. Allah SWT berfirman: (Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) kematian, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, "Apakah yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya berserah diri kepadaNya” (133)) (Surah Al-Baqarah).
Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim:”Sesungguhnya orang yang mulia anak orang yang mulia anak orang yang mulia anak orang yang mulia adalah Yusuf bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim”
Firman Allah SWT: (dan Kami jadikan kenabian dan Al-Kitab pada keturunannya) Ini merupakan karunia yang paling agung, karena bersamaan Allah menjadikan nabi Ibrahim sebagai kekasihNya, dan menjadikannya sebagai panutan bagi umat manusia, Dia memberikan kepada keturunannya kenabian dan kitab. Maka tidak ada seorang nabi pun sesudah nabi Ibrahim melainkan berasal dari keturunannya. Semua nabi Bani Israil berasal dari keturunan Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim, sehingga nabi yang terakhir dari kalangan mereka adalah nabi Isa bin Maryam. Kemudian bangkitlah dari kalangan para nabi semuanya seorang nabi dari kalangan Arab keturunan suku Quraisy dari keluarga Bani Hasyim sebagai pembawa berita gembira dan penutup para rasul secara mutlak, dan pemimpin seluruh anak cucu nabi Adam, di dunia dan akhirat, yang telah dipilih Allah dari kalangan inti orang-orang Arab dari keturunan nabi Ismail bin Ibrahim. Tidak ada seorangpun yang menjadi nabi dari kalangan keturunan nabi Ismail selain beliau SAW.
Firman Allah: (dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh) yaitu Allah mengumpulkan baginya dua hal antara kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat secara bersambung. Dia di dunia mendapatkan rezeki yang luas, tempat tinggal yang sejahtera, sumber air yang deras, istri yang cantik dan shalihah, pujian indah, dan penyebutan yang baik, semua orang menyukainya, sebagaimana yang dikatakan Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, dan lainnya. Selain dari itu mengerjakan ketaatan kepada Allah dari berbagai sisi, sebagaimana Allah SWT berfirman: (dan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji (37)) (Surah An-Najm) yaitu dia mengerjakan semua yang diperintahkan kepadanya dan menyempurnakanketaatan kepada Tuhannya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh)


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-‘Ankabut ayat 27: Maka setelah Ibrahim berhijrah ke negeri Syam, maka Allah memeberinya anak keturunan yang shalih; Dan tidaklah dari Nabi kecuali diutus setelahnya anak keturunannya, dan dari keturunannya adalah Ismail yang sebagai kakek dari Nabi ﷺ, kemudian Ishaq, Ya’qub kemudian Allah mengabarkan bahwa Dia memberikan kepada Ibrahim dengan anak keturunan yang shalih di dunia, yang memiliki derajat tinggi dan baik, dan Allah jadikan bagi Ibrahim di akhirat termasuk orang-orang shalih yang tinggi derajat dan namannya.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Setelah Isma’il.

Semua nabi setelah Ibrahim dan Luth adalah keturunan Nabi Ibrahim. Ini merupakan keutamaan yang paling agung, di mana sebab hidayah, rahmat, kebahagiaan dan keberuntungannya dijadikan pada keturunannya. Melalui tangan keturunannya, manusia banyak yang beriman.

Yaitu dengan memberikan istri yang cantik, rezeki yang luas, anak cucu yang baik, kenabian yang terus menerus pada keturunannya, dan pujian yang baik di semua kalangan.

Yang memperoleh derajat yang tinggi. Bahkan Beliau dan Nabi Muhammad ‘alaihimash shalaatu was salam adalah orang salih yang paling utama secara mutlak. Allah mengumpulkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat untuknya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-‘Ankabut Ayat 27

-.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah aneka ragam penafsiran dari beragam mufassirin terkait kandungan dan arti surat Al-‘Ankabut ayat 27 (arab-latin dan artinya), moga-moga memberi kebaikan untuk kita bersama. Dukung syi'ar kami dengan memberi link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Link Terbanyak Dikunjungi

Kaji berbagai konten yang terbanyak dikunjungi, seperti surat/ayat: Ali ‘Imran 133, Al-Isra 23-24, Al-Baqarah 30, Al-Infithar, Al-Baqarah 2, Al-Jumu’ah 9. Termasuk Az-Zariyat 56, Al-Baqarah 186, Ar-Ra’d, Al-Isra 1, Al-Ahzab 21, Ali ‘Imran 134.

  1. Ali ‘Imran 133
  2. Al-Isra 23-24
  3. Al-Baqarah 30
  4. Al-Infithar
  5. Al-Baqarah 2
  6. Al-Jumu’ah 9
  7. Az-Zariyat 56
  8. Al-Baqarah 186
  9. Ar-Ra’d
  10. Al-Isra 1
  11. Al-Ahzab 21
  12. Ali ‘Imran 134

Pencarian: arti fadzkuruni adzkurkum, surat al kalkausar, qs al anbiya 87, al waqiah 29, al baqarah 256 latin

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: