Surat Al-‘Ankabut Ayat 23


Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَلِقَائِهِ أُولَٰئِكَ يَئِسُوا مِنْ رَحْمَتِي وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Arab-Latin: Wallażīna kafarụ bi`āyātillāhi wa liqā`ihī ulā`ika ya`isụ mir raḥmatī wa ulā`ika lahum 'ażābun alīm

Terjemah Arti: Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Dan orang-orang yang menolak hujjah-hujjah Allah, serta mengingkari dalil-dalilNya dan perjumpaan denganNya pada Hari Kiamat, mereka itu tidak memiliki keinginan terhadap rahmatKu di akhirat ketika mereka menyaksikan sendiri siksaan yang dipersiapkan bagi mereka, dan mereka akan mendapat siksaan yang pedih lagi menyakitkan.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

23. Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah Yang Mahasuci dan mengingkari pertemuan dengan Allah pada hari Kiamat, mereka itulah orang-orang yang putus asa dari rahmat-Ku, maka mereka tidak akan masuk Surga selamanya karena kekufuran mereka dan bagi mereka siksa yang menyakitkan siap menunggu di Akhirat.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

23. وَالَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايٰتِ اللهِ (Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah)
Baik itu ayat kauniyah maupun ayat tanziluiyah, atau juga keduanya. Serta orang-orang yang kafir terhadap pertemuan dengan Allah, yakni mengingkari hari kebangkitan dan peristiwa-peristiwa setelahnya.

أُو۟لٰٓئِكَ يَئِسُوا۟ مِن رَّحْمَتِى (mereka putus asa dari rahmat-Ku)
Yakni mereka di dunia berputus asa dari rahmat Allah, tidak bermanfaat bagi mereka kitab-kitab Allah dan tidak pula kabar-kabar yang disampaikan para Rasul-Nya; serta mereka berputus asa di akhirat dari rahmat Allah yang berupa surga.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

23. Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah yang diturunkan dalam kitab-kitab samawi dan ayat-ayat kauniyyah yang menunjukkan kepada keesaan sang pencipta, dan menolak untuk bertemu Allah dengan dibangkitkan setelah mati, maka mereka itu tidak mendapatkan rahmatKu pada hari kiamat dan bagi mereka itu azab yang pedih di neraka Jahanam akibat kekufuran mereka.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Dan mereka yang kafir dengan ayat-ayat Allah yang menunjukkan atas ke maha tunggalan-Nya, dan mendustakan para utusan-Nya; Mereka adalah orang-orang yang tidak mengharap rahmat Allah; Sebab mereka tidak beramal dengan apa yang menjadikan Allah memberikan rahmat-Nya; Bahkan mereka menyelisihi sebaliknya, dan beramal dengan penyelisihan tersebut. Maka mereka di akhirat mendapatkan adzab yang pedih.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan tentang orang yang telah hilang kebaikannya dan yang ada hanya keburukan, bahwa mereka kafir kepada-Nya dan kepada para rasul-Nya serta apa yang mereka bawa, demikian pula mereka mendustakan pertemuan dengan Allah, di sisi mereka yang ada hanyalah dunia. Oleh karena itulah, mereka melakukan perbuatan syirk dan kemaksiatan, karena tidak ada dalam hati mereka rasa takut terhadap perbuatan mereka itu.

Oleh karena itulah, mereka tidak mengerjakan perbuatan yang menjadi sebab mendapatkan rahmat. Jika mereka berharap rahmat-Nya, tentu mereka akan melakukan perbuatan yang mendatangkan rahmat-Nya. Berputus asa dari rahmat Allah merupakan dosa yang besar. Ia terbagi menjadi dua: (1) Putus asa orang-orang kafir, di mana mereka meninggalkan semua sebab yang dapat mendekatkan mereka kepada rahmat Allah, (2) Putus asa para pelaku maksiat karena banyaknya dosa yang mereka lakukan sehingga membuat mereka berputus asa. Biasanya putus asa terjadi karena tidak mengenal siapa Allah, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, betapa pun besar dosa yang dilakukan hamba, maka Dia tetap membuka pintu tobat selama ajal belum tiba dan matahari belum terbut dari barat.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Harapan mereka untuk meraih surga pupus, dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah, baik yang terbentang di alam raya maupun yang tertulis dalam kitab suci, dan mengingkari pertemuan dengan-Nya, yakni pada hari kebangkitan, mereka itu sungguh telah berputus asa dari rahmat-ku ketika menyaksikan azab yang telah disediakan bagi mereka, dan mereka itu akan mendapat azab yang pedih. -.

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Related: Surat Al-‘Ankabut Ayat 24 Arab-Latin, Surat Al-‘Ankabut Ayat 25 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-‘Ankabut Ayat 26, Terjemahan Tafsir Surat Al-‘Ankabut Ayat 27, Isi Kandungan Surat Al-‘Ankabut Ayat 28, Makna Surat Al-‘Ankabut Ayat 29

Category: Surat Al-'Ankabut


Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!