Surat Al-‘Ankabut Ayat 5

مَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ ٱللَّهِ فَإِنَّ أَجَلَ ٱللَّهِ لَءَاتٍ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

Arab-Latin: Mang kāna yarjụ liqā`allāhi fa inna ajalallāhi la`āt, wa huwas-samī'ul-'alīm

Artinya: Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.

« Al-'Ankabut 4Al-'Ankabut 6 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Mendalam Berkaitan Dengan Surat Al-‘Ankabut Ayat 5

Paragraf di atas merupakan Surat Al-‘Ankabut Ayat 5 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada aneka ragam kandungan mendalam dari ayat ini. Terdokumentasi aneka ragam penjelasan dari para mufassirun mengenai makna surat Al-‘Ankabut ayat 5, antara lain seperti di bawah ini:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Allah dan sangat berharap terhadap pahalaNya, maka sesungguhnya masa yang telah ditetapkan oleh Allah untuk membangkitkan semua makhluk untuk memberikan pembalasan dan hukuman benar-benar akan tiba lagi dekat. Dan Dia Maha Mendengar semua perkataan dan Maha Mengetahui segala amal perbuatan.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

5. Barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Allah, menunggu hari kebangkitan, dan menyiapkan bekal untuk hal itu dengan keimanan dan amal shalih, maka waktu yang telah Allah tetapkan dalam ilmu-Nya untuk melakukan hisab pasti akan datang. Allah Maha Mendengar segala perkataan dan Maha Mengetahui segala perbuatan.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

5. Barangsiapa menginginkan pertemuan dengan Allah pada hari Kiamat agar Allah membalasnya, maka hendaknya dia mengetahui bahwa ketetapan yang telah Allah tetapkan itu pasti terjadi dalam waktu dekat. Dan Dia maha Mendengar ucapan hamba-hamba-Nya dan Maha Mengetahui segala perbuatan mereka, tidak ada sesuatu pun yang luput dari-Nya dan Dia akan membalas mereka karenanya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

5. مَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ اللهِ (Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah)
Yakni barangsiapa yang berharap akan bertemu dengan Allah maka kemudian ia beramal dengan ucapan dan perbuatan yang baik saat masa hidupnya, niscaya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahalanya.

فَإِنَّ أَجَلَ اللهِ لَاٰتٍ ۚ( maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang)
Yakni waktu yang telah ditetapkan bagi hari kebangkitan pasti akan datang; maka beramal-lah untuk hari tersebut.

وَهُوَ السَّمِيعُ (Dan Dialah Yang Maha mendengar)
Mengdengar segala perkataan hamba-hamba-Nya.

الْعَلِيمُ (lagi Maha Mengetahui)
Mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka tampakkan, sehingga Allah tidak akan menyia-nyiakan amal baik mereka sedikitpun.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

Tatkala Allah mengetahui bahwa hati orang yang mendambakanNya tidak akan reda kecuali dengan bertemu denganNya, maka Allah menetapkan bagi mereka waktu untuk petemuan, agar menenangkan hati mereka, maka Allah ta'ala berfirman:

{ مَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ اللَّهِ فَإِنَّ أَجَلَ اللَّهِ لَآتٍ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ }

"Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui."


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

5. Barangsiapa yang mengharapkan dan mendambakan untuk bertemu Allah pada hari kiamat, yaitu dengan mengimaniNya, maka sesungguhnya waktu yang ditentukan untuk pembangkitan dan keluar dari kubur serta penghisaban itu pasti datang pada saatnya, bukan mustahil. Dan Allah itu Maha Mendengar ucapan-ucapan hamba dan Maha Mengetahui tindakan-tindakan mereka dan orang-orang yang mempersiapkan diri untuk bertemu denganNya


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

5. Maksudnya, wahai orang yang mencintai Tuhannya, yang merindukan kedekatan dan perjumpaan denganNya, yang bergegas untuk memperoleh keridhaanNya! Bergembiralah dengan (sudah makin) dekatnya masa perjumpaan dengan Sang Kekasih. Sebab, ia pasti datang, dan segala sesuatu yang pasti datang itu berarti dekat. Maka berbekallah untuk perjumpaan denganNya, dan berjalanlah menujuNya dengan disertai jiwa optimis (raja’) sambil mengharapkan sampai kepadaNya.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 5-7
Allah SWT berfirman: (Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan Allah) yaitu di akhirat, dia mengerjakan amal shalih dan mengharapkan pahala yang melimpah di sisi Allah, maka sesungguhnya Allah pasti akan mewujudkan harapannya dan memenuhi pahala amalnya secara sempurna dan melimpah. Sesungguhnya hal itu pasti terjadi, karena Allah Maha Mendengar doa dan Maha Melihat semua makhlukNya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu pasti datang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (5))
Firman Allah SWT: (Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri) sebagaimana firmanNya: (Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri) (Surah Fushshilat: 46) yaitu siapa saja yang mengerjakan amal shalih, maka sesungguhnya manfaat dari amalnya itu kembali kepada dirinya sendiri; karena sesungguhnya Allah SWT tidak memerlukan amal perbuatan hamba-hambaNya, sekalipun mereka semuanya bertakwa sebagaimana bertakwanya diri seseorang dari mereka, hal itu tidak menambah sesuatupun ke dalam kerajaanNya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakaya dari alam semesta (6))
Hasan Al-Bashri berkata bahwa sesungguhnya seorang lelaki benar-benar dinilai sebagai orang yang berjihad, tetapi dia tidak pernah memukul dengan pedang sehari pun.
Kemudian Allah Swt. memberitahukan bahwa sekalipun Dia Maha Kaya dari semua makhlukNya dan sekalipun Dia telah berbuat baik kepada mereka, Dia membalas orang-orang yang beriman dan beramal shalih dengan pahala terbaik. Dia menghapuskan dari mereka amal keburukan yang pernah mereka lakukan dan membalas pahala mereka dengan balasan yang lebih baik. Dia menerima sedikit amal baik mereka dan memberinya pahala setiap amal baik dengan sepuluh kali lipatnya hingga sampai tujuh ratus kali lipat. Dia membalas setiap amal buruk dengan balasan yang serupa dengan amal itu, atau Dia memaafkan dan menghapuskannya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang, walaupun sebesar dzarrah; dan jika ada kebaikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisiNya pahala yang besar (40)) (Surah An-Nisa’) dan di sini Allah berfirman: (Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan (7))


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-‘Ankabut ayat 5: Ketahuilah wahai manusia, barangsiapa yang mencintai Rabbnya, yang rindu akan perjumpaan dengan-Nya; Maka wajib baginya di atas tauhid dan terus di atas amalan yang shalih, karena sesungguhnya apa yang telah Allah tentukan dari hari kebangkitan pasti terjadi, Allah Dialah yang maha mendengar ucapan hamba-Nya, maha tahu atas niat dan apa yang ada di dalam dada manusia.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yakni, wahai orang yang mencintai Tuhannya, yang rindu bertemu dan dekat dengan-Nya, yang segera mendatangi keridhaan-Nya, bergembiralah karena dekatnya pertemuan dengan kekasih, karena pertemuan itu akan datang, dan semua yang datang adalah dekat, oleh karena itu persiapkanlah bekal untuk bertemu dengan-Nya dan berjalanlah ke arahnya sambil berharap sampai kepada-Nya. Akan tetapi, tidak semua yang mengaku lalu diberikan dan tidak semua yang berangan-angan lalu disampaikan, karena Allah Maha Mendengar semua suara dan Maha Mengetahui niat seorang hamba. Jika ia benar dalam hal itu, maka ia akan mendapatkan keinginannya, sebaliknya jika ia dusta, maka pengakuannya tidaklah bermanfaat, dan Dia mengetahui siapa yang cocok memperoleh kecintaan-Nya dan siapa yang tidak.

Oleh karena itu, bersiaplah untuk menghadapinya.

Ucapan semua hamba.

Amal dan hati mereka.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-‘Ankabut Ayat 5

Setelah memperingatkan semua pihak, baik yang taat maupun yang durhaka, Allah mengisyaratkan anugerah-Nya kepada yang taat dengan berfirman; barangsiapa yang beriman kepada kebangkitan dan mengharap pertemuan dengan Allah, maka bergegaslah mengerjakan amal saleh, karena sesungguhnya waktu yang dijanjikan Allah pasti datang. Dan dia yang maha mendengar perkataan-perkataan hamba-Nya, maha me-ngetahui perbuatan-perbuatan mereka, dan dia akan membalas me-reka masing-masing sesuai dengan apa yang dilakukannya. 6. Dan barangsiapa berjihad dengan mencurahkan segala kemampuannya untuk meninggikan kalimat Allah dan mengorbankan diri dengan selalu bersabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, maka sesungguhnya pahala, manfaat dan kebaikan jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Tidak ada sedikit pun manfaat amal tersebut yang dibutuhkan oleh Allah. Sungguh, Allah mahakaya tidak memerlukan sesuatu apa pun dari mereka, bahkan dari seluruh alam.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian kumpulan penjabaran dari beragam ahli ilmu terkait isi dan arti surat Al-‘Ankabut ayat 5 (arab-latin dan artinya), moga-moga berfaidah untuk kita. Sokong syi'ar kami dengan memberi link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Sering Dikaji

Tersedia banyak halaman yang sering dikaji, seperti surat/ayat: Al-Infithar, Al-Jumu’ah 9, Al-Isra 1, Al-Ahzab 21, Az-Zariyat 56, Al-Isra 23-24. Serta Ali ‘Imran 134, Ar-Ra’d, Ali ‘Imran 133, Al-Baqarah 30, Al-Baqarah 186, Al-Baqarah 2.

  1. Al-Infithar
  2. Al-Jumu’ah 9
  3. Al-Isra 1
  4. Al-Ahzab 21
  5. Az-Zariyat 56
  6. Al-Isra 23-24
  7. Ali ‘Imran 134
  8. Ar-Ra’d
  9. Ali ‘Imran 133
  10. Al-Baqarah 30
  11. Al-Baqarah 186
  12. Al-Baqarah 2

Pencarian: arti al mutaffifin, admaul husna, surat al baqarah ayat 100-200, apa arti surat al fatihah, quran surat ar rum ayat 21

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: