Surat Al-‘Ankabut Ayat 6

وَمَن جَٰهَدَ فَإِنَّمَا يُجَٰهِدُ لِنَفْسِهِۦٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

Arab-Latin: Wa man jāhada fa innamā yujāhidu linafsih, innallāha laganiyyun 'anil-'ālamīn

Artinya: Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

« Al-'Ankabut 5Al-'Ankabut 7 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Tafsir Penting Mengenai Surat Al-‘Ankabut Ayat 6

Paragraf di atas merupakan Surat Al-‘Ankabut Ayat 6 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada sekumpulan tafsir penting dari ayat ini. Tersedia sekumpulan penjelasan dari berbagai ahli ilmu mengenai makna surat Al-‘Ankabut ayat 6, sebagiannya seperti tertera:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan barangsiapa berjihad di jalan Allah untuk menegakkan kalimat Allah, dan berjuang menundukkan dirinya untuk taat kepadaNya, sesungguhnya ia tengah berjihad untuk dirinya sendiri. Sebab sesungguhnya ia melakukan itu demi mencari pahala melalui jihadnya. Sesungguhnya Allah MahaKaya, tidak membutuhkan segala amal perbuatan seluruh makhlukNya. KepunyaanNya-lah kerajaan, penciptaan dan penetapan ketentuan.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

6. Dan barangsiapa yang bersabar dalam menghadapi berbagai cobaan, teguh di atas agama Allah, dan berusaha meninggikan kalimat-Nya, maka dia telah menyiapkan kebaikan yang besar bagi dirinya sendiri dan Allah akan meninggikan derajatnya di akhirat, dan tidak ada manfaat sedikitpun yang diambil oleh Allah darinya karena Allah Maha Kaya, tidak membutuhkan amal perbuatan seluruh makhluk.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

6. Barangsiapa bersungguh-sungguh dengan membawa dirinya kepada ketaatan dan menjauhi larangan serta berjuang di jalan Allah, sebenarnya perjuangannya itu untuk dirinya sendiri, karena manfaatnya itu kembali kepada dirinya, dan Allah tidak butuh kepada seluruh makhluk, sehingga ketaatan mereka tidak menambah-Nya dan kemaksiatan mereka tidak mengurangi-Nya.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

6. وَمَن جٰهَدَ فَإِنَّمَا يُجٰهِدُ لِنَفْسِهِۦٓ ۚ (Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri)
Yakni barangsiapa yang berjihad melawan orang-orang kafir dan berjihad melawan dirinya sendiri dengan bersabar di atas ketaatan, maka sesungguhnya ia berjihad untuk dirinya sendiri. Yakni pahala jihad itu hanya untuknya dan bukan untuk orang lain, dan manfaatnya tidak akan berpengaruh bagi Allah sedikitpun.

إِنَّ اللهَ لَغَنِىٌّ عَنِ الْعٰلَمِينَ(Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam)
Sehingga Allah tidak butuh ketaatan mereka sebagaimana kemaksiatan mereka tidak memberi-Nya mudharat.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

6. Dan barangsiapa berusaha meninggikan kalimat Allah , maka sesungguhnya pahala usahanya itu bagi dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan hamba-hambaNya dari golongan manusia, jin dan malaikat. Dia tidak membutuhkan ketaataan mereka.


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

6. Akan tetapi tidak semua orang yang mengklaim itu diberi sesuatu yang diklaimnya, dan tidak pula setiap orang yang mendambakan (sesuatu) diberi sesuatu yang didambakannya. Sebab, Allah Maha mendengar semua suara, lagi Maha mengetahui semua niat manusia. Maka siapa saja saja yang tulus dalam hal itu, niscaya Allah memberikan kepadanya apa yang dia harapkan. Dan siapa saja yang dusta, maka klaim apa pun tidak berguna baginya. Dan Dia-lah Yang Maha Mengetahui siapa yang layak mendapatkan cintaNya, dan siapa yang tidak layak.
“Dan barangsiapa yang berjihad,” melawan nafsunya, setan dan musuhnya yang kafir, “maka sesungguhnya itu adalah untuk dirinya sendiri,” sebab manfaatnya kembali kepada dirinya sendiri, hasilnya kembali kepadanya, sedangkan Allah Mahakaya, tidak membutuhkan seluruh semesta alam; Dia tidak pernah memerintahkan dengan sesuatu yang telah Dia perintahkan kepada mereka itu untuk mendapat manfaat darinya, dan tidak pula DIa melarang mereka dari sesuatu yang dilarangNya karena bakhil terhadap mereka.
Sudah dimaklumi bahwa perintah dan larangan itu diperlukan adanya kesungguhan dari seorang -mukallaf untuk bisa melakukannya, sebab nafsu (jiwa) nya berdasarkan tabiatnya selalu merasa berat unttuk melakukan kebaikan itu, dan musuh-musuhnya pun, yaitu orang kafir selalu menghalang-halanginya untuk menegakkan agamanya sebagaimana mestinya. Semua ini adalah rintangan-rintangan yang membutuhkan mujahadah-mujahadah (kesungguhan) dan usaha yang sangat kuat.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 5-7
Allah SWT berfirman: (Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan Allah) yaitu di akhirat, dia mengerjakan amal shalih dan mengharapkan pahala yang melimpah di sisi Allah, maka sesungguhnya Allah pasti akan mewujudkan harapannya dan memenuhi pahala amalnya secara sempurna dan melimpah. Sesungguhnya hal itu pasti terjadi, karena Allah Maha Mendengar doa dan Maha Melihat semua makhlukNya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu pasti datang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (5))
Firman Allah SWT: (Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri) sebagaimana firmanNya: (Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri) (Surah Fushshilat: 46) yaitu siapa saja yang mengerjakan amal shalih, maka sesungguhnya manfaat dari amalnya itu kembali kepada dirinya sendiri; karena sesungguhnya Allah SWT tidak memerlukan amal perbuatan hamba-hambaNya, sekalipun mereka semuanya bertakwa sebagaimana bertakwanya diri seseorang dari mereka, hal itu tidak menambah sesuatupun ke dalam kerajaanNya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakaya dari alam semesta (6))
Hasan Al-Bashri berkata bahwa sesungguhnya seorang lelaki benar-benar dinilai sebagai orang yang berjihad, tetapi dia tidak pernah memukul dengan pedang sehari pun.
Kemudian Allah Swt. memberitahukan bahwa sekalipun Dia Maha Kaya dari semua makhlukNya dan sekalipun Dia telah berbuat baik kepada mereka, Dia membalas orang-orang yang beriman dan beramal shalih dengan pahala terbaik. Dia menghapuskan dari mereka amal keburukan yang pernah mereka lakukan dan membalas pahala mereka dengan balasan yang lebih baik. Dia menerima sedikit amal baik mereka dan memberinya pahala setiap amal baik dengan sepuluh kali lipatnya hingga sampai tujuh ratus kali lipat. Dia membalas setiap amal buruk dengan balasan yang serupa dengan amal itu, atau Dia memaafkan dan menghapuskannya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang, walaupun sebesar dzarrah; dan jika ada kebaikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisiNya pahala yang besar (40)) (Surah An-Nisa’) dan di sini Allah berfirman: (Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan (7))


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-‘Ankabut ayat 6: Allah mengabarkan bahwa siapa yang sungguh-sungguh dalam kebaikan dirinya dan menolong dirinya, dan sungguh-sungguh mencurahkan untuk berjihad kepada kafir dan berperang dengan mereka, maka manfaat dan buahnya akan kembali kepadanya. Ketahuilah bahwa Allah maha kaya dari amalan-amalan makhluk, tidak ada manfaat ketaatan mereka, juga tidak membahayakan kemaksiatan mereka yang bermaksiat.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Jihad melawan orang kafir atau jihad melawan hawa nafsu dan setan.

Yakni manfaatnya untuk dirinya sendiri, tidak untuk Allah.

Baik manusia, jin maupun malaikat, dan Dia tidak butuh ibadah mereka. Dia tidaklah memerintah mereka agar Dia memperoleh manfaat dari mereka, dan tidak pula melarang mereka karena kikir kepada mereka. Sudah menjadi maklum, bahwa perintah dan larangan butuh adanya jihad (kesungguhan), karena jiwa seseorang pada tabiatnya berat melakukan kebaikan, setan juga menghalanginya, demikian pula orang kafir sama menghalanginya dari menegakkan agama-Nya, semua ini adalah penghalang yang butuh dijihadi dan dilawan dengan kesungguhan.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-‘Ankabut Ayat 6

Dan barangsiapa berjihad dengan mencurahkan segala kemampuannya untuk meninggikan kalimat Allah dan mengorbankan diri dengan selalu bersabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, maka sesungguhnya pahala, manfaat dan kebaikan jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Tidak ada sedikit pun manfaat amal tersebut yang dibutuhkan oleh Allah. Sungguh, Allah mahakaya tidak memerlukan sesuatu apa pun dari mereka, bahkan dari seluruh alam. 7. Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan mengerjakan kebajikan, pasti akan kami hapus kesalahan-kesalahannya dan mereka pasti akan kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang me-reka kerjakan.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Demikianlah pelbagai penjabaran dari kalangan mufassirun mengenai makna dan arti surat Al-‘Ankabut ayat 6 (arab-latin dan artinya), semoga menambah kebaikan bagi kita. Sokonglah syi'ar kami dengan memberikan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Link Sering Dikunjungi

Nikmati berbagai materi yang sering dikunjungi, seperti surat/ayat: Ali ‘Imran 133, Al-Jumu’ah 9, Al-Ahzab 21, Ar-Ra’d, Al-Infithar, Al-Baqarah 186. Termasuk Al-Isra 1, Al-Baqarah 30, Ali ‘Imran 134, Az-Zariyat 56, Al-Baqarah 2, Al-Isra 23-24.

  1. Ali ‘Imran 133
  2. Al-Jumu’ah 9
  3. Al-Ahzab 21
  4. Ar-Ra’d
  5. Al-Infithar
  6. Al-Baqarah 186
  7. Al-Isra 1
  8. Al-Baqarah 30
  9. Ali ‘Imran 134
  10. Az-Zariyat 56
  11. Al-Baqarah 2
  12. Al-Isra 23-24

Pencarian: arti at takwir, surat al laili, surah az zalzalah beserta artinya, ayat alam taro, إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ artinya

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: