Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 226

وَأَنَّهُمْ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ

Arab-Latin: Wa annahum yaqụlụna mā lā yaf'alụn

Terjemah Arti: Dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?

Tafsir Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 226

224-226. Dan penyair-penyair itu, lantunan syair mereka berasaskan pada kebatilan dan kebohongan. Mereka diikuti oleh orang-orang sesat dan menyimpang yang serupa dengan mereka. Tidakkah kamu, wahai nabi, melihat mereka itu pergi berjalan layaknya orang yang wajahnya tengah kebingungan? Mereka hanyut dalam setiap jenis kedustaan, kata-kata palsu, mencoreng kehormatan manusia, menjelek-jelekkan nasab, melontarkan hinaan terhadap wanita yang terjaga (dari perbuatan keji), dan mereka itu mengatakan apa yang tidak mereka perbuat. Mereka berlebihan dalam memuji para pengusung kebatilan dan mengolok-olok orang-orang yang berada di atas jalan kebenaran.

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

226. Dan bahwasanya mereka suka berdusta dengan mengatakan, kami melakukan ini, padahal mereka tidak melakukannya.

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

226. وَأَنَّهُمْ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ (dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?)
Mereka mengatakan “kami telah melakukan ini dan itu” namun mereka hanya berbohong; mereka sangat bangga berbicara tentang kedermawanan dan kebaikan namun mereka tidak melakukannya, dan kadang mereka berbohong dengan mengaku telah berbuat keji dengan wanita-wanita yang menjaga kehormatan, padahal itu hanyalah kebohongan semata.

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

226. Bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya, dan melakukan dusta dalam syi’ir-syi’ir mereka?

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

224-226 setelah Allah membebaskannya dari turunnya setan-setan kepada beliau, maka Allah juga membebaskannya dari sya’ir, seraya berfirman, ”dan penyair-penyair itu.” Maksudnya, Aku sampaikan pula berita tentang kondisi para ahli sya’ir dan sifat permanen mereka, yaitu bahwa sesungguhnya mereka, “diikuti oleh orang-orang yang sesat,” dari jalan petunjuk, yang menulusuri jalan menuju kesesatan dan kebinasaan. Mereka sendiri adalah orang-orang yang sesat, dan Anda akan menemukan para pengikutnya adalah setiap orang sesat lagi celaka.
“tidaklah kamu melihat,” betapa sesatnya mereka, “bahwasannya mereka di tiap-tiap lembah,” dari lembah-lembah sya’ir, “mengembara,” kadang-kadang memuji, kadang-kadang mencaci, kadang-kadang dalam kejujuran, dan kadang-kadang memperolok-olok, kadang bersenang-senang dan kadang bersedih. Mereka tidak mempunyai pendirian tetap, dan mereka selalu tidak dalam satu kondisi.
“dan bahwasannya mereka suka mengatakan sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerjakan,” maksudnya, ini adalah ciri para penyair. Perkataan mereka menyelisihi perbuatan mereka. Apabila engkau mendengar seorang penyair merayu dengan rayuan lembut, maka engkau akan mengatakan, ”orang ini adalah orang yang paling mabuk cinta,” padahal hatinya kosong dari semua itu. Dan apabila engkau mendengarnya memuji atau mencela, maka engkau akan mengatakan, “ini kejujuran,”! padahal itu dusta! Dan kadang-kadang dia memuji-muji pekerjaan-pekerjaan yang tidak pernah dia lakukan, dan larangan-larangan yang dia sendiri tidak meninggalkannya, dan kedermawanan yang dia sendiri belum pernah terjun di ladangnya, serta keberanian yang mengalahkan pasukan berkuda, sementara anda menjumpainya sebagai manusia yang paling pengecut! Itulah karakter mereka.
Maka cobalah perhatikan, apakah sama dengan keadaan Rasulullah yang sangat bijak lagi baik, yang diikuti oleh setiap orang yang berakal (bijak) lagi mendapat petunjuk, yang telah berkonsisten berjalan di atas hidayah dan menjauhi kebinasaan. Perbuatan-perbuatannya tidak pernah kontradiksi, [dan perkataan perkataannya belum pernah menyelisihi perbuatannya], yang tidak menyuruh kecuali kepada kebaikan, dan tidak mencegah kecuali terhadap keburukan, tidak pernah memberitakan sesuatu melainkan kebenaran, dan tidak pernah memerintahkan sesuatu melainkan beliau adalah orang pertama yang melakukannya, dan tidak pula pernah mencegah sesuatu melainkan beliau adalah orang pertama yang meninggalkannya. Lalu apakah sama kondisi beliau dengan kondisi para penyair, atau mendekati mereka? Ataukah sangta berbeda dari segala sisi? Semoga shalawat dan salam tetap Allah limpahkan kepada Rasul yang sempurna ini, yang paling bersemangat lagi termulia ini sepanjang masa, yang mana beliau bukanlah seorang penyair, bukan seorang ahli sihir dan bukan seorang yang gila (tidak waras), dan tidak ada (gambaran) yang laik dengannya kecuali segala kesempurnaan.

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Inilah sifat mereka, ucapannya berbeda dengan perbuatannya. Oleh karena itu, ketika penyair merayu, maka terkesan sebagai orang yang sangat cinta padahal hatinya kosong dari itu. Ketika ia memuji atau mencela, maka seakan-akan benar padahal dusta, bahkan terkadang memuji perbuatan yang tidak mereka lakukan. Perumpamaannya adalah jika seorang pemberani telah berada di atas kudanya, namun kita mendapati mereka sebagai manusia yang paling pengecut, tetapi pura-pura berani dan seperti inilah sifat mereka. Kemudian perhatikanlah keadaan mereka dengan keadaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam seorang yang mendapat petunjuk lagi baik, dan pengikutnya juga orang-orang yang mendapat petunjuk lagi baik, istiqamah di atasnya dan menjauhi jalan kebinasaan. Perbuatan Beliau dengan ucapannya tidak bertentangan, Beliau tidak menyuruh selain kebaikan dan tidak melarang selain keburukan, tidak memberitakan kecuali yang benar dan tidak memerintahkan sesuatu kecuali Beliau adalah orang pertama yang melakukannya, dan tidaklah melarang sesuatu kecuali Beliau adalah orang pertama yang meninggalkannya. Kemudian apakah sama keadaan Beliau dengan para penyair atau bahkan menyelisihinya dari semua sisi? Maka semoga shalawat dan salam dilimpahkan Allah kepada Rasul yang mulia ini, orang yang melakukan apa yang dikatakannya, yang bukan seorang penyair, bukan penyihir dan bukan orang yang gila dan tidak cocok bagi Beliau kecuali sifat sempurna.

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

226. Dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak menger-jakan-Nya' inilah bentuk kebohongan mereka. Bandingkan hal ini dengan nabi Muhammad yang selalu bersikap jujur dalam segala hal. 227. Pada ayat ini diterangkan kriteria penyair yang dikecualikan dari penyair yang disebut di atas. Kecuali orang-orang yaitu penyair-penyair yang beriman dengan iman yang benar dan berbuat kebajikan yang sesuai dengan ketentuan syariah dan banyak mengingat Allah, baik siang maupun malam, dan mendapat kemenangan setelah terzalimi karena menja-wab puisi-puisi orang-orang kafir. Pada akhir surah ini Allah memberikan peringatan keras terhadap orang-orang kafir. Dan orang-orang yang zalim kelak yaitu pada hari kebangkitan, akan tahu ke tempat mana me-reka akan kembali. Mereka akan kembali ke neraka.

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 026. Asy-Syu'ara