Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 152

ٱلَّذِينَ يُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ

Arab-Latin: Allażīna yufsidụna fil-arḍi wa lā yuṣliḥụn

Terjemah Arti: Yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan".

Tafsir Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 152

150-152. Maka takutlah terhadap siksaan Allah, dan terimalah nasihatku, dan janganlah kalian tunduk kepada perintah orang-orang yang melewati batas terhadap diri mereka, yang tidak berhenti dalam bermaksiat kepada Allah, yang berjalan di muka bumi dengan membuat kerusakan tanpa ada tindakan untuk memperbaikinya.”

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

152. Yaitu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi dengan mengerjakan berbagai maksiat, dan tidak mengadakan perbaikan pada diri mereka sendiri dengan konsisten melakukan ketaatan kepada Allah".

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

152. الَّذِينَ يُفْسِدُونَ فِى الْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ (yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan)
Yakni kebiasaan mereka adalah berbuat kerusakan di bumi dengan membuat tipu daya terhadap Nabi Shalih dan orang-orang yang beriman kepadanya, dan mereka sama sekali tidak melakukan kebaikan.

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

152. Mereka yang membuat kerusakan di muka bumi dengan berbagai kedurhakaan, dan tidak mengadakan perbaikan dengan taubat dan ketaatan kepada Allah.

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

150-152. Setelah adanya pengingkaran mereka ini, Shalih berkata dengan perasaan takut kepada mereka : Bertaqwalah kepada Allah dan berimanlah, taatilah aku atas apa yang aku seru kepada kalian dari tauhid dan menjauhi kesyirikan, dan janganlah kalian mentaati orang-orang musyrik yang membolehkan menerobos batasan-batasan Allah. Karena sesungguhnya mereka di bumi membuat kerusakan dengan kesyirikan dan menyimpang dari jalan Allah, dan mereka tidak membuat kebaikan di bumi dengan meninggalkan tauhid dan iman kepada Allah dan Rasul-Nya.

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

145-152 “adakah kamu akan dibiarkan tinggal disini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut,” matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiarkan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian menggunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah?
“dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin,” maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepintaran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. “maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, ”yaitu orang-orang yang melanggar batas, “yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan,” maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepadanya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menentang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kesesatan. Maka mereka di larang oleh Nabi shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebutkan oleh Allah,
“dan di kota itu ada sembilah orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan,” (an-naml:48)

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Dengan kemaksiatan. Di tengah-tengah kaum Tsamud ada sembilan orang yang menghasut kaumnya agar tidak beriman kepada Nabi Saleh dan mengajak manusia kepada kekafiran dan kemaksiatan, bahkan mereka hendak mencelakan Nabi Saleh dan keluarganya (lihat surah An Naml: 48-49), maka Nabi Saleh mengingatkan kaumnya agar tidak tertipu oleh beberapa orang itu karena sikapnya yang melampaui batas; yang mengadakan kerusakan di bumi dan tidak mengadakan perbaikan. Namun nasehat Nabi Saleh tidak bermanfaat bagi mereka, bahkan mereka mengatakan, "Sungguh, engkau hanyalah termasuk orang yang kena sihir,”

Dengan ketaatan kepada Allah.

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

152. Yang berbuat kerusakan, keonaran dan kemaksiatan di muka bumi yaitu di kawasan antara madinah dan yordania yang disebut dengan negeri madain, tempat tinggal kaum Samud di mana mereka hidup dan mereka sama sekali tidak mengadakan perbaikan dalam kehidupan mereka. 153. Allah menjelaskan sikap penolakan mereka terhadap nabi saleh, mereka berkata: "sungguh, engkau hanyalah termasuk orang yang kena sihir; karena mereka mendengarkan dakwah nabi saleh dengan ajakan yang tidak sesuai dengan kebiasaan.

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 026. Asy-Syu'ara