Surat Asy-Syu’ara Ayat 111

۞ قَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلْأَرْذَلُونَ

Arab-Latin: Qālū a nu`minu laka wattaba'akal-arżalụn

Artinya: Mereka berkata: "Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?".

« Asy-Syu'ara 110Asy-Syu'ara 112 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Penting Terkait Surat Asy-Syu’ara Ayat 111

Paragraf di atas merupakan Surat Asy-Syu’ara Ayat 111 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada sekumpulan kandungan penting dari ayat ini. Didapati sekumpulan penafsiran dari para mufassirun terhadap makna surat Asy-Syu’ara ayat 111, sebagiannya sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Kaumnya berkata kepadanya, “Apakah kami akan beriman kepadamu dan mengikuti kamu, sedangkan orang-orang yang mengikuti kamu adalah orang-orang hina dan rendahan?”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

111. Kaumnya berkata kepadanya, "Apakah kami akan beriman kepadamu -wahai Nuh- dan mengikuti serta mengamalkan apa yang engkau bawa, padahal faktanya yang mengikutmu hanyalah orang-orang yang hina, dan tidak ada di antara mereka seorang pemuka dan pemilik kemuliaan pun?"


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

111. قَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ لَكَ وَاتَّبَعَكَ الْأَرْذَلُونَ (Mereka berkata: “Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?”)
Mereka meremehkan para pengikutnya karena mereka tidak memiliki harta dan kedudukan atau karena nasab mereka yang rendah. Pendapat lain mengatakan, yakni karena mereka memiliki pekerjaan rendahan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

111. Kaum Nuh berkata: “Bagaimana bisa kami mengikuti dan membenarkanmu, padahal yang mengikutimu adalah orang-orang rendahan dari golongan orang fakir, orang lemah dan para pengrajin?!”


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Mereka berkata,“Apakah kami harus beriman kepadamu, dan yang mengikutimu adalah orang-orang hina”} orang-orang yang lemah nasab dan tempat tinggalnya di antara orang-orang


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

111 maka mereka berkata sebagai jawaban terhadap dakwahnya dan penolakan terhadapnya dengan sesuatu yang tidak layak untuk dijadikan sebagai penolakan, ”apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu oalah orang-orang hina?” maksudnya, bagaimana mungkin kami akan mengikutimu sedangkan kami tidak melihat para pengikutmu melainkan orang-orang hina, rendah dan samaph masyarakat. Dengan ini dapat diketahui kesombongan mereka terhadap kebenaran dan kebodohan mereka terhadap kenyataan.
Sebab, sesungguhnya kalau saja tujuan mereka adalah kebenaran tentu mereka akan mengatakan, (kalau seandainya memiliki rasa ketidakjelasan dan keraguan terhadap dakwahnya), ”jelaskanlah kepada kami kebenaran apa yang engkau ajarkan ini dengan cara-cara yang bisa mengantarkan kepadanya!” kalau seandainya mereka mengamati dengan sebenar-benarnya, tentu mereka mengetahui bahwa para pengikutnya adalah orang-orang yang mulia, sebaik-baik manusia, orang-orang yang memiliki akal yang matang dan akhlak mulia, dan bahwa sebenarnya orang-orang yang hina adalah mereka yang fungsi akalnya dicabut hingaa menganggap baik penyembahan terhadap batu-batu, rela sujud dan berdoa kepadnya, serta enggan tunduk kepada dakwah para rasul yang mulia.
Hanya dengan (mengetahui tema) pembicaraan batil yang diungkapkan oleh salah satu dari dua pendebat itu, maka sangat mudah diketahui rusaknya pembicaraan itu, dan akal sudah bisa memastikan kebenaran kliam lawannya. Maka tatkala kita telah mendengar tentang kaum Nuh, yaitu bahwa mereka telah berkata di dalam penolakan mereka terhadap dakwah Nuh, “apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang hina?” di mana mereka berpegang kepada prinsip yang setiap orang mengetahui ketidakbenarannya dalam penolakannya terahadp dakwah Nuh, maka kita dapat mengetahui bahwa mereka adalah orang-orang sesat lagi salah, sekalipun kita belum menyaksikan bukti-bukti (mukjizat) dari Nuh dan dakwahnya yang mengindikasikan kepastian dan keyakinan akan kejujurannya dan kebenaran ajaran yang dibawanya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 111-115
Mereka berkata bahwa kami tidak beriman kepadamu dan tidak mengikutimu karena kami enggan dengan orang-orang hina yang mengikutimu dan membenarkanmu itu. Mereka adalah orang-orang yang dipandang hina di kalangan kami. Oleh karena itu: (Mereka berkata, "Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?” (111) Nuh menjawab, "Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan? (112)) yaitu tidak ada sesuatu pun yang mengharuskanku agar mereka mengikutiku. Seandainya mereka berada dalam urusan yang biasa mereka lakukan, maka bukanlah suatu keharusan bagiku untuk mencari tahu tentang mereka. Sesungguhnya tugasku adalah menerima pembenaran mereka kepadaku dan aku serahkan rahasia mereka kepada Allah SWT (Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, kalau kalian menyadari (113) Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman (114)) Seakan-akan mereka meminta agar nabi Nuh mengusir orang-orang yang mereka anggap hina itu dari sisinya, lalu mereka mau mengikutinya. Tetapi nabi Nuh menolak permintaan mereka, dan berkata: (Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman (114) Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan” (115)) yaitu, sesungguhnya aku diutus sebagai pemberi peringatan. Maka barangsiapa yang taat kepadaku, mau mengikutiku, dan membenarkanku, maka dia termasuk golonganku dan aku merupakan bagian darinya, baik dia orang yang mulia maupun orang yang lemah, baik yang terhormat maupun yang hina


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Asy-Syu’ara ayat 111: Mereka (kaum Nuh) menjawab : Apakah kami harus beriman kepadamu dan membenarkanmu serta mengikutimu ?, Sungguh mengikutimu adalah kehinaan manusia dan kemiskinan bagi mereka.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yakni membantah Beliau dan menentang dengan penentangan yang tidak cocok dipakai untuk menentang.

Dari sini diketahui kesombongan mereka, bodohnya mereka terhadap hakikat yang sebenarnya, karena jika maksud mereka adalah mencari yang hak, tentu mereka akan berkata –jika mereka masih meragukan tentang dakwah Beliau-, “Terangkanlah kepada kami kebenaran yang engkau bawa dengan sarana-sarana yang dapat membuktikannya!” Padahal jika mereka memperhatikan dengan seksama, tentu mereka akan mengetahui bahwa para pengikutnya adalah orang-orang yang mulia, manusia-manusia pilihan, berakal cerdas, dan berakhlak tinggi, dan bahwa orang yang hina adalah orang yang mencabut fungsi akalnya, sehingga menganggap baik menyembah batu, ridha sujud kepada yang lebih lemah darinya dan berdoa kepada yang tidak mampu berbuat apa-apa, serta menolak seruan para rasul; insane yang kamil (manusia yang sempurna). Bahkan dengan memperhatikan ucapan mereka ini, “Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu adalah orang-orang yang hina?” sudah dapat diketahui batilnya bantahan mereka, dan bahwa mereka adalah orang-orang yang sesat dan salah meskipun kita tidak melihat ayat-ayat yang lain yang menunjukkan kebenaran Nabi Nuh ‘alaihis salam dan kebenaran yang Beliau bawa.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Asy-Syu’ara Ayat 111

111. Mereka berkata, 'apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina'' pengikut nabi nuh ba-Nyak dari golongan rakyat jelata, karena merekalah yang banyak terzalimi dari sistem yang ada, bukan dari kalangan bangsawan yang senang dengan kedudukan mereka. Begitulah mereka melihat persoalan bukan dari ajarannya tapi dari orang yang mengikuti ajaran itu. 112. Mendengar ejekan kaumnya, dia, yakni nabi nuh, menjawab, 'tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka orang-orang yang hina dina itu kerjakan. Aku hanya mengetahui hal-hal yang lahir saja dari mereka saja.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah sekumpulan penafsiran dari kalangan ulama terhadap isi dan arti surat Asy-Syu’ara ayat 111 (arab-latin dan artinya), moga-moga memberi kebaikan untuk kita semua. Dukunglah dakwah kami dengan memberikan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Paling Sering Dikunjungi

Terdapat banyak topik yang paling sering dikunjungi, seperti surat/ayat: An-Nahl 125, Al-Waqi’ah 35-38, Ath-Thariq, Al-Baqarah 275, Al-Baqarah 1-5, Al-Furqan 63. Ada juga At-Tahrim 6, At-Taubah 128-129, Ar-Ra’d 28, As-Sajdah, Al-Baqarah 155, Al-Hujurat.

  1. An-Nahl 125
  2. Al-Waqi’ah 35-38
  3. Ath-Thariq
  4. Al-Baqarah 275
  5. Al-Baqarah 1-5
  6. Al-Furqan 63
  7. At-Tahrim 6
  8. At-Taubah 128-129
  9. Ar-Ra’d 28
  10. As-Sajdah
  11. Al-Baqarah 155
  12. Al-Hujurat

Pencarian: al maidah 22, annisa ayat 38, surat al maidah ayat 48 bahasa indonesia, surat ali imran 3 ayat 159, surat al hujarat ayat 10

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.