Surat Asy-Syu’ara Ayat 86

وَٱغْفِرْ لِأَبِىٓ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ

Arab-Latin: Wagfir li`abī innahụ kāna minaḍ-ḍāllīn

Artinya: Dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat,

« Asy-Syu'ara 85Asy-Syu'ara 87 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Tafsir Berharga Terkait Dengan Surat Asy-Syu’ara Ayat 86

Paragraf di atas merupakan Surat Asy-Syu’ara Ayat 86 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi tafsir berharga dari ayat ini. Tersedia variasi penjabaran dari berbagai ulama terhadap kandungan surat Asy-Syu’ara ayat 86, sebagiannya seperti termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Doa dari Ibrahim ini adalah agar Allah menyelamatkan bapaknya dari kesesatan kepada hidayah, sehingga Dia mengampuni dan memaafkannya, sebagaimana yang pernah Ibrahim janjikan bagi bapaknya tersebut untuk mendoakan kebaikan baginya. Akan tetapi setelah jelas bagi Ibrahim, bahwa bapaknya itu terus-menerus di dalam kekafiran dan kesyirikan hingga dia mati, Ibrahim berlepas diri darinya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

86. “Dan ampunilah ayahku, karena sesungguhnya ia termasuk orang-orang yang sesat dari kebenaran karena berbuat kesyirikan.” Ibrahim mendoakan ayahnya sebelum mengetahui bahwa ayahnya merupakan salah seorang penghuni neraka Jaḥīm. Setelah beliau mengetahui hal ini secara jelas, beliau pun berlepas diri dari ayahnya dan tidak lagi mendoakannya.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

86. Dan ampunilah ayahku dengan menolongnya agar beriman dan mendapatkan hidayah. Sesungguhnya dia termasuk para pendosa yang menyimpang dari jalan yang lurus.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Ampunilah ayahku. Sesungguhnya dia termasuk orang-orang sesat


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

86 “dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya dia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat,” ini adalah doa (yang) dia panjatkan disebabkan janjinya kepada ayahnya yang telah dia katakan kepadanya, “aku akan meminta ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku,” (Maryam:47)
Allah berfirman,
“dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.” (at-taubah:114)


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 83-89
Ini adalah permohonan nabi Ibrahim agar diberi hikmah.
As-Suddi berkata bahwa itu adalah kenabian.
Doanya adalah (dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh) yaitu, jadikanlah aku ke dalam golongan orang-orang shalih di dunia dan akhirat, sebagaimana Nabi SAW bersabda ketika menjelang wafatan:”Ya Allah, masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh yang menempati surga yang tertinggi” beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali.
Firman Allah: (dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian (84))
yaitu jadikanlah aku seorang yang menjadi buah tutur yang baik setelahku yang selalu diingat dan dianut dalam kebaikan. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian (108) (yaitu),"Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim” (109) Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik (110)) (Surah Ash-Shaffat)
Mujahid dan Qatadah berkata tentang firmanNya: (dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian (84)) yaitu pujian yang baik.
Mujahid berkata bahwa itu seperti firmanNya SWT: (Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia) (Surah An-NahI: 122), dan firmanNya: (Dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang shalih) (Surah Al-'Ankabut: 27) serta firmanNya (dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang shalij) (Surah An-Nahl:122)
Firman Allah SWT: (dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang memusakai surga yang penuh kenikmatan (85)) yaitu, berikanlah nikmat kepadaku di dunia dengan menjadi buah tutur yang baik setelahku; dan nikmat di akhirat, yaitu Engkau menjadikan aku termasuk orang-orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan
Firman Allah: (dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat), sebagaimana firmanNya: (Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku) (Surah lbrahim: 41) Ini merupakan doa yang dicabut kembali oleh nabi Ibrahim, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Adapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya. Maka ketika jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sungguh, Ibrahim itu seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun (114)) (Surah At-Taubah) Allah SWT memutuskan permohonan ampunnya untuk ayahnya, sebagaimana Allah berfirman: (Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya, "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja," kecuali perkataan Ibrahim kepada ayahnya, "Sungguh, aku akan memohonkan ampunan bagimu, namun aku sama sekali tidak dapat menolak (siksaan) Allah terhadapmu") (Surah Al-Mumtahanah: 4)
Firman Allah: (dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan (87)) yaitu, lindungilah aku dari kehinaan di hari kiamat dan di hari semua makhluk dibangkitkan dari yang pertama sampai yang terakhir.
Firman Allah: ((yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna (88)) yaitu tidak ada yang dapat melindungi seseorang dari azab Allah baik hartanya, sekalipun dia menebusnya dengan emas seisi bumi. (dan anak laki-laki) yaitu sekalipun menebus dengan seluruh manusia yang ada di bumi. Maka tetap tidak ada yang bermanfaat pada hari itu kecuali keimanan kepada Allah dan ikhlas hanya kepadaNya dalam melaksanakan agama serta berlepas diri dari kemusyrikan dan para pengikutnya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (89)) yaitu bersih dari kotoran dan kemusyrikan.
Ibnu Sirin berkata bahwa hati yang bersih adalah jika mengetahui bahwa Allah itu benar, dan hari kiamat pasti terjadi, tidak ada keraguan padanya, dan bahwa Allah membangkitkan semua makhluk dari kubur.
Mujahid, Al-Hasan dan lainnya berkata (hati yang bersih) adalah bersih dari kemusyrikan. Abu Utsman An-Naisaburi berkata bahwa itu adalah hati yang bersih dari bid'ah dan teguh dengan sunnah.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Asy-Syu’ara ayat 86: 83-86. Kemudian Ibrahim berdoa kepada Rabbnya : Jadikanlah pada diriku wahai Rabbku, sebutan yang baik, dan pujian yang indah yang tersisa ketika aku telah wafat sampai hari kiamat. Dan Allah telah mengabulkan permintaannya. Kemudian ia berkata : Jadikanlah aku wahai Rabbku penghuni surga yang mereka mewarisi kenikmatan di dalamnya. Ibrahim berkata : Ampunilah bapakku karena ia termasuk orang-orang yang tersesat. Sungguh aku telah berjanji untuk memintakan ampun atas dirinya dari mu. Karena pada saat itu ketika Ibrahim berpisah dengan bapaknya Ibrahim mengatakan padanya : Aku akan meminta ampunan untukmu kepada Rabbku. Akan tetapi ketika jelas bahwasanya bapaknya adalah musuh Allah dan masih tetap di atas kekafiran ia berlepas diri dari bapaknya.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Doa ini merupakan janji Nabi Ibrahim kepada ayahknya, bahwa dia akan memintakan ampunan untuk ayahnya, namun setelah tampak jelas bagi Nabi Ibrahim ‘alaihis salam bahwa ayahnya adalah musuh Allah, maka Nabi Ibrahim berlepas diri darinya, lihat surah At Taubah: 114.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Asy-Syu’ara Ayat 86

Nabi ibrahim adalah seorang yang sangat santun kepada orang tuanya, walaupun kafir. Dia berdoa untuk kebaikan ayahnya. "dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat, penyembah berhala. " namun karena Allah melarang seseorang mendoakan orang kafir yang telah meninggal, nabi ibrahim tidak lagi melanjutkan doa untuk ayahnya. 87. "dan janganlah engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, di hadapan manusia lain bersamaku, tapi tutupilah kesalahanku, hanya engkau sajalah yang mengetahui keadaanku yang sebenarnya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian sekumpulan penjelasan dari para mufassirun terhadap makna dan arti surat Asy-Syu’ara ayat 86 (arab-latin dan artinya), semoga membawa faidah untuk kita bersama. Dukunglah usaha kami dengan mencantumkan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Sering Dilihat

Telaah banyak materi yang sering dilihat, seperti surat/ayat: An-Nahl 125, Ar-Ra’d 28, As-Sajdah, At-Taubah 128-129, Al-Furqan 63, Al-Hujurat. Termasuk Al-Baqarah 1-5, Al-Waqi’ah 35-38, At-Tahrim 6, Ath-Thariq, Al-Baqarah 155, Al-Baqarah 275.

  1. An-Nahl 125
  2. Ar-Ra’d 28
  3. As-Sajdah
  4. At-Taubah 128-129
  5. Al-Furqan 63
  6. Al-Hujurat
  7. Al-Baqarah 1-5
  8. Al-Waqi’ah 35-38
  9. At-Tahrim 6
  10. Ath-Thariq
  11. Al-Baqarah 155
  12. Al-Baqarah 275

Pencarian: at taubah ayat 128 129 dan artinya, kaifa takfuruna billahi wa kuntum, terjemahan ayat ke-7 surah al maun adalah, albaqoroh 261, surat fatah

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: