Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 64

وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ ٱلْءَاخَرِينَ

Arab-Latin: Wa azlafnā ṡammal-ākharīn

Terjemah Arti: Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain.

Tafsir Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 64

64-66. Di situ, Kami dekatkan Fir’aun dan kaumnya (dengan Musa dan Bani Israil) sehingga mereka sempat masuk kedalam laut. Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya secara keseluruhan, dimana laut masih tetap terbelah hingga mereka semua dapat menyebrang ke daratan. Kemudian Kami tenggelamkan Fir’aun dan kaumnya dengan menggulungkan laut pada mereka, setelah mereka masuk ke dalamnya untuk mengejar Musa dan para pengikutnya.

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

64. Dan Kami dekatkan Fir'aun dan kaumnya kepada mereka hingga mereka masuk ke dalam belahan lautan tersebut dengan menyangka bahwa jalan tersebut sanggup mereka telusuri.

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

64. وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ الْاٰخَرِينَ (Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain)
Yakni Kami dekatkan mereka kepada lautan. Dan yang dimaksud dengan golongan yang lain adalah Fir’aun dan kaumnya.

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

64. Kemudian disanalah kami dekatkan Fir’aun dan pasukannya sehingga mereka bisa mengejar Musa dan kaumnya, supaya Kami bisa menenggelamkan mereka (Fir’aun dan kaumnya) ke dalamnya.

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Kemudian mendekatlah fir’aun dan yang bersamanya ke lautan, dan Allah jadikan mereka masuk ke dalam lautan setelah Musa masuk beserta bani israil.

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

63-68 “lalu kami wahyukan kepada Musa, ’pukullah lautan itu dengan tongkatmu’.” Dan Musa pun memukulkannya, “maka terbelahlah lautan itu,” menjadi dua belas jalan, “dan tiap-tiap belahan adalah seperti bukit,” maksudnya, seperti gunung “yang besar,” lalu Musa dan kaumnya memasukinya. ”dan disanalah kami dekatkan,” maksudnya, di tempat itu, ”golongan yang lain,” yaitu fir’aun [bersama] para pengikutnya. Kami dekatkan mereka dan Kami masukkan mereka ke jalan yang dilewati oleh Musa bersama pengikutnya. “dan kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya,” mereka semuanya keluar dari lautan itu, tidak seorangpun yang ketinggalan, “kemudian kami tenggelamkan golongan yang lain itu,” tidak seorangpun yang tidak tenggelam. ”sesungguhnya pada yang demikian itu merupakan suatu tanda,” yang luar biasa, yang menunjukkan kebenaran ajaran yang diajarkan Musa dan kebatilan yang dianut oleh fir’aun beserta para pengikutnya, ”tetapi kebanyakan mereka tidak beriman,” sekalipun sudah ada tanda-tanda bukti yang mengantarkan kepada iman disebabkan hati mereka telah rusak. “dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mhapenyayang,” yang dengan keperkasaanNya, Dia telah membinasakan orang-orang kafir yang mendustakan, dan dengan rahmatNya, Dia telah menyelamatkan Musa beserta para pengikutnya seluruhnya.

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Yang dimaksud golongan yang lain ialah Fir'aun dan kaumnya. Maksud ayat tersebut adalah di bagian yang terbelah itu Allah memperdekatkan antara Fir'aun dan kaumnya dengan Musa dan Bani Israil, di mana Fir’aun dan kaumnya masuk melewati jalan yang dilalui Nabi Musa dan Bani Israil.

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Dan di sanalah kami dekatkan golongan yang lain, yaitu fir'aun dan bala tentaranya, sebagai cara kami sebelum menenggelamkan mereka. Lalu fir'aun dan bala tentaranya mengejar nabi musa melalui jalan yang terbelah itu. Kemudian setelah semuanya berada di tengah laut, kami kembalikan daratan itu menjadi laut kembali, sehingga fir'aun dan semua bala tentaranya mati tenggelam. 65. Dan kami selamatkan musa dan orang-orang yang bersamanya sebagai balasan atas kesabaran mereka dalam mengahadapi fir'aun dan kekejamannya, dan atas kesabaran taat kepada ajakan nabi musa untuk berhijrah dari negeri mesir.

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 026. Asy-Syu'ara