Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 18

قَالَ أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدًا وَلَبِثْتَ فِينَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ

Arab-Latin: Qāla a lam nurabbika fīnā walīdaw wa labiṡta fīnā min 'umurika sinīn

Terjemah Arti: Fir'aun menjawab: "Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.

Tafsir Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 18

18-19. Fir’aun berkata kepada Musa untuk mengingatkan kebaikan yang tercurah padanya dari Fir’aun, “Bukankah dahulu kami telah mengasuhmu di rumah-rumah kami sewaktu kamu masih kecil, dan kamu tinggal di dalam perawatan kami sekian tahun dari usiamu, dan kemudian kamu berbuat kejahatan dengan membunuh seorang lelaki dari kaumku, ketika kamu memukul dan mendorongnya, dan kamu termasuk orang-orang yang melupakan kenikmatan-kenikmatanku, lagi mengingkari ketuhananku?”

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

18. Fir'aun berkata kepada Musa -'alaihissalām-, "Bukankah kami telah mengasuhmu di tengah-tengah kami ketika kecil, dan engkau juga tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu, lalu apakah yang membuat dirimu mengklaim sebagai seorang nabi?

📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

18-19. Fir’aun berkata kepada Musa dengan menyebut jasanya bagi Musa: “Bukankah kami telah mengasuhmu di istana-istana kami pada saat kamu masih kecil, dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun, serta kamu telah membunuh salah satu kaumku; mengapa kamu mengingkari segala kenikmatan dari kami?”

📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

18. قَالَ أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدًا (Fir’aun menjawab: “Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak)
Yakni kami telah mengasuhmu ketika kamu masih kecil, dan kami tidak menjadikanmu termasuk anak-anak yang kami bunuh.

وَلَبِثْتَ فِينَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ(dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu)
Yakni, lalu sejak kapan kamu mengaku sebagai nabi?

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

18. Fir’aun berkata kepada Musa: “Sungguh kami telah mendidikmu di istana kami saat masih kecil, dan tidak membunuhmu saat masih anak-anak, serta menjagamu bersama kami selama beberapa tahun.”

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

18–19. Berkata fir’aun kepada Musa : Bukankah kami yang memberi kesenangan padamu dan merawatmu ketika engkau kecil serta tidak membunuhmu; Bahkan kami yang memeliharamu di waktu kecil, dan engkau tumbuh bersama kami ? Kemudian engkau berbuat sebagaimana yang telah engkau perbuat dengan membunuh laki-laki Al Qibthi ? Dan engkau termasuk orang yang mengelak atas apa yang telah engkau perbuat, dan telah kami beri engkau kenikmatan kemudian engkau mengingkari nikmat yang kami berikan.

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

18-19 maka setelah mereka berdua tiba pada Fir’aun dan mengatakan sesuatu yang telah Allah katakan kepada mereka berdua, fir’aun tetap tidak mau beriman dan tidak mau bersikap lunak, bahkan dia mulai menentang Musa, seraya berkata,”bukankah kami telah mengasuhmu di dalam (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak.” Maksudnya, tidakkah kami telah memberimu segala kebaikan dan kami mengasuhmu semenjak kamu masih bayi dalam asuhan, dan senantiasa tetap demikian, “dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun umurmu. Dan kamu telah berbuat suatu perbuatan yang telah kamu lakukan itu,” yaitu; Musa membunuh seorang qibthi ketika,
“orang yang dari golongannya (Bani israil) meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya (kaum Fir’aun) lalu Musa meninjunya, maka matilah musuhnya itu,” (al-qashah:15)
“dan kamu termasuk golongan orang-orang yang kafir,” maksudnya, sedangkan kamu saat itu sejalan dengan kami dan seagama dalam kekafiran. Jadi, fir’aun mengakui kekafiran dirinya secara tidak sadar.

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Setelah keduanya (Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alaihimas salam) mendatangi Fir’aun dan mengatakan kepadanya apa yang diperintahkan Allah, namun ternyata Fir’aun tidak mau beriman.

Yaitu sejak dalam buaian.

Menurut Ibnu Abbas, bahwa Nabi Musa ‘alaihis salam tinggal di lingkungan keluarga Fir’aun selama 18 tahun. Menurut Ibnus Saa’ib, 40 tahun, Sedangkan menurut Muqaatil 30 tahun, dan ini yang disebutkan dalam Tafsir Al Baghawi dan Al Jalaalain.

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Mendengar ucapan nabi musa, dia fir'aun, menjawab dengan nada marah dan mengungkit jasanya terhadap nabi musa di masa lalu, 'bukankah kami telah mengasuhmu, memeliharamu dengan sebaik-baiknya dalam lingkungan keluarga kami, yaitu waktu engkau masih kanak-kanak dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu yaitu semenjak engkau masih bayi sampai engkau menjadi pemuda'"19. Fir'aun melanjutkan bicaranya dengan mengungkit kesalahan nabi musa, "dan engkau, musa, telah melakukan kesalahan dari perbuatan yang telah engkau lakukan dengan membunuh salah seorang bangsaku dan engkau termasuk orang yang tidak tahu berterima kasih. ".

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI

Terkait: « | »

Kategori: 026. Asy-Syu'ara